Foto ini, saya ambil di suatu pagi pada bulan Ramadhan yang lalu. Meski lengang di waktu pagi, jalan ini sangat ramai di siang hari. Jalan ini merupakan penghubung utama kota Wonosari ke ibukota propinsi.
Bundaran ini, sepengetahuan saya, sudah dua kali di pugar/dibangun. Bundaran yang pertama di bangun, kelihatannya di danai oleh APBD. Mungkin karena keterbatasan dana waktu itu sehingga bangunan kurang sreg di pandang, juga tidak ada air mancur nya. Maka banguna kedua ini kelihatan lebih adem di mata, ada air mancur dan dengan arsitektur yang lebih ciamikk. Itu ada tulisan BPD karena sepertinya bangunan bundaran itu memang merupakan sumbangan dari Bank BPD.
hhhmmm….jd pengen lihat aslinya…. 🙂
mengenang jaman perjuangan wkt itu ….
maka nya cepetan berkunjung ke sini; hehehe
mas Sujar, pembangunan daerah wonosari kayane soyo suwe tambah mantep aku nyawang melu seneng, katon tambah asri sayange aku jarang mudik, maturnuwun postingnya bagus , ojo lali yen ono barang baru dimuat maneh, 0.. ya sumure suwargi simbah isih agung to?
enggih pak; kalau ada yg baru dan kebetulan saya punya cerita, akan saya posting di blog;
salam
Keren
memang keren 😀
aku asli putra gunung kidul dan saya bangga menjadi warga wonosari
wonosari sekarang tambah bagus rapi,nyaman,
klu lum tau ksna cpt nyoba ksana pasti ga nyesel deh
salam buat warga wonosari terutama buat keluarga yang ada di Desa PAKELJALUK
SALAM dari ARIF di semarang
wonosari memang bagus.. aku cah siyono nongko doyong daerah bataskota.
ok mas sunyono salam kenal dengan saya, sebenarnya saya bocah grogol – paliyan, tapi sehari hari sering main di siyono 😉
lah kuwi kie tempat nongkrongku je mas >>>>>>>>>>>>>