Zenfone 3 Max Rose Pink, Gak Mati Gaya, Gak Ada Matinya

Zenfone3MaxPinkRose00009Saya sepenuhnya siap dianggap pongah ketika memutuskan untuk mengunggah foto di atas. Saya beri tahu anggapan pongah itu akan sirna dengan sendirinya bila para pembaca menyimak tulisan saya ini sampai selesai. Harapan saya jangan buru-buru meninggalkan komentar yang tidak senonoh atau secepat macan meninggalkan halaman ini.

Nampak dalam foto di atas adalah 3 produk ASUS. Sebuah Zenbook UX 303 UB berwarna Sand Gold yang saat ini saya gunakan untuk menulis artikel ini. Satu unit smartphone ASUS Zenfone 3 Max warna Titanium Grey dan satu unit Zenfone 3 Max berwarna Pink Rose. Saya menampilkan ketiganya dalam satu foto agar pembaca bisa dengan mudah membandingkan warnanya. Baca lebih lanjut

ASUS ROG G11C PC Gaming untuk Pecinta Desktop

Jakarta (31 Maret 2017) – ASUS memperkenalkan PC desktop gaming terbarunya bernama ASUS ROG G11C yang diperuntukkan bagi para casual dan hardcore gamer. Khususnya bagi para pecinta konten virtual reality (VR), perangkat ini juga sangat ideal karena telah mampu menjalankan game dengan genre tersebut.

Sebagai sebuah desktop gaming kelas hardcore, ASUS ROG G11C dilengkapi dengan komponen prosesor yang gahar yakni Intel Core i7-7700 generasi ke-7 yang memiliki empat inti core dengan kecepatan maksimal 4,2GHz. Sementara kartu grafisnya diperkuat oleh Nvidia GeForce GTX1050 dengan video memori 2GB serta dukungan sistem operasi Windows 10.

“Dalam hal gaming, kami memiliki kelengkapan piranti yang sangat mumpuni. Yang menginginkan mobile gaming, bisa memiliki notebook ROG, ROG Strix atau varian lainnya,” ucap Galip Fu, Country Marketing Manager, ASUS Indonesia. “Sementara yang lebih nyaman dengan PC desktop, kami pun menghadirkan rangkaian desktop gaming mumpuni salah satu satunya adalah ASUS ROG G11C,” lanjut Galip.

C:\Users\G501\Downloads\g11.jpg

Beberapa kalangan gamers, kata Galip, masih meyakini kenyamanan ketika bermain game, terutama marathon game, masih lebih baik dilakukan di PC. Selain itu, Galip melanjutkan, kelebihan lainnya dari PC desktop adalah kemudahannya untuk di-upgrade komponen internalnya jika diinginkan, untuk menyesuaikan dengan kemajuan zaman. Baca lebih lanjut

ASUS ZenWatch 2 Bagi Pelari Hobi

Strava on ASUS Zenwatch 2.jpg

Oleh teman-teman di komunitas lari, saya sering dikompor-kompori untuk membeli GPS Sportwatch. Mereka selalu memamerkan GPS Sportwatch seperti Suunto, Garmin Forunner ataupun Thomthom Multisport.

Saya akui kompor-kompor seperti ini sering kali membuat geregetan. Di sisi lain saya harus meletakkan sisi emosional saya secara proporsional. Sebagai seseorang yang mengaku tech blogger sekaligus mengaku blogger runner saya harus wise. Saya tidak boleh takut berbeda dalam mengambil keputusan terkait gadget, dalam hal ini wearable (GPS Sportwatch).

GPS Sportwatch terlepas dari segala kelebihannya dalam mendukung olah raga lari, dalam kehidupan sehari-hari saya sebagai pekerja IT juga mempunyai keterbatasan. Dalam kehidupan sehari-hari di luar olah raga lari Garmin Forunner mempunyai fungsi yang lebih terbatas dibandingkan sebuah Smartwatch seperti Android Wear yang saat ini di pasaran tersedia banyak pilihan.

Menentukan mana yang lebih tepat antara apakah GPS Sportwatch atau Smartwatch tentu sangat terkait dengan preferensi pribadi. Langkah pertama yang harus saya lakukan adalah mengenali siapa saya, kebutuhan saya dan kebiasaan saya. Baca lebih lanjut

Sakit Hati Dibohongi Oleh J & T Express

Bermaksud ingin mengetahui. sampai dimana paket yang dikirimkan oleh seorang teman blogger dari Nganjuk – Jawa Timur melalui J & T Express, saya pun mengeceknya melalui website tracking mereka.

