Etika Menulis Email

Saya menghela nafas mendapatkan email yang saya tulis dengan santun, dengan sistematika, dengan kalimat dan typo yang dicermati, oleh suatu organisasi dijawab dengan beberapa kalimat singkat yang bertabur kata-kata singkatan. Pikir saya ini email bukan sms yang harus hemat karakter.

Itu beberapa waktu dulu. Sekarang saya tidak kaget lagi. Sudah biasa.

Rupanya etika menulis email yang saya pelajari di bangku sekolah dulu itu sekarang sudah tidak sepenuhnya berlaku. Harus diakui sekarang orang maunya ‘to the point’, tidak punya waktu untuk berbasa basi lagi. Penyingkatan kata dan kalimat mungkin penting bagi mereka yang menjawab atau menulis email dari mobile device.

Namun saya sendiri masih enggan untuk meninggalkan cara klasik menulis dan membalas email. Saya tidak ingin menulis “Dear Prof XYZ … Thanks you so muuch”

Yes! I am so 90’s 😀