KeyGen buat Photoshop CS 2 dianggap Virus

Siang tadi saya menginstall Adobe Photoshop CS 2 pada Laptop. Setelah proses berjalan setengah saya mendapati bahwa serial number dan activation code ternyata harus didapatkan dengan bantuan Keygen. Menjengkelkanya Keygen tersebut tidak mau jalan gara gara dianggap virus oleh AVG Free 8.0 yang telah lebih dulu menjalankan tugas di Laptop.

Banyak yang saya coba supaya bisa menjalankan Keygen tersebut termasuk dengan menjalankan pada PC berbeda. Sayangnya Keygen hanya bisa menjalankan tugas bila dijalankan pada system yang sama dengan tempat kerja Photoshop CS 2 … aghrrr… Hal lain yang saya coba adalah dengan menjalankan keygen dengan user privilege yang berbeda walaupun hasilnya sama sama nihil.

Sebenarnya saya punya ide untuk men disable AVG 8.0, tetapi karena banyak pertimbangkan saya menunda untuk menerapkan ide ini. Saya tidak yakin apakah CD Photoshop CS 2 tersebut virus free. Dan saat ini saya sedang menggunakan Laptop untuk beberapa pekerjaan mendesak [ walahh sok penting, ga taunya ]

Pilihan saya adalah dengan mencoba coba beberapa menu yang belum tersentuh oleh jari saya. Akhirnya saya menemukan tool exclusion. Untuk meng kecuali kan folder tertentu dari system monitoring dan guard. Bagi yang menggunakan AVG dapat menengok ke Tool > Advance Setting > Resident Shield > Exceptions > Add Path kemudian masuk kan ke folder mana Keygen tersimpan.

Akhirnya terinstall juga Soto Soup pada Laptop ku

[Saya suka banget melakukan apa saja dengan foto foto, membuat graphic, dll dengan Photoshop, rasanya ngga ada yang lebih lebih dari Soto soup]

 

Mau POsting paan ya?

DSC00088 DSC00089

Screen Shoot diatas adalah pengukuran Band width telkomsel flash unlimited saya yang sehari hari saya gunakan untuk chating dan browsing dan lain lain termasuk blogging. Rumah saya berada diluar area layanan 3G/HSPDA makanya saya akrab dengan lingkungan GPRS. Yah lumayan lah 74 untuk download dan 15 upload nya. Kalau saja tidak ada telkomsel flash unlimited di desa saya tak taulah nge net nya akan seperti apa.

 

Pict. yang kedua; apa hubunganya? Susah dicari keterkaitanya. Yang jelas picture tersebut saya take dengan camera ponsel tepat dari teras rumah saya, sambil ngopi, dan blog walking dan chating.

Oh iya, sekalian pict kedua (gardu) adalah ilustrasi kalau saya memang benar benar ndeso. Tapi hebatkan!!! Se ndeso ndeso nya saya bisa bisa nge net kapan saja

SEMANGAT PAGI

 

Hilang dari Friendster

Kemarin saya mencari cari Friendster site teman saya. Saya mencarinya satu demi satu dari sekian banyak friend list yang ada di site saya. Jengkel karena tidak menemukan. Mungkin karena saya tergesa gesa dan tidak teliti. Mencoba mencari Friendster teman tersebut dari List teman saya yang lain. Sekian lama ngubek ubek Friend list banyak teman saya tidak menemukan apapun.

Aneh ya. Kok tiba tiba bisa menghilang tanpa konfirmasi, tak ada e mail notifikasi, bahkan melalui messaging internal di Friendster bahkan.

Saya tidak tau apakah teman saya tersebut menghapus Friendster site nya sudah, atau menghapus saya dan teman teman yang lainya dari Friend List dia. Atau men set kita kita dalam daftar blocked user. Atau Friendster nya yang sedang bermasalah. Ahhhh … semua gara gara Friendster dan ujung nya adalah prasangka yang tak berujung.

Apakah ada dari pembaca sekalian yang pernah mempunyai pengalaman serupa?

Al Qur’an : Asy Syifa

Aku yakin bahwa apa yang diberikan Allah SWT kepadaku merupakan anugerah terbaik. Apapun itu. Sesusah apapun Otak ku memahami itu. Sejujur ujung (syaraf) lidah (anugerah MU) mengirim ke KORTEKS tentang semua kepahitan. Sepilu yang terasakan di dalam dada. Aku yakin bahwa Cinta, Benci, Marah, Takut, semua adalah bentuk bentuk kesempurna an yang Allah SWT karuniakan kepada hamba Nya

Sekali lagi aku bersyukur. Sebagai bagian dari perjalananku untuk menjadi manusia. Menjadi benar benar manusia. Sebagai makhluk (pembelajar)

Sakit itu menyakitkan.