Saat itu hari Kamis, 13 April 2017 pagi. Menurut situs tracking J & T diinformasikan bahwa paket tersebut telah diterimakan kepada saya pada Rabu, 12 April 2017, jam 19:39 WIB. Padahal sampai hari Kamis saja saya belum menerima.

Penasaran, pada Kamis pagi itu saya mengecek di resepsionis kantor dan petugas keamanan/satpam –karena saya mengalamatkan paket tersebut dengan alamat kantor. Menurut petugas keamanan dan resepsionis sampai Kamis pagi ini tidak ada paket untuk saya.

Merasa dibohongi saya pun mengungkapkan kekecewaan saya melalui social media Twitter. Tweet -nya saya tempel di atas. Baca lebih lanjut

Menimbang Nimbang Zenbook UX410UQ

Advent Jose Zenbook UX410UQ.jpg

Foto Kredit Advent Jose

Zenbook merupakan produk Ultrabook dari ASUS yang bagi saya mengesankan. Perhatian saya selalu tersedot tiap kali ASUS mengeluarkan produk baru di lini ultrabook premium ini. Termasuk saat ini ketika di Jakarta ASUS meluncurkan varian terbarunya yaitu ZenBook UX410UQ.

Tidak cukup dengan membaca baik-baik press release yang saya terima, untuk menjawab penasaran saya pun segera browsing dan membaca-baca segala tetek bengek dan informasi yang relevan mengenai lini baru dari Zenbook ini.

Sebenarnya yang ingin saya kumpulkan adalah alasan lebih banyak untuk tidak buru-buru meng-upgrade Zenbook UX303UB yang seharusnya masih cukup mumpuni untuk pekerjaan sehari-hari. Saya harus bisa menundukkan segala hasrat dan nafsu dengan logika dan sederet alasan. Harus bisa cukup bijak menimbang sejauh mana produktivitas bisa saya tingkatkan bila harus merogoh kocek untuk harga sebuah upgrade. Baca lebih lanjut

3 Handphone Samsung Terbaru 2017 A Series

Samsung-Galaxy-A7-Galaxy-A5-Galaxy-A3.jpg

Salah satu brand teknologi asal Korea Selatan yang sudah sangat dikenal di dalam negeri diantaranya adalah Samsung, dari namanya mungkin sudah tidak begitu asing lagi bagi Anda, mengingat tak memungkiri jika seandainya Samsung ini sudah sangat lama menawarkan produknya ke di Indonesia, mulai dari seri handphone Samsung jadul yang hanya berguna untuk kebutuhan telepon dan sms saja, hingga seri-seri yang lebih canggih atau dikenal dengan nama smartphone. Produk yang juga bisa digunakan untuk akses internet. Baca lebih lanjut

Google Asistant Tiba-Tiba Hilang di Zenfone 3


Saya menggunakan Zenfone 3 sebagai smartphone utama sejak layar LCD iPhone 5s saya rusak. Sebelumnya saya smartphone dari pabrikan ASUS ini sebatas saya gunakan sebagai pendamping. Hanya fitur-fitur tertentu saja yang sesekali saya gunakan.
Menjadikan Zenfone 3 sebagai smartphone utama berarti saya harus benar-benar mengeksplorasi kemampuan-kemampuan dan fitur-fitur yang dibawanya. Selama ini dipermudah dalam banyak  hal oleh Siri personal asistant, di Zenfone 3 kemudian saya menemukan Google Asistant. Kemampuannya menurut saya belum sebagus dan se-natural Siri, namun perlahan saya mulai terbiasa menggunakannya.

Permasalahannya kemarin Google Asistant tiba-tiba hilang dari Asus Zenfone 3 saya yang bersistem operasi Android 7.0 Naughat. Tiap kalai saya melakukan long press di home button, apa yang muncul adalah Google Now, bukan Google Assistant yang siap menjalankan perintah suara saya. Ini saya rasakan aneh karena saya tidak merasa melakukan pengaturan atau perubahan apapun di tiap menu setting Zenfone 3.

Baca lebih lanjut

ASUS Zen Power Max, Power Bank Raksasa ini Mampu Mengisi Batere Laptop

null

Sangat lama saya memimpikan sebuah notebook atau laptop yang sangat portable, ramping, tipis namun mempunyai daya tahan batere yang jawara. Sehingga saya leluasa bekerja dan bersenang-senang dimana saja tanpa hirau ada colokan sumber listrik atau tidak.

