Mau Ngasih Duit Pengamen?

Dalam waktu kurang dari 15 menit, di bus “Jaya Sehati” antar kota jurusan Yogyakarta – Wonosari yang tadi siang saya tumpangi, ada 2 kelompok musisi jalanan dan seorang sendirian yang mengamen. Mereka silih berganti membawakan aneka lagu dan diiringi alat musik ala kadarnya. Begitu selesai bernyanyi mereka akan menghampiri penumpang satu demi satu untuk meminta – minta uang. Meski tidak ada kewajiban bagi penumpang untuk memberi duit pada pengamen – pengamen jalan ini.

Tidak satupun dari ketiga kelompok pengamen yang meminta duit pada para penumpang termasuk saya yang saya beri uang ala kadarnya. Biarin saya dibilang pelit. Saya tidak rela merogoh duit walau hanya koin – koin dari tas karena saya pikir merupakan perbuatan yang tidak mendidik. Sebagai penumpang bus, saya merasa tidak nyaman dengan kehadiran pengamen yang sudah suaranya kebanyakan acak adul, masih menghampiri penumpang satu – satu untuk minta duit. Saya kira rasa tidak nyaman ini tidak hanya ada pada saya. Baca lebih lanjut