Sebel Menghadapi Sales Masuk Rumah

Memasuki halaman rumah sepulang dari kerja pada siang hari tadi, saya berpapasan dengan seorang cewe cantik yang berjalan meninggalkan rumah saya. Sesampainya di dalam rumah, saya menanyai simbok, siapa cewe itu tadi. Kata simbok, cewe itu mengaku dari kesehatan dan menanyakan tentang penyakit-penyakit yang pernah dikeluhkan oleh keluarga. Simbok menjawab pertanyaan cewe itu kalau keluarga di sini tidak pernah sakit. Kalaupun sakit biasanya hanya flu dan batuk yang akan sembuh dengan sendirinya. Jawaban ini keluar karena gelagat jualan sudah sangat dihafali oleh simbok.

Drama Sales bertamu belum selesai. Episode selanjutnya baru saja selesai. Seorang cowo ganteng mengucap permisi. Dia mengaku dari PT Gasindo beserta menunjukan Surat Ijin dari Kepala Desa. Prasangka kurang baik membuat saya tidak mempersilakan cowo ganteng ini masuk rumah. Sambil berdiri di depan pintu dia menanyakan tentang kompor gas dan konversi minyak ke gas.

Saya tidak habis pikir apa jawaban saya yang singkat padat dan tegas itu kurang jelas sehingga dia akan masuk ke dapur melihat instalasi kompor gas. Tentu saja saya tidak mengijinkan orang yang tidak saya kenal memasuki ruang privasi keluarga kami. Apalagi stigma sales berkelakuan kurang terpuji sudah tertanam di otak saya. Cowo ganteng itu akhirnya meninggalkan area rumah saya dengan berpamitan sambil berapologi. Tahu akan prasangka yang terpancar dari raut muka saya.

Saya akui saya memang tidak bisa sopan bermuka manis dengan sales. Selain membuang-buang waktu untuk berbicara yang tidak perlu, mana ada sih produk bagus yang ditawarkan dari rumah ke rumah dengan cara seperti ini, yang lebih penting genting lagi adalah masalah keamanan. Prasangka saya begini:

Memang benar cowo itu hanya memeriksa instalasi kompor gas dan tidak berhasil menjual apa-apa kepada saya, tetapi bisa jadi cowo itu diam-diam menggambarkan denah rumah, mencatat barang-barang berharga, kemudian mengamati waktu lengah dan merencanakan kejahatan tertentu. Eh ini sih pasti tidak terjadi di rumah keluarga saya. Tidak ada barang berharga yang layak dicuri dirampok di rumah saya. Lebih tepatnya, andaikan cowo itu mendapat kesempatan memasuki rumah para tetangga yang tajir kaya raya.

Ajakan saya: Jangan pernah ijinkan masuk rumah orang-orang yang tidak pernah Anda kenal. Tidak perlu takut dikatai sebagai tuan rumah yang tidak ramah. 😀