Garmin VO2 max Prediction Bikin Saya Ge-er

VO2 max prediction
VO2 max Prediction/Estimation
 
Saya tidak tahu seberapa akurat angka VO2 max yang ditunjukkan oleh Garmin. Yang jelas saya apriori dengan penuh kemafhuman. Namanya saja prediksi, estimasi, mengira-ira. Ada salah-salahnya itu wajar.
 
Meski dalam hal akurasi saya pertanyakan, namun indikator yang menunjukkan kemajuan jelas membuat senang. Biarpun tidak akurat-akurat amat kenyataannya toh bisa menjadi, bagi saya, sebuah motivator. Bolehlah dalam tiga atau sebelas hal membuat saya ge-er.
 
Setelah berbulan-bulan saya berlari ala kadarnya, tanggal 14 januari ini saya mulai rada-rada serius. Saya niat ingsun bismillah untuk memulai program latihan full marathon untuk Jogmar pada tanggal 15 april 2018.
 
Minggu sore ketika saya mulai lari tipis-tipis sejarak 10K, Garmin begitu saya selesai lari menyodori angka 55 untuk VO2 max. Saya memincingkan mata tak percaya.
 
3 hari kemudian setelah saya selesai berlari, lagi-lagi Garmin ngasih tahu VO2 max saya naik 1 poin menjadi 56.
 
Pagi ini saya lari sampai tingkat agak terengah sejauh 4 K, pace nya biasa saja, 4.32 menit/km. Lagi-lagi pada ujung lari ke 10 saya ini Garmin ngasih tahu VO2 max saya saat ini menjadi 57.
 
Superior untuk rentang usia saya.
 
Saya benar-benar merasa ge-er menyandang predikat VO2 max SUPERIOR. (nah kan saya ketik bold).
 
Padahal untuk mengukur VO2 max beneran ya harus menggunakan peralatan-peralatan yang rumit dan memadai, O2 Supplier, Treadmill, dan VO2 Max meter. Perlu biaya mahal yang mana saya pasti pelit untuk membayarnya.
 
Bukan saya namanya kalau tidak berusaha mencari cara lain yang lebih murah. Saya pun Googling mencari cara mengukur/meng-estimasi VO2 max yang lebih murah.
 
Balke Test adalah salah satu cara pengukuran yang saya temukan di: https://www.brianmac.co.uk/vo2max.htm#vo2
 
Ini sebenarnya cara lama yang sudah digunakan sejak tahun 1960 -an. Kuno sekali. Namun karena gratis jadi sayang bila tidak dicoba.
 
Balke Test adalah berlari secepat mungkin dalam 15 menit agar mendapatkan jarak terjauh. Hasilnya (dalam meter) dimasukkan ke dalam suatu rumus. Rumus itu sudah ditaruh dalam web yang saya sebut di atas. Jadi kita tinggal memasukkan angka jarak, hasil VO2 max sudah keluar.
 
Nah, estimasi VO2 max menurut metode Balke adalah: 54. Angka ini saya dapatkan karena saya bisa mendapatkan jarak sejauh 3800 meter dalam berlari selama 15 menit.
 
Ada selisih 3 di antara VO2 Max versi Garmi dan Versi Balke.
 
Nah, besok saya akan mencoba mengestimasi VO2 max dengan cara lain lagi.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s