Ku Pertaruhkan Nyawa untuk Menjaring Hatimu di Pantai Jogan

Pantai Jogan dan Lelaki Penjaring Hati

Pantai Jogan dan Lelaki Penjaring Hati

“Ku pertaruhkan nyawaku untuk menjaring hatimu, iya hatimu”

Menjelang siang yang  terik di Pantai Jogan. Saat itu saya sedang duduk-duduk di bawah rimbun daun pohon pandan di satu sudut pantai. Tepatnya di bebatuan cadas di sebelah timur  Air Terjun Pantai Jogan.

Merasakan debur ombak pasang dari ketinggian, memandang samudera biru, sambil sesekali melihat beberapa orang yang sedang asyik menantang adrenalin dengan rappelling menuruni tebing yang diguyur oleh air terjun. Baca lebih lanjut