Diskusi Seluler Bersama Telkomsel DISETEL

Kemarin, melalui twitter saya dicolek oleh Mas Dito @Bababdito Respati, untuk datang pada Acara berhash tag #DISETEL , Diskusi Seluler Bersama Telkomsel, yang diselenggarakan pada jam 12-15 wib hari Kamis, 1 Desember 2011 di Lantai 4 Grapari Telkomsel – Jalan Jendral Sudirman.

Sampai di venue pada jam 12 wib lebih sedikit. Rupanya di sana sudah hadir beberapa rekan dari media, onliner jogja, teman-teman “jamaah” dan adik-adik siswa-siswi dan mahasiswa pemenang TSC ambassador yang sudah bersiap untuk makan siang sebelum acara dimulai.

Wew, saya terperangah sekaligus terharu pada makan siang itu dijawil oleh Mas Jefri @_uje Cokro Dinomo dan @BababDito. Bagaimana tidak, biasanya hanya saling #nyamber di timeline. πŸ™‚ Sementara @_uje melanjutkan makan siang, saya memanfaatkan kesempatan ini untuk ngobrol-ngobrol dengan salah satu pakar SEO, siapa lagi kalau bukan Mas Antok @suryaden.

Acara inti sendiri dibuka oleh Pak Maryanto. Beliau adalah Branch Manager Telkomsel Yogyakarta-Solo yang baru hampir satu bulan menggantikan Pak Iqbal Adriansah. Hal yang menarik dan menurut saya cukup inovatif dari Pak Maryanto adalah komitmennya untuk memperbaiki layanan data Telkomsel di area Yogya-Solo. Ini kabar bagus.

Presentasi kedua. Ini yang menurut saya paling menarik. Dibawakan oleh seorang Apple Fanboy dengan gaya presentasi Steve Job like. πŸ™‚ Β Siapa lagi kalau bukan Dito @BababDito Respati.

Β Apa yang menarik dari tiap presentasi Mas @BababDito adalah prediksi-prediksi akan arah industri telekomunikasi di masa depan, tentang inovasi, aplikasi yang mungkin dikembangkan dan “potensi” yang tercipta dari aplikasi industri seluler itu. Ini bukan presentasi Mas @BababDito yang pertama kali saya ikuti. Saya pernah menuliskan apa yang dipresentasikan Mas Anindito Respati di @jogloabang beberapa bulan yang lalu di sini.

Berbicara tentang arah industri seluler memang tidak bisa dipisahkan dari evolusi industri ini yang mana dimasa lalu industri seluler identik dengan menyediakan kemudahan bertelepon secara mobile, mulai saat ini ketersediaan koneksi internet dalam tiap-tiap jaringan seluler bukanlah sebuah fitur, melainkan sebuah layanan default. Boleh mulai dibayangkan dari sekarang, beberapa tahun lagi kita tidak akan menelepon melalui channel voice seperti saat ini, semua panggilan yang serba rich content dilakukan di atas internet protocol, semacam voice over ip dan protocol-protocol sejenis.

Saat ini vektor evolusi industri telekomunikasi ke arah mobile broadband sudah cukup jelas. Daily Social menuliskan sebuah laporan yang menyebutkan 40 juta pelanggan telkomsel, hampir 40% seluruh pelanggan telkomsel telah mengaktivasi langganan paket data internet. Lebih lanjut ditulis, dari 40 juta pelanggan internet Telkomsel itu 3,5 juta diantaranya adalah blackberry user dan Β 6 juta lainnya berlangganan telkomsel mobile broadband, Telkomsel Flash.

Menyikapi kebutuhan masyarakat Indonesia akan internet mobile ini, untuk menjawab kebutuhan di kota-kota besar dengan kebutuhan high traffic data, Telkomsel disebutkan berkomitmen untuk mengembangkan 45 broadband city di Indonesia pada akhir tahun 2011 dan 100 broadband city pada tahun 2012. Diberitakan dalam Kontan Online, Telkomsel berencana menggelontorkan 50% Capex untuk penguatan jaringan 3G.

