Memotret Pelangi di Musim Pelangi

tips memotret pelangi dengan iphone

Pelangi di Musim Pelangi

Menjelang Maghrib kemarin petang, saya sedang nge-teh, bersantai di teras rumah sambil menikmati sore yang sejuk ketika tiba-tiba saya melihat di langit timur ada semburat pelangi. Saya pun langsung meraih ponsel dan bergegas menuju ke tempat yang lapang. Beruntung tidak jauh dari rumah saya ada hamparan persawahan yang cukup lapang, yang memungkinkan saya melihat pelangi dari ujung yang satu ke ujung yang lain.

Tidak mau kehilangan pelangi yang saya tahu munculnya tidak akan lama, saya pun segera memotret pelangi itu dengan iPhone 5s. Saya terus memotret pelangi petang itu dengan dalam berbagai komposisi dan berbagai angel semakin sampai pelangi itu memudar. Harapan saya siapa tahu saya mendapatkan satu atau dua, syukur lebih banyak  foto pelangi yang bagus. Kalau pun tidak mendapatkan foto yang bagus pun tidak apa-apa. Maklum saya hanya menggunakan kamera ponsel.

Nah, kalau kalimat yang terakhir itu tadi memang kalimat alasan yang dicari-cari. hihi.

Seingat saya, pelangi kemarin petang itu adalah pelangi ke-3 yang saya potret pada musim ini. Pelangi pertama (di tempat dan waktu yang hampir yang sama) saya juga berusaha memotret tetapi tidak bisa memotret dengan baik. Saat itu pelangi sudah memudar ketika saya mengetahui ada pelangi itu. Pelangi ke-2, saya menemukannya di dekat Balai Desa Banyusoca dalam perjalanan saya pulang dari Turunan (Watu Payung) Geoforest.

pelangi pada sore hari

Pelangi di Atas Kebun Jagung

Nah, di tengah-tengah banyaknya orang yang berbagi tips dan trik memotret gerhana matahari kali ini, saya akan berbagi tips dan trik memotret pelangi. Biar tidak mainstream. Toh, pelangi bisa muncul kapan saja. Sedangkan gerhana matahari, apalagi GMT hanya akan terjadi dalam rentang waktu puluhan bahkan ratusan tahun di wilayah-wilayah tertentu.

1. Persiapkan Kamera atau Smartphone untuk memotret

Kita tidak akan pernah tahu kapan pelangi akan datang. Umumnya pelangi akan hadir lebih banyak pada musim hujan seperti ini. Bisa sore, bisa pagi, bisa mungkin siang.

Pastikan batere kamera atau smartphone selalu dalam keadaan terisi penuh. Begitupun dengan ruang penyimpan yang ada di dalam kamera atau smartphone. Sisakan ruang kosong yang lega.

Bila senjata memotretnya adalah kamera DSLR atau Kamera Mirrorless, untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, jangan lupa siapkan lensa lebar (wide lenses), tripod dan syukur-syukur sebuah Polarizing Filter untuk menghasilkan warna-warna pelangi yang popping out.

Kemana-mana biasanya kita akan membawa smartphone terbaik kita. Tentu akan memudahkan kita selalu siap memotret pelangi dengan smartphone. Bila dirasa tidak menambah beban bawaan, kamera DSLR dan Mirrorless pun selayaknya dimasukkan ke dalam tas dalam konsisi siap (batere, lensa, filter, tripod).

2. Waspada dan perhatikan sekeliling

Kita tidak akan pernah benar-benar tahu kapan dan dimana pelangi akan datang. Apa yang perlu dilakukan agar tidak ketinggalan momen pelangi menurut saya adalah selalu waspada dan perhatikanlah langit. Terutama bila sedang terjadi mendung, awan dan gerimis.

