Lampu Bangjo “Moderen”

Count Down Timer Equipped Traffic Light

Count Down Timer Equipped Traffic Light

Gambar di atas adalah apa yang saya maksud dengan Lampu Bangjo Moderen. Kata “Lampu Bangjo” memang kedengaran lucu, tetapi begitulah orang – orang di Gunungkidul dan Yogyakarta menyebutnya untuk menamai suatu Lampu Pengatur Lalu Lintas. Saya menyebutnya “Lampu Banjo Moderen” karena lampu pengatur lalu lintas ini telah dipercanggih dengan tampilan angka yang berhitung mundur menandakan sisa waktu kapan masih harus berhenti dan sampai kapan kendaraan harus terus berjalan. Penghitung angka mundur ini pada jaman saya masih belajar elektronika digital di sekolah di sebut, ya Pencacah Mundur, atau istilah menterengnya Count Down Timer. πŸ˜€

Foto di atas saya ambil siang ini di depan Gedung DPR D yang berhadapan dengan Kantor Pemda Gunungkidul. Dekat dengan Kantor Pos, kantor KUA, dan kantor – kantor pangembating praja yang lain.

Pemasangan Lampu Bangjo Moderen di down town πŸ˜€ kota Wonosari ini tentu akan mencitrakan kota Wonosari sudah canggih dan tidak ketinggalan dari Kotamadya atau Kabupaten lain yang sudah makmur dalam hal memberikan pelayanan kepada masyarakat pemakai jalan. Dengan melihat angka yang berhitung mundur, pelalu lintas bisa memperkirakan kapan harus bersiap menginjak rem dan kapan bersiap dengan hati – hati menginjak/memutar pedal gas. Biar lebih tertib, santun dan enak, gitu.

Walaupun pada kenyataannya para pengemudi yang budiman malah saling adu keras menyalakan klakson ketika digit merah mulai memasuki angka lima. Weleeeh – weleeeeh …

7 thoughts on “Lampu Bangjo “Moderen”

  1. Di Jakarta juga begitu Mas, kalo udah masuk ke detik 5 langsung dech tuch pada bunyi “dit…dit..dit….” tancap gas…gak sabar nunggu jalanan Jakarta yang makin kacau.

  2. Di Denpasar lampu bangjo modern itu kongslet dan mengeluarkan asap. Itu efek dari beberapa hari terkena hujan, jadinya bangjo nya kembali jadul πŸ˜†

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  3. wahhh..bagus dunk kak..
    hihihii..
    jadi inget..

    waktu pertama kali ke gunung kidul itu kan awalnya mo minta anterin temen (meskipun akhirnya nggak jadi karena dia tiba-tiba ada keperluan kerjaan yang mendesak), jadi nyari pinjaman helm. tp temenku bilang “ngopo golek’i helm? neng kono rung ono bangjo ne..”

    bingung deh saya.. bangjo apaan..
    apa maksudnya polisi lalu lintas?
    hahaha..telmi banget saya rupanya!..
    setelah dikasih tau temen kalo bangjo itu singkatan dari abang dan ijo.. alias lampu lalu lintas.

    πŸ˜€ :))

  4. Di Jakarta juga sama sih kaya gitu, belum juga ijo udah tan-tin-tan-tin aja πŸ˜†

    Paling sebel kalo lampu merahnya lama, tapi giliran lampu ijonya sebentar banget. Lampu merahnya 2 menit, lampu ijonya 30 detik saja. Jadi berasa uber-uberan sama traffic light :mrgreen:

  5. di seberang jalan itu ada kantor pos, lah di depannya dulu ada penjual es kelapa muda sama abang becak yang mangkal.Waktu masih smea th 92-95 dulu itu pangkalan favorit saya, duduk minum es kelapa sama ngisep rokok wismilak kretek….wuih asyik banget, sampai2 ada guru bp lewat ga’ tau, sampai sekolahan langsung suruh push up…, wealah komen-nya kok malah oot ya…

  6. Ping-balik: Hitung Mundur di Lampu Lalu Lintas | Gadget, Running & Travelling Light

Tinggalkan Balasan ke dyah Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s