Saya ingin sesekali waktu bekerja menjauh dari keramaian seperti di pelosok pantai yang syahdu atau ke hutan yang sejuk, mencari inspirasi. Kalau pun perlu saya bekerja di ruang tunggu bandara atau di kafe seharusnya notebook impian itu membantu saya tampil lebih keren, syukur-syukur membuat saya satu bar lebih ganteng dan produktif.

Segala upaya terkerahkan, awal tahun 2016 kemarin saya berhasil meminang notebook impian itu. Adalah Ultra book ASUS UX303UB yang saat itu sangat memenuhi kriteria saya sekaligus selaras dengan kemampuan anggaran saat itu saya pilih menjadi pendamping hidup bekerja saya sampai sekarang.

ASUS UX303UB meski saya akui yang terbaik di kelasnya dalam suatu rentang harga, dalam perjalananya bukanlah notebook yang sama sekali tanpa kekurangan. Yang saya sorot kali ini adalah daya baterenya ketika saya gunakan untuk bekerja keras secara online. Daya batere notebook ini memang sanggup bertahan rata-rata 5 – 6 jam untuk beban kerja wajar atau kurang dari itu bila digunakan untuk bekerja forsir. Saya paham dan maklum akan hal ini mengingat unibody UX303UB yang tipis dan bobotnya yang seringan 1.5 kg. Mana bisa ASUS membenamkan batere kapasitas yang lebih besar. Baca lebih lanjut

5 Pilihan HP Smartfren Murah Meriah Jaringan 4G LTE

Smartfren Adromax Es.jpg

Belakangan ini konsumsi masyarakat untuk beragam produk teknologi mengalami peningkatan yang signifikan. Apalagi seiring dengan banyaknya perusahaan-perusahaan teknologi yang mulai memasarkan produknya ke Indonesia. Dengan beragam jenis kelebihannya masing-masing, baik dari segi tampilan maupun fitur unggulannya. Diantara yang banyak digunakan belakangan ini adalah smartphone, atau ponsel yang sudah mengadopsi teknologi dari komputer. Sehingga memiliki kinerja yang tidak berbeda dibandingkan dengan komputer, hanya dalam satu kemasaan perangkat kecil. Cari salah satu vendor yang tawarkan kualitas jempolan, coba dengan HP Smartfren murah meriah . Baca lebih lanjut

Tips Blogging: WordPress.com Add-ons for Google Docs

Sudah cukup lama saya tidak menulis tentang tips dan trik blogging. Mengapa? Karena sekarang ngeblog secara teknis sudah amat mudah (?). Apa yang belum saya ketahui lebih mudah adalah bagaimana menulis konten yang baik. Namun dari keduanya baik aspek teknis maupun aspek konten apa yang pasti menjadi alasan saya lama tidak menulis tips ngeblog adalah: kemampuan saya masih begini-begini saja. Kemampuan saya belum terasa lebih baik apalagi fasih, hihi.

Wordpres.com Add-ons for Google Docs beberapa waktu lalu saya baca secara tidak sengaja di media online. Saya lupa apa nama medianya sehingga tidak bisa memberi ucapan terimakasih di sini. Menurut apa yang saya baca saat itu Add-ons ini menawarkan kemudahan bagi blogger dalam berkolaborasi membuat sebuah konten blog. Sebenarnya adalah kemudahan kolaborasi dalam membuat dokumen yang memang merupakan fitur inti dari Google Docs. Add-ons ini sejatinya hanya mendorong dokumen yang dibuat di Google Docs menjadi draft di platform WordPress.com tanpa mengubah atau mempengarui formatting yang dibuat. Seperti ini adalah kefrustasian sendiri bila kita melakukan copy paste konten dari sebuah dokumen, entah itu dokumen Ms Word, Google Docs sendiri, Libre Office dan lain sejenisnya ke editor WordPress.com.

Bagi blogger yang sering mempublikasikan tulisan dari pihak ketiga seperti content placement pun saya yakin Adds-On ini akan menyenangkan. Tinggal buka dokumen yang mereka kirim dengan Google Docs, kemudian aktifkan Wordpres Add-ons. Selesai. Eh belum selesai sebenarnya. Masih perlu mencari artikel yang dimaksud di dalam daftar draft di editor WordPress.com, baru kemudian menekan tombol Publish. Baca lebih lanjut