Menikmati Senja di Jogja Sunset Park

Capturing Sunsut Moment at Jogja Sunset Park (Bukit Paralayang)

Capturing Sunsut Moment at Jogja Sunset Park (Bukit Paralayang)

Jogja Sunset Park merupakan destinasi baru di sisi timur kabupaten Bantul, di sebelahnya Pantai Parangtritis. Atau lebih tepatnya di sisi barat kabupaten Gunungkidul, di Purwosari, di atas Pantai Parang Endog. Penjelasan kedua ini merupakan versi orang Gunungkidul, versi saya, haha.

Meski saya tidak yakin siapa sebenarnya yang mengembangkan Bukit Paralayang sebagai taman matahari tenggelam, sebagai Sunset Park. Anggap saja orang Gunungkidul.

Saya mendengar keberadaan Jogja Sunset Park seingat saya baru menjelang bulan Ramadan kemarin. Saat itu konon Sunset Park ini pembangunannya dikebut agar pada bulan puasa siap menjadi destinasi wisata ngabuburit di kawasan pesisir selatan Jogja.

Bosan menghabiskan akhir pekan dengan berleha-leha tidur, kemarin pagi setelah kira-kira satu jam menunaikan kewajiban recovery run/workout saya tidur sampai kurang lebih jam 12:00, saya pun mulai kepikiran untuk mencari pelampiasan menghabiskan akhir pekan. Salah satu pilihan yang muncul adalah melewatkannya dengan menikmati sunset. Salah satu pilihannya adalah ke Jogja Sunset Park.

Saya mulai bertanya-tanya kepada salah satu teman travel blogger penyuka sunset, Dwi Susanti. Menurutnya Jogja Sunset Park cukup bagus. Apalagi kalau cuaca sedang baik hati, sedang cerah. Apakah situasi di sana ramai pada akhir pekan seperti ini? Jangankan akhir pekan, tidak akhir pekan saja di sana ramai. Kuliner? Di sana tidak ada kuliner khas, paling-paling pop mie. Hewduh, hahaha.

Heavenly Sunset Moment at Jogja Sunset Park

Heavenly Sunset Moment at Jogja Sunset Park

Ini mengerucutkan niat saya. Ke sana untuk menikmati sunset, bukan yang lain. Sunset!

Sebelum memutuskan untuk benar-benar ke Sunset Park, saya menghubungi Evita, apakah ia mau ikut. Pukul 15:30 WIB kami berangkat. Bukan bermaksud kesiangan, ini agar kami tidak tergesa dan bisa menikmati perjalanan kurang lebih 40 km.

Belum pernah ke sana sebelumnya, kami pun hanya menyusur jalan ke arah Parang Tritis. Sampai suatu tempat di kecamatan Purwosari, kami pun mulai mengikuti Google Maps. Ada dua pilihan rute, satu lewat Parangtritis, satunya lewat suatu jalan di Purwosari. Kami memilih rute pertama.

Rute menuju ke sana tidak perlu saya tulis. Toh bila pun saya tulis tidak akan berguna pada jaman dimana gadget dan digital maps telah menjadi budaya sehari-hari.

Rupanya Bukit Paralayang, Jogja Sunset Park ini dekat saja dari Parangtritis. Mungkin sekitar 2 km. Memang jalan ke sana kecil dan sangat menanjak. Untuk mencapai ke sana dengan selamat, dan pulangnya pun selamat, harus menggunakan kendaraan yang prima, dan harus mempunyai rem yang bisa dipastikan pakem.

Untuk memasuki Jogja Sunset Park tidak dikenakan biaya retribusi. Pengunjung yang menggunakan kendaraan hanya perlu membayar biaya parkir. Gratis bagi pengunjung yang ke sana dengan berjalan kaki.

Ada beberapa tempat parkir di Jogja Sunset Park. Saya memilih tempat parkir yang lokasinya paling bawah, dekat dengan Tempat Selfie. Tarif Parkir di sini Rp 3.000,- untuk satu motor. Entah untuk mobil.

Dari tempat parkir pengunjung bisa menuju ke Tempat Selfie atau ke Puncak Bukit Paralayang. Kami memilih yang kedua. Sekaligus untuk mampir ke toilet terlebih dulu. Jalan menuju ke puncak cukup menantang. Selain menanjak brutal, jalan di sana masih merupakan jalan berbatu yang cukup berbahaya. Saran saya bila mau ke sana, gunakan sandal atau sepatu gunung. Bukan mengenakan sandal jepit seperti saya kemarin sore.

