Kabut Mudahkan Warga Gunungkidul Melihat Gerhana Matahari

gerhana matahari parsial di gunungkidul.resized

Gerhana Matahari di Gunungkidul

Berniat ikut melaksanakan Shalat Gerhana Matahari di Masjid Ki Ageng Pemanahan di Desa Grogol, pagi ini saya bangun, sarapan dan mandi lebih awal dari biasanya. Hawa dingin dan kabut yang turun menyelimuti desa dimana saya tinggal tidak menghalangi niat saya ini. Kapan lagi saya berkesempatan shalat gerhana matahari bila tidak sekarang. Ini tidak boleh disia-siakan. Menunggu gerhana matahari berikutnya, 30-an tahun yang akan datang terlalu lama.

Bapak dan Ibu saya sudah lebih dulu berangkat ke Masjid. Kira-kira pukul setengah tujuh saya baru berangkat menyusul. Karena menurut pengumuman yang saya dengar, Shalat Gerhana Matahari akan dimulai pada pukul tujuh. Dalam perjalanan saya yang agak tergesa menuju Masjid Ki Ageng Pemanahan, sepintas saya melihat Gerhana Matahari sudah mulai terjadi. Matahari terlihat tipis dibalik kabut.

Berlapiskan kabut, sepintas gerhana matahari ini rasanya bisa dilihat dengan mata telanjang. Rasanya tidak perlu kecamata.

gerhana matahari di gunungkidul sebelum shalat gerhana.resized

Gerhana Matahari di Gunungkidul sebelum Shalat Gerhana

Sambil mengendarai sepeda motor menuju Masjid Ki Ageng Pemanahan sambil mencuri-curi pandang. Dan rasanya matahari yang sedang ditimpa gerhana itu tidak menyilaukan. Meski saya juga tidak berani melihatnya terlalu lama. Saya ingat betul dengan anjuran-anjuran di internet agar Gerhana Matahari tidak dilihat dengan mata telanjang.

 

Jamaah sudah banyak ketika saya sampai di Masjid Ki Ageng Pemanahan. Dari luar jamaah nampak duduk dengan tenang. Hampir tidak ada yang masih duduk-duduk di luar atau sedang dalam perjalanan menuju Masjid. Saya khawatir jangan-jangan shalat gerhana sudah selesai.

shalat gerhana di masjid ki ageng pemanahan desa grogol gunungkidul

Jamaah Shalat Gerhana di Masjid Ki Ageng Pemanahan Desa Grogol

Untungnya saya bertemu dengan Ervan Dwi Prasetyo di depan Masjid. Saya lega ketika diberi tahu Ervan bahwa Shalat Gerhana belum dimulai. Saya pun masuk masjid bersama Ervan dan di dalam Masjid bertemu beberapa orang teman dan jamaah yang lain.

Pukul 07:00 WIB tepat, Shalat Gerhana Matahari di Masjid Ki Ageng Pemanahan dimulai. Bertindak sebagai Imam dan Khotib Shalat Gerhana adalah Bapak H Suhari. Beliau adalah ustadz sekaligus Kepala Desa Grogol yang baru dipilih masyarakat beberapa bulan yang lalu.

Shalat dan Khotbah Gerhana itu sendiri berlangsung singkat dan hitmad. Kira-kira cukup 30 menit saja.

Gerhana Matahari mungkin sampai pada puncak-puncaknya ketika saya dan jamaah yang lain keluar dari Masjid. Berselimutkan kabut, Matahari nampak bagaikan bulan sabit. Mungkin itu gerhana memasuki fase 80%.

jamalah selesai shalat gerhana matahari di masjid ki ageng pemanahan

Jamaah Masjid Ki Ageng Pemanahan setelah Shalat Gerhana Matahari

Saya pun mencoba memotret gerhana. Dengan ponsel saja tentunya. Toh saya memang tidak mempersiapkan diri untuk memotret gerhana. Saya memotret dan sesekali melihat gerhana matahari dengan mata telanjang karena faktor keberuntungan saja. Beruntung di desa saya turun kabut yang cukup tebal sehingga bisa memberikan semacam pelapis atau filter yang sangat mengurangi kontras matahari gerhana.

Tentu saja ini patut disyukuri. Bila sedang apes, bisa saja dengan persiapan memotret gerhana yang panjang dan detil malah sama sekali tidak bisa melihat gerhana. Misalnya teman-teman saya yang sedang berwisata gerhana di Jembatan Ampera di Palembang. Di sana konon, eh konon ya, matahari tertutup oleh asap dari aktivitas produksi PT Pupuk Sriwijaya.

Iklan

8 thoughts on “Kabut Mudahkan Warga Gunungkidul Melihat Gerhana Matahari

  1. Jogja kota, seperti Tugu misalnya, cuacanya cerah. Hampir dipastikan susah sekali menyaksikan gerhana matahari secara langsung.

    Untungnya, saya berbaik hati menampilkan live-preview dari kamera. bihihi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s