Masuk Angin

Entah karena tidur dengan posisi miring, karena masuk angin, terlalu banyak duduk atau karena sebab lain pundak sebelah kanan saya sakit. Untuk menengok kekiri sulit. Kaku. Gejala seperti ini, atau bapak saya menyebutnya dengan istilah “tengeng” dalam beberapa bulan terakhir ini beberapa kali saya alami. Umumnya gejala seperti ini akan menghilang sendiri dalam beberapa hari. Sekitar 3 hari.

Untuk meringankannya biasanya saya menggosoknya dengan minyak urut atau balsem. Ayah saya terkadang menyarankan saya agar kerokan. Karena bila ia mengalami hal sama, kerokan baginya sangat membantu meringankan rasa sakit tengeng ini. Saya sendiri tidak suka dengan solusi kerokan. Kerokan ini rasanya sakit dan bekas-bekas merahnya itu terlihat ngeri. Merusak permukaan kulit, saya pikir.

Bila saya duduk sakit pundak sebelah kiri saya kali ini kumat. Bila saya berdiri dan berjalan-jalan sakit pundaknya berkurang drastis. Ini menyebalkan. Masa iya saya harus berdiri dan berjalan-jalan terus menerus biar sakit pundak tidak menggejala. Kebanyakan pekerjaan saya minta dikerjakan sambil duduk. Mengetik di laptop tidak bisa dikerjakan sambil berdiri. Membaca-baca dan mengetik akan aneh dan bisa menjadi bahan tertawaan teman-teman bila saya lakukan sambil berdiri atau berjalan-jalan. Kalau sambil tiduran? Entar tidak jadi mengerjakan melainkan kebablasan jadi tidur beneran.

Kali ini saya mencoba menggunakan koyo. Ada yang tidak tahu koyo? Saya tadi membeli koyo Cabe di minimarket sebelah, kemudian meminta teman saya menempelkan di pundak dan di punggung. Dalam beberapa menit tempelan koyo ini mulai memberi rasa hangat, dan makin hangat. Apalagi setelah saya jalan ke dan dari tempat makan siang. Efeknya jadi makin gerah dan berkeringat. Rasa sakit pundak saya sekarang pun berangsur berkurang. Ini buktinya. Saya bisa mengetik posting ini. Padahal tadi menulis komentar di facebook saja tidak nyaman. 😀

Saya tidak tahu apakah setelah efek hangat tempelan koyo hilang sakit pundak saya akan kambuh atau sembuh. Adakah yang punya pengalaman jitu menyembuhkan sakit pundak seperti yang saya derita ini?

Tips Meredakan Masuk Angin

Masuk angin atau gejala flu bisa menyerang siapa saja dan terjadi sewaktu-waktu. Terutama di musim dingin seperti belakangan ini.

Masuk angin biasanya mempunyai gejala seperti sakit kepala, pusing, badan kedinginan, sakit perut, mual dan lain-lain.

Ada banyak cara yang dikenal orang untuk meredakan masuk angin atau gejala flu. Ada yang menggunakan obat-obatan seperti obat flu, jamu penghangat badan seperti tolak angin, antangan atau sejenisnya. Ada yang mengoleskan minyak angin. Kerokan pun populer digunakan untuk mengatasi masuk angin.

Tetapi saya akan membagikan tips tersendiri untuk meredakan masuk angin:

1) Minumlah air hangat secukupnya. Air hangat ini bisa berupa air jernih yang dipanaskan. Bisa pula menggunakan wedang teh atau wedang jahe.

2) Oleskan minyak angin pada perut, leher atau dimana saja dibagian tubuh yang membuat Anda nyaman.

3) Pakailah baju yang tebal, disarankan yang berbahan katun. Panaskan setrika pada suhu sedang. Gosok perlahan-lahan bagian perut, dada, dan bagian tubuh yang Anda rasa dingin. Turunkan suhu setrika bila Anda rasa kepanasan. Oh iya, menggosokan setrikanya di atas lapisan pakaian katun tebal Anda, bukan pada permukaan kulit. Lakukan hal ini sampai tubuh Anda terasa lebih hangat dan nyaman. Ini bisa dilakukan sambil tiduran atau sambil berdiri.

4) Lanjutkan dengan istirahat selama beberapa jam sampai tubuh Anda terasa lebih baik.

Semoga bisa membantu menolong meredakan masuk angin/gejala flu Anda. 🙂