Hati-Hati Berkendara, Jalanan Rusak

Kemarin malam, ketika saya mengendarai sendiri sepeda motor  dari rumah ke Playen, saya merasakan jalan sepanjang kira-kira 5 km yang saya lewati sangat tidak aman. Jalan bergelombang dengan retakan dan lobang dimana-mana. Penerangan di sepanjang jalan pun tidak semuanya bagus. Ditambah lagi air hujan yang mengisi lobang-lobang di sepanjang jalan itu. Saya harus mengendarai dengan sangat berhati-hati bila ingin pulang dengan selamat.

Saya tidak tahu apakah buruknya kualitas jalan antar kecamatan, jalan Playen-Paliyan itu karena terbatasnya anggaran perawatan jalan oleh Pemda atau masalah lain.

Tetapi saya kira, makin ramainya wisata pantai di Gunungkidul turut menyumbang cepat rusaknya jalan kecamatan ini. Betapa tidak, jalan yang dulunya hanya dilewati mobil-mobil kecil seukuran minibus mobil keluarga dan angkot, kini dilewati oleh bus-bus pariwisata berukuran besar. Tahu sendiri berapa bobot bus-bus seperti Karya Jasa, Blue Star, Sar Gede, Gunung Harta dan lain-lain.

Penyebab kerusakan jalan yang saya sebut pada paragraf di atas adalah dampak sebuah kemajuan tentu saja. Kemajuan menggeliatnya industri pariwisata di Gunungkidul. Ini perlu pengertian masyarakat pemakai jalan seperti saya. Sekaligus perlu pemikiran dari pemerintah untuk menentukan kebijakan pembangunan yang paling tepat. Karena saya kira, pemasukan dari retribusi, seramai-ramainya wisata pantai sekarang, belum ada apa-apanya bila akan digunakan untuk pembangunan perbaikan jalan.

Jadi apa yang bisa saya lakukan selain berhati-hati berkendara melintasi jalanan yang makin rusak? Di sisi lain kecelakaan lalu lintas di sepanjang jalan antar kecamatan ini makin bertambah. 😐

 

 

Rasan-Rasan dan Kebetulan

Beberapa hari yang lalu, tepatnya pada hari Jum’at sore, saya menulis posting di sini, posting yang berisi ngrasani teman lama saya. Wawan aka Catur Hambawanto. Tidak diduga tanpa dinyana, Wawan tiba-tiba SMS kalau dia ingin datang dan mengajak main-main ke tempat yang kami kunjungi 12 tahun yang lalu.

Kemarin sore, saya dalam ngomong-ngomong saya dengan simbok, ngrasani penjual ikan air tawar (wader) dari Kali Oya kenapa dia sudah lama tidak menjajakan ikan di depan rumah. Saya kepengin sekali ikan wader goreng. Tidak lama berselang dari rasan-rasan itu, tiba-tiba si penjual ikan wader datang.

Orang Jawa seringkali bilang “wah bakal dowo umurmu“, kamu bakal berumur panjang, terhadap orang yang dirasani yang tiba-tiba muncul seolah dari balik bayangan.

Sejujurnya mengatakan di dalam kehidupan saya banyak sekali peristiwa kebetulan. Di antara adalah dua kebetulan yang saya ceritakan. Dalam hati saya berguman sekaligus saya katakan ke Wawan kemudian, “Kenapa saya tidak rasan-rasan agar ada orang yang memberi saya iPhone 4S, Blackberry Dakota atau seri Nissan Xtrail. 😀

Bila benar orang yang mengatakan kehidupan adalah suatu rangkaian peristiwa kebetulan, maka pasti itu adalah tantangan berat bagi perencanaan dan disiplin. Untuk tidak menjadi rahasia kita, dua hal perencanaan dan disiplin adalah hal yang tidak pernah mudah buat saya. 🙂