Tidak lupa, pada Diskusi di Grapari itu saya menanyakan apa definisi Telkomsel akan Broadband City. Menurut penjelasan Mas Dito Respati, saat ini ukuran kecepatan mobile broadband untuk pelanggan adalah up to sekian-sekian Mbps. Misalnya Telkomsel Flash Basic berkecepatan up to 1 Mbps. Maka dalam pengertian Broadband city, yang dimaksud broadband akan disediakan standard kecepatan minimal sebagai standard kualitas. Dalam definisi Telkomsel Broadband City, kecepatan minimal itu adalah 256 kbps.

Apa yang saya paparkan di atas adalah baru sebatas network, atau network layer. Itu belum lengkap tanpa berbicara application layer yang akan dijalankan dalam suatu broadband network.

Bila kita pernah mendengar Facebook, twitter dan youtube ya? hehe. Kita tentu saja tidak sabar menunggu lama hanya untuk mengunggah video berdurasi 6 menit ke youtube atau facebook, apalagi kalau terjadi disconnect dan harus mengulang lagi. if you hate slow, me too πŸ˜€

Tentu saja bukan hanya itu aplikasi yang bisa diterapkan di atas jaringan mobile broadband, sebutlah google music, google doc, langit music, dropbox, telkomsel cash, google wallet dan lain-lain. Tidak mungkin semua saya tuliskan di sini. Intinya kedepan banyak hal akan terkonvergensi dan akan terjawab oleh industri telekomunikasi.

Satu contoh kecil dan praktis yang saya impikan untuk menyelesaikan permasalahan yang saya tuliskan beberapa waktu yang lalu di sini dan di sini. Tentang tidak mudahnya memesan tiket kereta api di Indonesia. Saya membayangkan untuk booking dan reservasi tiket kereta api cukup bisa dilakukan via web dan untuk pembayarannya, saya tidak perlu ke ATM atau menggunakan kartu kredit/kartu debet, tetapi cukup dengan account Telkomsel Cash. Saya ingin mengaktivasi Telkomsel Cash. πŸ™‚

Dan untuk dimasa depan ketika saya sudah punya ponsel berteknologi NFC, (hihi, sekarang saya belum punya), saya tidak perlu check in di counter pelayanan di tiap stasiun kereta api, cukup pairing NFC point corner di train station. πŸ™‚ Kalau yang terakhir ini seperti masih mengawang-awang membayangkan PT Kereta Api mengembangkan system yang high tech. πŸ˜€

***

Acara DISETEL itu sendiri diakhiri pada kira-kira pukul 15:00 wib dengan pembagian banyak sekali doorprize dari Telkomsel. Sayang keberuntungan belum berpihak kepada saya. πŸ™‚

Harapan saya ke depan agar Telkomsel untuk sering-sering mengundang media dan komunitas online untuk sekedar ngobrol-ngobrol brainstorming dan bagi -bagi ide akan arah dan inovasi industri telekomunikasi sehingga produk-produk Telkomsel benar-benar merupakan solusi bagi kebutuhan yang terus berkembang di masyarakat.

Iklan

19 thoughts on “Diskusi Seluler Bersama Telkomsel DISETEL

    • Asyiiiik, akhirnya masalah membeli tiket kereta api saya akan segera ketemu solusi canggihnya.

      Tentu saja saya senang sekali diundang untuk menghadiri launching untuk solusi yang sudah lama saya tunggu-tunggu.

      Beneran Mas Babab, saya tunggu launchingnya ya πŸ™‚

  1. Saya kalau ada acara gini-gini, kok gak pernah diundang lagi, ya Mas? Padahal saya deket, lho kalau di Grapari Jogja. He2… Apakah nunggu saya mengkritik dulu kayak kasus BB tempo hari baru diundang, ya? πŸ™‚
    Berarti Mas Jarwadi ikut datang menghadiri acaranya kemarin.

    • Itu karena Pak Joko belum kenal sama Mas Anindito Respati @bababdito. Colek saja di twitter pak Joko. Atau kalau saya sedang mau datang, pak joko saya jawil πŸ™‚

      Acara ini beda orang dengan teman-teman blackberry telkomsel πŸ™‚

  2. acara semacam ini harusnya lebih intensif dilakukan oleh para provider. Jangan hanya dikonsep saja tp minim implementasi.Kasus seperti KA aja sebenarnya lucu banget. Masa’ prsahaan sekelas KA masih tidak melayani secara online….

  3. Ping-balik: Launching Telkomsel Tap Izy di Yogyakarta « Menuliskan Sebelum Terlupakan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s