Candi Risan di Semin, Tapak Tilas Peradaban di Gunungkidul

Pak Joko dan Krismawati di Depan Pintu Gerbang Candi Risan Candisari Semin Gunungkidul

Pak Joko dan Krismawati di Depan Pintu Gerbang Candi Risan Candirejo Semin Gunungkidul

Candi Risan dan Telaga Biru terletak di desa yang sama, Desa Candirejo Kecamatan Semin Gunungkidul Yogyakarta. Seharusnya lokasi candi ini tidak jauh dari lokasi pertambangan batu. Sayangnya Google Maps yang selalu saya andalkan gagal menunjukkan dimana persisnya Risan berada. Solusi yang saya ambil adalah turn by turn bertanya kepada penduduk setempat.

Beruntungnya orang terakhir yang saya tanyai adalah Pak Joko. Beliau kemudian kami ketahui sebagai penjaga situs purbakala Candi Risan. Beliau meminta kami untuk mengikutinya ke situs Risan, membuka pintu gerbang dan mempersilakan kami agar terlebih dulu mengisi buku tamu/buku pengunjung Candi Risan.

Dari buku tamu, kami jadi tahu, bahwa Candi Risan cukup sering dikunjungi. Pengunjung tersering adalah siswa-siswi sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Gunungkidul dan sekitarnya.

Pak Joko berpesan agar setelah kami mengisi buku tamu, kami meletakkan buku itu di atas patung di dekat gerbang. Beliau pamit ingin melanjutkan aktivitasnya di rumah. Saya membujuk Pak Joko agar berkenan kami ajak foto bareng sebelum beliau meninggalkan kami di situs Risan.

Candi Risan Semin Gunungkidul 09

Keterangan yang berisi alamat, koordinat, bentuk, corak, latar dan kode inventaris Candi Risan bisa kita baca-baca di dalam bingkai kaca pada papan yang terpasang di sebelah pintu gerbang. Keterangan ini tersedia dalam dua bahasa, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggiris.

Sebelum melihat-lihat situs candi lebih jauh sebaiknya pengunjung membaca-baca keterangan ini terlebih dulu. Agar kita sudah mempunyai gambaran ketika di dalam situs melihat benda purbakala.

Ada sebuah fakta menarik ketika membaca-baca keterangan yang dipajang di sini. Arca Awalokiteswara pernah dicuri orang pada tahun 1982. Namun akhirnya dapat diketemukan di Singapura dan berhasil dibawa kembali ke Indonesia. Saat ini arca Awalokiteswara disimpan di Balai Pelestarian Benda Cagar Budaya Yogyakarta.

Tidak ada keterangan lebih lanjut dimana Awalokiteswara dicuri. Apakah di sites Risan atau di tempat lain. Ini menjadi keprihatinan dan penyesalan kita terhadap kenyataan tangan-tangan jahil yang demi uang rela melacurkan sejarah, asal-usul dan budayanya sendiri. 😦

Situs Candi Risan di Candisari Semin Gunungkidul

Situs Candi Risan di Candirejo Semin Gunungkidul

Memasuki situs kami disuguhi dengan pemandangan candi dengan bentuk yang sudah tidak utuh lagi. Candi yang berukuran 13 meter x 13 meter ini nampak bak tumpukan atau tatanan batu. Bila tidak tersisa Makara, Kemundak dan Arca akan sulit untuk mengatakan bahwa tumpukan batu itu merupakan sebuah rusakan bangunan candi.

Candi Risan dan Pohon Nyiur

Candi Risan dan Pohon Nyiur

Pun begitu, serakan bebatuan candi ini masih nampak menyisakan keanggunannya. Apalagi ditunjang dengan keberadaan satu pohon kelapa di sisi kanan candi. Di samping reruntuhan candi ada sepetak tanah yang menurut saya menarik. Petak tanah itu bak tanah lapang yang ditumbuhi rerumputan hijau nan memancarkan rasa damai. Bila tak khawatir mengganggu, rasanya saya ingin duduk-duduk di rerumputan hijau itu.

