Apakah Desa Grogol Miskin dan Terbelakang?

Beberapa bulan yang lalu, di status facebook teman saya, yaitu Mas Pandu, terjadi diskusi menarik. Tepatnya, obrolan kawan – kawan kampung saya. Obrolan yang mengerucut pada pertanyaan, “Apakah desa Grogol dimana kami tinggal itu terbelakang?” dan “Apakah desa kami itu miskin?

Kali ini saya akan mulai melihat dari kemiskinan. Berbicara mengenai kemiskinan suatu wilayah, dalam hal ini institusi desa, maka  menurut saya salah satu indikator yang cukup relevan adalah keberadaan infrastruktur transportasi dan komunikasi – informasi.

Bagi kawan – kawan yang saya yang dulu dibesarkan mulai dari anak – anak gembala yang kini telah lama merantau Baca lebih lanjut

Muhamad Yunus : Belajar Mempercayai Apa Yang dilihat

Awal bulan Maret lalu, saya sekilas membaca nama Muhammad Yunus muncul di timeline twitter. Muhamad Yunus dipecat dari Grameen Bank, begitu salah satu twit. Karena Grameen Bank bangkrut? Karena kepercayaan Yunus yang berlebihan terhadap orang – orang miskin di Bangladesh?

Baru tadi malam saya sempat, eh ingat untuk mencari tahu penasaran saya akan berhentinya Muhamad Yunus dari Grameen Bank yang ia dirikan di Bangladesh pada tanggal 2 Oktober 1983. Akhirnya saya mendapatkan jawaban tentang Yunus dari sini. Dari halaman berita BBC News Indonesia. Menurut BBC News, Muhamad Yunus diberhentikan dari Direktur Pelaksana Grameen Bank karena menurut Undang Undang di Bangladesh, usia wajib pensiun adalah 60 tahun, sedangkan Yunus berumur 70 tahun. Sudah sangat jompo untuk ukuran pejabat di Bangladesh. Spekulasi lain yang dimuat di BBC News menuliskan pemberhentian ini akibat Yunus berseberangan dengan pemerintahan Liga Awani. Dia pecah dengan PM Sheikh Hasina tahun 2007 ketika berusaha membentuk partai baru. Saham pemerintah sebesar 25% di Grameen Bank cukup untuk mengistirahatkan Profesor Muhamad Yunus.

Untuk mengenal lebih Prof Muhamad Yunus bisa dibaca di halaman wiki di sini.

Tidak penting untuk berpanjang lebar membahas kenapa Yunus berhenti dari Manajemen Grameen Bank. Saya lebih tertarik dengan ide – ide Yunus untuk membebaskan rakyat Bangladesh yang pada saat itu sangat miskin dengan hanya bermodal kemampuan untuk mempercayai orang – orang. Khususnya mempercayai orang – orang miskin untuk diberikan pinjaman mikro, kalau tidak boleh disebut nano 😀 Berikut ini adalah cerita Muhamad Yunus yang saya ambil dari buku The 8th Habits yang ditulis oleh Sthepen R Covey.

[ WARNING: Posting ini sangat panjang, jadi bila tidak tertarik silahkan di skip saja 🙂 ] Baca lebih lanjut