Sudah (Hampir) Musim Hujan di Gunungkidul

Malam ini, sekitar pukul 23:30 WIB, jalanan yang saya lewati dari kota Wonosari sampai rumah tinggal saya di desa Grogol (Paliyan) sedikit basah. Dan dalam perjalanan saya pulang dari wedangan bersama teman-teman di Wonosari, gerimis masih turun membasahi jaket dan kepala saya. Bau tanah basah sudah mulai tercium dengan aroma yang khas.

Saya suka dengan aroma tanah basah seperti ini. Alhamdulillah. Sekaligus saya bisa mulai sedikit merasa lega. Karena gerimis seperti ini bisa diartikan sebagai tanda musim hujan akan segera tiba. Biasanya.

Menurut prediksi BPPT, di sebagian daerah di Gunungkidul, pada akhir September hujan sudah mulai turun. Diperkirakan hujan akan turun merata pada bulan Oktober. Nah, bukankan sekarang sudah tanggal 25 September. πŸ™‚

Meskipun kemarau pada tahun ini bukan termasuk musim kemarau yang sangat panjang yang pernah saya alami, tetapi dampak dari musim kemarau pada tahun ini sudah dirasakan masyarakat Gunungkidul secara luas.

Memang sekitar sepertiga dari volume sumur milik keluarga saya masih berisi air yang masih cukup digunakan untuk kebutuhan rumah tangga untuk 2 sampai 3 minggu lagi. Keluarga saya belum membeli air tangki. Tetapi banyak sekali tetangga saya yang sudah membeli air seharga antara Rp 60.000 – Rp 80.000 per tangki, yang mana tiap satu tangki air bersih hanya cukup digunakan untuk keperluan rumah tangga selama sekitar dua minggu. Bahkan ada tetangga yang sudah berbulan-bulan membeli air tangki.

Itu baru air untuk kebutuhan rumah tangga. Air untuk kebutuhan pertanian, dimana di Gunungkidul dan di desa dimana saya tinggal kebanyakan penduduknya hidup dari olah tanah, akan lebih panjang lagi ceritanya.

Pokoknya harapan saya musim hujan agar segera tiba. Lebih cepat lebih baik. πŸ˜€

Iklan

5 thoughts on “Sudah (Hampir) Musim Hujan di Gunungkidul

  1. Daerah saya Kalasan Sleman kok belum hujan, ya Mas? Tapi sudah pernah hujan sekali, sih. Saya lupa persisnya kapan. Kalau nggak salah pernah hujan 3-4 mingguan yang lalu. Alhamdulillah sumur bor di rumah saya juga masih bancar airnya.

  2. Ping-balik: Perlakukan Air Seperti Dirimu Ingin Diperlakukan, Demi Kualitas Kehidupan « Menuliskan Sebelum Terlupakan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s