Petilasan Ki Ageng Giring III, Destinasi Wisata Budaya Paling Magis di Gunungkidul

Makam Ki Ageng Giring III

Makam Ki Ageng Giring III

Oleh masyarakat Gunungkidul, Yogyakarta dan sekitarnya, Petilasan (Pemakaman) Ki Ageng Giring III dipercaya sebagai suatu tempat yang penuh misteri, agung, terhormat, berwibawa bahkan magis.

Di tempat ini Raden Mas Kertanadi (yang kemudian dikenal dengan nama Ki Ageng Giring) dikebumikan. Di kalangan masyarakat beliau dikenal sebagai orang yang berkaitan erat dengan sejarah berdirinya Kerajaan Mataram Islam. Kerajaan yang masih bertahan sampai sekarang. Kerajaan yang wilayahnya ditetapkan oleh Undang Undang sebagai Daerah Istimewa Yogyakarta.

Petilasan Ki Ageng Giring terletak di Desa Sodo, Kecamatan Paliyan, Kabupaten Gunungkidul. Masih satu kecamatan dengan rumah dimana saya tinggal. Hanya beda desa saja. Hanya perlu waktu kira-kira 15 menit mengendarai sepeda motor saya bisa tiba di sana tanpa tergesa.

Sore itu (Minggu, 13 Maret 2016) saya mengajak Tina Latief berkunjung ke sana tanpa memberi tahu terlebih dulu kemana saya akan menuju sore itu.

Lepas Ashar itu suasana magis dengan ramah menyambut kedatangan kami di pelataran parkir. Namun sore yang berkeraguan itu membuat kami bimbang apakah kami akan jadi memasuki kompleks makam apa tidak. Apalagi saat itu Tina dalam keadaan terkejut. Ia tidak yakin saya benar-benar mengajaknya ke pemakaman yang dari luarnya saja sudah terlihat misterius. 
Baca lebih lanjut

Melihat Potensi Wisata di Wilayah Kecamatan Paliyan

Dalam beberapa tahun belakangan ini, desa-desa dan kecamatan-kecamatan di kabupaten Gunungkidul seolah dan memang benar-benar berlomba-lomba untuk mengembangkan potensi wisata di wilayah mereka masing-masing. Tak heran bila dalam waktu yang relatif singkat di kabupaten Gunungkidul bermunculan Desa Wisata-Desa Wisata baru (dewa dewi) dengan potensi andalan masing-masing. Tempat-tempat rekreasi baru pun bermunculan. Baik tempat rekreasi berupa wisata alam, wisata minat khusus sampai wisata budaya dan wisata reliji.

Memang, peningkatan jumlah wisatawan yang berkunjung ke kabupaten Gunungkidul diyakini sebagai sumber baru yang signifikan bagi Pendapatan Aseli Daerah (PAD)  dan telah dirasakan menjadi daya dorong yang kuat bagi perekonomian masyarakat.

Nah, berbeda dengan desa-desa dan kecamatan-kecamatan lain di kabupaten Gunungkidul, kecamatan Paliyan, kecamatan dimana saya tinggal ini masih terasa adem ayem dan kurang greget dalam menggarap sektor pariwisata. Sampai saat ini saya belum pernah mendengar ada Desa Wisata baru atau setidaknya Rintisan Desa Wisata di wilayah kecamatan Paliyan. Tempat-tempat wisata baru yang mungkin muncul di kecamatan ini pun belum pernah saya baca pemberitaannya.

Potensi Wisata di wilayah kecamatan Paliyan sampai saat ini memang boleh dibilang sedikit. Meski tidak bisa dikatakan miskin-miskin amat. Sebenarnya Potensi Wisata di wilayah kecamatan Paliyan terbentang mulai dari Wisata Alam, Wisata Budaya, Wisata Reliji sampai Wisata Kerajinan. Wisata Kerajinan yang saya sebut terakhir ini mungkin kedengaran mengada-ada, tetapi sentra Kerajinan Perak di Desa Pampang dan sentra Kerajinan Bambu dan Perkakas Rumah Tangga di Desa Sodo merupakan contoh kongkrit yang harus dibuktikan dengan mengunjunginya secara langsung.

Di sini saya akan mencoba menuliskan Potensi Wisata yang ada di wilayah Kecamatan Paliyan satu per satu.

1. Bukit Sodong

Keberadaan Bukit Sodong sebenarnya sudah lama kita dengar. Bukit ini pun dulu merupakan salah satu tempat favorit yang sering saya kunjungi pada pagi hari setelah jogging dan pada sore hari untuk menikmati indahnya matahari tenggelam dari ketinggian.

sunset di puncak bukit sodong

Masukkan keterangan

Bukit Sodong terletak persis di sebelah selatan Puslatpur Rindam IV Diponegoro/Akmil Magelang (Pusat Latihan Tempur di Paliyan). Strategis untuk dicapai dengan kendaraan apapun karena dilalui oleh Jalan Raya Paliyan – Saptosari. Baca lebih lanjut