Definisi Lagu Bagus?

Menurut Badai, komposer yang lagu-lagu ciptaannya dinyanyikan oleh Krispatih, ya iyalah secara dia adalah pendiri grup band itu, lagu yang bagus terletak pada kekuatan liriknya. Lagu yang liriknya mengena. Lagu yang bahkan bisa menggambarkan suasana hati yang sedang sedih secara indah.

Mengapa tiba-tiba saya membicarakan Krispatih. Sudahlah!

Krispatih dan Badai bagi saya merupakan bagian dari sebuah peristiwa kebetulan, hehe. Kebetulan saya mendengar omongan Badai ini pada suatu acara di MetroTV yang dipandu oleh Yovie Widiyanto. Saya lupa nama acaranya. Intinya acara itu sedang membahas tentang lagu bagus.

Pendapat lain tentang definisi lagu bagus berasal dari nara sumber yang beken pada era 80-an sampai 90-an, yaitu Fariz Rustam Munaf (Fariz RM) yang nge-top dengan Barcelona -nya. Agak berbeda dengan Badai yang puitis, Fariz mengaku lebih mudah menuangkan perasaannya dalam rangkaian melodi. Jadi lagu bagusnya Fariz RM tentu saja yang melodic, yang kuat secara musikal.

Hmmm. Saya penikmat musik yang tidak bisa menyanyikan lagu dan atau bermain musik. Jadi sebagai penikmat lagu, apa definisi saya tentang lagu bagus?

Sulit bagi saya untuk menjelaskan lagu bagus itu yang seperti apa, karena pada kenyataanya saya suka beberapa lagu yang liriknya cukup bagus yang diiringi musik yang tidak bagus-bagus amat. Sekaligus menikmati lagu-lagu yang musiknya bagus tetapi arti liriknya saja saya tidak tahu. Yang terakhir ini banyak terjadi ketika saya mulai suka lagu bukan berbahasa Indonesia ketika bahasa Inggris saya belum bagus.

Ada lagu yang saya suka karena musiknya, saya dengarkan berulang-ulang dengan riang, setelah tahu liriknya ternyata itu lagu syahdu sedih, dan sebaliknya.

Jaman dulu mencari lirik lagu tidak semudah mengetikan di google seperti sekarang. Kaset-kaset tape lagu barat tidak selalu menyertakan lirik lagu pada sampul kaset.

Kalau contoh lagu bagus versi saya tentu saja mudah menuliskan di sini. Katakanlah Puspa Indah Taman Hati ciptaan Guruh Soekarno Putra yang dinyanyikan oleh Chrisye. Restoe Boemi nya Dewa 19. Hampir semua lagu yang diciptakan oleh James Horner saya suka. Juga lagu-lagu ciptaan Clint Eastwood.

Namun seingat saya, telinga saya bisa mulai terbuka dengan sebuah lagu yang baru pertama kali terdengar adalah karena melodinya, karena musiknya sedang selaras dengan perasaan saya saat itu. Setelah telinga terbuka dan melodi sedikit demi sedikit mengalir masuk, biasanya saya mulai menyimak. Permainan kata-kata di liriknya apakah cukup membuat saya terpesona. Apakah cerita yang dikisahkan pada lirik itu “cukup mengena”?

Kadang-kadang tapi  jarang langka, saya menyukai sebuah lagu karena teman saya ada yang suka duluan, kemudian memperdengarkan kesukaanya akan lagu itu dari sudut pandang dia. Baik dari bagaimana lagu itu “sangat teman saya banget” atau karena misteri jenius yang tersembunyi pada permainan dibalik musik lagu itu.

Lagu-lagu yang jenius biasanya malah baik lirik maupun musiknya sama sekali tidak mengimpresi saya pada “pandangan” pertama. Rasa suka mulai masuk pelan-pelan melalui perulangan. Atau moment yang tiba-tiba terjadi. Sejujurnya saya kesulitan langsung menyukai sesuatu, namun ketika saya terlanjur menyukai biasanya akan susah melepaskanya dari ikatan emosi di dalam diri. 😀

Nah, sekarang saya akan mencoba mendengarkan lagu ciptaan Badai ini:

Apa definisi lagu bagus menurut Anda?