Berdasarkan pengalaman pribadi saya, pada pagi hari pelangi lebih sering terjadi di langit barat dan pada sore hari kemungkinan pelangi akan lebih banyak terjadi di langit timur. Ini bisa menjadi patokan ke arah langit mana kita akan memperhatikan.

potret pelangi pada pagi hari

Pelangi pada Pagi Hari

Masih menurut pelangaman saya, pelangi pada pagi hari umumnya warnanya akan lebih bagus. Pelangi-pelangi yang saya temukan pada sore hari, apalagi pada akhir-akhir ini, terjadi dengan warna yang lebih lembut, tipis dan kurang kontras dengan awan dan langit.

3. Komposisi

Bagi saya, salah satu jenis foto pelangi yang bagus adalah yang memuat pelangi dari ujung yang satu ke ujung yang lain. Foto seperti itu sulit didapatkan. Apalagi bila kita tidak mendapatkan tempat yang cukup lapang ketika memotret pelangi. Di atas saya ceritakan kemarin sore berlari ke persawahan yang lapang demi foto pelangi.

Untuk mendapatkan foto pelangi dari ujung ke ujung selain mencari tempat yang cukup lapang apa yang sebenarnya bisa dilakukan adalah dengan menggunakan lensa lebar/wide lenses bila menggunakan DSLR atau Mirrorless. Mungkin lensa 16 mm atau 17 mm akan bagus.

Bila menggunakan smartphone untuk mendapatkan foto pelangi dari ujung ke ujung bisa menggunakan fitur Panorama. Memang tidak semua smartphone mempunyai fitur Panorama yang bisa diandalkan. Beruntungnya iPhone 5s punya fitur ini yang bekerja cukup memuaskan. Saya kira Samsung Galaxy S7, Sony Experia Z4, dan sedikit smartphone high end lain bisa diandalkan untuk mengerjakan tugas ini.

10899421_1565493277029136_902536600_n

Ini merupakan pelangi yang saya potret pada Musim Pelangi tahun lalu. Bila karena suatu hal tidak bisa mendapatkan foto pelangi dari ujung ke ujung, menurut saya memotret salah satu ujung pelangi merupakan pilihan. Tinggal pintar-pintar kita mengkomposisikan dengan lingkungan sekitarnya. Misalnya dengan langit, mendung, pepohonan, persawahan, gedung, laut, dan lain-lain.

Tantangan lain dalam mengkomposisikan sebuah foto pelangi adalah kontras yang tinggi. Syukurlah di smartphone (beberapa smartphone high end) mempunyai fitur HDR (High Dynamic Range) yang baik yang bisa menolong dalam kondisi kontras tinggi. Beberapa DSLR malah mempunyai fitur “sticky” dimana kita bisa menggabungkan beberapa foto dengan eksposure yang berbeda untuk menghasilkan foto HDR.

4. Gunakan waktu sebaik mungkin

Pelangi tidak akan datang dalam waktu yang lama. Pelangi umumnya terjadi dalam beberapa menit. Jadi gunakan waktu seefisien mungkin. Dengan berkonsentrasi untuk memotret secara khusuk.

5. Edit/Sunting foto pelangi

Pada era digital ini rasanya amat jarang orang yang begitu saja puas dengan foto yang baru saja dipotret apa adanya. Orang umumnya menggunakan software untuk memaksimalkan foto-foto yang dipotretnya.

Apalagi terhadap foto-foto pelangi. Umumnya foto pelangi perlu disesuaikan komposisinya, perlu diperbaikan di saturasi, kontras, britnes, warna dan sejenisnya. Di Komputer saya suka menggunakan GIMP. Sedangkan di iPhone saya suka menggunakan aplikasi Photo bawaan, bila dirasa kurang puas, saya akan menggunakan Instagram, VSCO, Pixlr, Snapseed dan sejenisnya.

Demikian tips trik singkat saya dalam Memotret Pelangi di Musim Pelangi kali ini. Saya percaya banyak di antara pembaca yang mempunyai trik tersendiri. Jadi silakan berbagi dengan saya. 🙂

Iklan

6 thoughts on “Memotret Pelangi di Musim Pelangi

  1. Ping-balik: Ahaaa, Ada Pelangi di Bulan Juli | Gadget, Running & Travelling Light

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s