Lurah Desa Grogol Habis Masa Jabatan

Pada pertengahan tahun 2014 ini, Lurah (atau disebut juga kepala desa) desa dimana saya tinggal telah habis masa jabatannya. Bila umumnya tiap lurah lama habis masa jabatannya segera dilangsungkan pemilihan kepala desa baru, pada tahun ini agak berbeda. Pemilihan Kepala Desa baru atau Pilkades ditunda diselenggarakan karena tahun 2014 ini bertepatan dengan tahun politik, tahun dimana negara sedang menyelenggarakan Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden. Ini barangkali demi alasan stabilitas politik.

Karena lurah lama sudah habis masa jabatannya, sedangkan lurah baru rencananya baru akan dipilih pada tahun depan, tahun 2015, maka ketugasan kepala desa saat ini dipegang oleh seorang Plt (pelaksana tugas). Plt yang dipilih adalah salah seorang perangkat desa, yaitu Ngadiyono. Ngadiyono sehari-harinya merupan seorang perangkat desa yang memegan peranan Kaur Pembangunan.

Hingar bingar Pemilu 2014 ini membuat peristiwa penting di desa Grogol ini tertutupi. Tidak banyak masyarakat yang tahu tentang periode pergantian kepemimpinan di desa ini. Bahkan saya pun baru mengetahui hal ketika seorang teman memposting kabar ini di group pengguna Facebook untuk desa dimana kami tinggal. Kabar tentang adanya acara perpisahan lurah lama dengan warga dan perangkat desa pun baru saya ketahui melalui posting di sosial media Facebook.

Bagi saya, teman-teman pemuda pemudi yang sebagaya dan masyarakat, di desa dimana saya tinggal, habisnya masa jabatan kepala desa ini adalah sesuatu yang dinanti, harapan yang dinanti-nantikan. Kami menginginkan kepala desa yang lebih baik yang bisa memimpin perubahan ke arah kemajuan.

Adanya pergantian kepemimpinan di desa Grogol kami harapkan merupakan pintu masuk untuk tampilnya generasi muda untuk tampil menjadi pemimpin perubahan.