 

Semacam Tumbuhan di Situs Candi Risan

Semacam Tumbuhan di Situs Candi Risan

Saya tidak tahu apa nama dari tanaman ini. Mungkin sejenis bunga penghias tanaman. Saya kira tanaman yang fotogenik ini sengaja ditanam oleh pengelola Candi untuk memberikan kesan cantik yang sejuk.

Memotret Semacam Tumbuhan di Situs Candi Risan

Memotret Semacam Tumbuhan di Situs Candi Risan

Tanaman ini ditanam dengan letak yang teratur di sisi pintu masuk candi. Pun ditata dan dipangkas dengan rapi.

Situs Candi Risan yang bersih dan terawat

Situs Candi Risan yang bersih dan terawat

Bentuk asli Candi Risan seperti apa persisnya sampai saat ini belum bisa diketahui dengan pasti. Mungkin belum cukup data untuk memugar Risan, mengembalikan kepada bentuknya Semula. Apa yang saat ini bisa diduga adalah Risan merupakan candi Budha. Candi yang ada orang menebaknya didirikan pada abad ke-3, lebih tua dari Candi Prambanan.

Terlepas kapan tepatnya Candi Risan didirikan, keberadaan Risan setidaknya menunjukkan bahwa di Gunungkidul terbukti peradaban manusia telah lama ada. Jejaknya jelas. Jauh lebih tua dari Kabupaten Handayani yang baru saja memperingati Hari Jadi ke-185 bulan Mei lalu.

Sepanjang yang kami lihat selama Kamis siang (30 Juni 2016), Candi Risan merupakan salah satu situs purbakala yang paling bersih dan paling terawat. Rumput-rumput liar tidak lagi ada tumbuh di sela-sela serakan batuan candi cagar budaya. Sekelilingnya pun nampak bersih. Dikelilingi oleh pagar bumi dengan pintu gerbang yang selalu terkunci bila pengunjung tidak meminta ijin ke Pak Joko. Papan nama dan keterangan pun terpasang jelas dan deskriptif.

Rasa salut dan hormat kami kepada Pak Joko yang menjaga, merawat dan membersihkan situs Candi Risan di Desa Candirejo, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Semoga Candi Risan selalu terawat agar bisa menjadi sumber belajar bagi manusia untuk menemukan kembali asal usulnya yang mungkin tercecer di sudut-sudut waktu.

Candi Risan Semin Gunungkidul 07

 

Candi Risan menurut saya bagus sebagai destinasi wisata edukasi sekaligus destinasi wisata budaya. Cocok dikunjungi siapa saja, terutama pelajar, mahasiswa, peneliti dan pemerhati budaya.

Untuk memasuki situs Candi Risan saat ini tidak/belum dikenakan biaya retribusi. Parkir di area Risan pun masih gratis.

Bagi pengunjung yang datang dari jauh, bisa menggunakan ancar-ancar Gerbang Selamat Datang Gunungkidul di ruas Jalan Semin – Sukoharjo. Bila sudah menemukan Gerbang yang megah ini carilah SMP Negeri 3 Semin. Ikuti jalan masuk di samping SMP itu. Situs Candi Risan dan Rumah Pak Joko akan ditemukan dalam radius 300 an meter.

Iklan

2 thoughts on “Candi Risan di Semin, Tapak Tilas Peradaban di Gunungkidul

  1. Menarik banget Candi Risan ini, sebab bisa jadi indikator keberadaan komunitas Buddha di tempat tersebut di masa lampau. Kira-kira, apakah dahulunya di tempat ini ada suatu kerajaan kecil bercorak Buddha itu menarik untuk diteliti.

    Senang melihat keberadaan arca di depan pintu masuk yang masih pada tempatnya itu :D.

  2. Ping-balik: Nuansa Kontemplatif di Curug Bangunsari | Gadget, Running & Travelling Light

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s