Membaur ke dalam Jamaah Sunset di Jogja Sunset Park

Membaur ke dalam Jamaah Sunset di Jogja Sunset Park

Menjelang pukul 17:00 WIB di Puncak Bukit Paralayang, Jogja Sunset Park, sudah ramai oleh pengunjung. Kebanyakan pengunjung sudah duduk-duduk dengan kamera dan tripod masing-masing. Sebagian yang tidak kalah banyaknya asyik berfoto-foto selfie. Kalau berfoto-foto selfie itu gelaja umum yang terjadi dimana-mana ya? 😀

Stand fot Sunset at Jogja Sunset Park

Stand fot Sunset at Jogja Sunset Park

Kami pun membaur ke dalam jamaah matahari tenggelam. Duduk manis dan menghadap ke barat. Ke arah matahari yang mulai memendarkan cahaya warna jingga, masih silau tapi sudah tidak begitu panas, matahari sore yang menciptakan bayang-bayang panjang.

Bukit Paralayang, Jogja Sunset Park ini tempatnya memang asyik. Tempat yang Instagenic. Di sana ada banyak rerumputan, bebatuan, bebungaan aneka rupa, bebuahan dan elemen-elemen spesial yang siap dijadikan bagian komposisi. Saya menikmatinya.

Sunset Party at Jogja Sunset Park

Sunset Party at Jogja Sunset Park

Ini adalah cara lain menikmati sunset. Rombongan turis asing nampak sedang asyik menikmati sunset dengan bermusik rege sambil sesekali meneguk bir.

14102472_10209616398274098_5309146576465515631_n

Kumadang adzan maghrib sayup-sayup terdengar seiring menenggelamnya matahari ke laut Parangtritis. Saya pun segera turun untuk menunaikan shalat di tempat shalat kecil di kawasan Jogja Sunset Park ini.

Dengan menyediakan tempat shalat, pengelola Sunset itu tahu betul bagaimana caranya membuat orang nyaman menikmati matahari tenggelam. Semoga amal ibadahnya di terima oleh Yang Maha Kuasa.

Sebelum meninggalkan Jogja Sunset Park, kami bermaksud menengok sejenak seperti apa sebenarnya Selfie Spot di sebelah tempat parkir itu. Rupanya tempatnya bagus juga. Apalagi situasinya setelah Maghrib. Seperti foto yang paling gelap di atas. Pemandangannya adalah ombak pantai Parangtritis dalam remang-remang, semburat jingga di ufuk barat, kerlap-kerlib lampu perahu nelayan di tengah laut dan lampu-lampu penerangan di kawasan wisata pantai. Benar-menar mengorkestrasi keindahan yang sempurna.

Niat kami tadi hanya ingin sebentar, kenyataanya kami terjebak dalam nuansa betah. Kami jadi berlama-lama di sana, hahaha. Apalagi setelah kami tahu bisa memesan makan dan minum untuk dinikmati sambil menghabiskan sisa-sisa senja sampai tandas.

Untuk memesan makanan di sana, pengunjung bisa meminta bantuan kepada bapak-bapak petugas parkir. Beliau yang akan meneruskan pesanan makanan kita ke warung makan yang terletak di sebelah atas parkiran. Bila pesanan sudah siap beliaulah yang akan mengantarkan makanan itu ke kita.

Harga makanan dan minuman bisa dibilang murah. Kami memesan 2 porsi nasi goreng (salah sutunya dengan ekstra telor), 2 teh panas, 1 jahe panas dan satu porsi pisang goreng. Harganya Rp 36 ribu saja. Makanan dan Minuman yang cukup menemani kami sampai adzan Isya berkumandang …

Iklan

20 thoughts on “Menikmati Senja di Jogja Sunset Park

  1. Gak sekalian ke Goa Langse pak? Cocok buat tracking. Baru tahu juga ini namanya kok jadi Jogja Sunset Park, populernya bukit paralayang sih ya. Kalau nama aslinya sih bukit Watu Gupit.

    • dulu kalau tidak salah pada tahun 2004, saya pernah ke goa langse, sekali. saat itu jalanan turun di tebing menuju ke arah goa sangat brutal 🙂

      jadi pengen ke sana lagi mas

  2. Ke sana lagi kabar kabar mas, kalau pas ga ada kegiatan apa apa aku mau ikutan.
    Sore itu pas cerah bangettt sunsetnya
    Ku pingin ambil gambar yang di taman itu..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s