****

[Karena masalah perasaan juga] Aku tidak tahu persis kata kata atau kalimat yang bisa menjelaskan dengan baik apa yang sedang terjadi (dengan perasaan). Rasionalitas yang selama ini menjadi sistem kendali utama seorang aku didapati sedang diambil alih oleh sesuatu yang entah datangnya dari mana. Ahhh itu Bug, Wrong Code, Worm atau Trojan. Entahlah …

Bukan – Bukan itu! Itu adalah kemanusiaan yang sedang kamu cari?

Tapi …

[Pusing mencari cari walaupun sedang tidak tahu apa yang sedang dicari dan entah dimana harus mencari]Utara – Selatan adalah arah yang tidak diketahui dan satu satunya yang dengan pasti menjadi keyakinanya adalah bahwa yang disebut “tengah” selalu berada tepat diantara kiri dan kanan]

Bahwa diantara kiri dan kanan ada kepastian yang disebut “tengah”, dan di tengah sajadah yang terbentang AKU membuka Mushaf Al Qur’an, mengeja ayat demi ayat walaupun tidak sampai satu ruku’. Keyakinan ku adalah :

Al Qur’an : Asy Syifa

Semua hal (termasuk peristiwa dibilik “perasaan”) tidaklah selalu perlu dijelaskan dan mempunyai alasan. Kekuasaan Allah SWT tidaklah mudah untuk dijelaskan seberapapun pengetahuan manusia menaiki tangga tinggi peradaban.

Semangat Pagi

Mempertanyakan Nasionalisme ku

Setelah sekian lama tidak mengikuti upacara, tetapi tadi pagi adalah istimewa. Saya mengikuti. Satu demi Satu acara Upacara dilalui. Tidak ada menariknya (bagi saya) kecuali membosankan. Berbaris, menyanyikan lagu, mengheningkan cipta dan lain lain yang terasa aneh bagi seorang saya. Apalagi yang dikenal dengan Amanat Pembina Upacara. Kuping saya tidak pernah betah mendengar sejak pertama kali mengikuti upacara. Kalau tidak salah pengalaman seperti itu sudah ada sejak saya di Sekolah Dasar. Karena sepertinya Upaca tidak pernah dilakanakan pada Taman Kanak Kanak saya.

Menjelang berakhirnya Upacara. Pada rangkaiana Acara menyanyikan lagu lagu perjuangan dan Nasional. Ahhh… benar benar terasa seperti mata saya baru terbuka setelah tertidur panjang. Saya mendapatkan diri saya sudah lupa dengan beberapa naskah lagu lagu Perjuangan /Nasional yang merupakan simbol simbol Perjuangan dan Ke Indonesia an. Hal – hal yang secara sepontan menanyakan kembali nasionalisme dan rasa kebangsaan …

17 an R Indonesia KU

Yah tak terasa sekarang adalah sehari menjelang 17 an Agustus, waktu begitu cepat sehingga hingar bingar ulang tahun kemerdekaan tidak terasa greget. Mungkin orang orang seperti saya masih terus berjuang untuk bertahan hidup dan melepaskan diri dari belenggu keseharian dan rutinitas.

Tidak ada yang kelihatan istimewa di hari hari menjelang Ultah R I tercinta kita, terutama sepanjang yang terekam dan terasakan oleh saya. Di Desa tempat kelahiran dan menyabung nyawa sampai sekarang. Pagar pagar pekarangan tidak banyak dibenahi, hanya ada 2 atau 3 atau kalaupun lebih pasti tidak banyak. Yah tersama sangat beda dengan tahun 1995 dan sebelumnya. Seorang Jarwadi tidak tau apa sebabnya. Mengapa ya?

Kalau dicari apa yang Istimewa di peringatan tahun ini bertepatan dengan Hari Minggu, yah besok adalah hari Minggu 🙂

User Interface Software SIMNUPTK-R5.2 tidak manusiawi

Setelah mencoba menjalankan SIMNUPTK-5.2 dan mengamati user dan operator entry data di banyak tingkat satuan pendidikan. Maka komentar saya adalah bahwa penembang aplikasi ini nampaknya belum mempertimbangkan Human Interaction. Form data yang komplek dan banyak masih disajikan dengan form standar dengan font kecil kecil, tidak banyak memanfaatkan icon, picon dan graphic.

Sepanjang yang saya pahami aplikasi ini diperuntukan bagi end user (bukan senior IT atau developer), operator di TSP dengan capability yang beragam. Sudah sepantasnyalah release yang akan datang juga memberbaiki user interface dan human interactionya selain memperbaiki bug dan update core aplication lainya.

Akurasi data bukanlah semata ditentukan oleh bagaimana aplikasi memproses setiap data, melainkan akurasi didapat bermula dari data yang masuk. Bila masukan tidak valid maka proses tidak akan menghasilkan keluaran yang semestinya.

Sorry Mbak …. :)

Sorry Mbak …. ?

Yah itulah yang terjadi pagi tadi. Dasar. Sudah haus mode [ON]. Habis Jogging. Mau beli Aqua. Mbak nya sudah dengan ramah mengambilkan. Malah uang nya yang entah tercecer dimana.

Keputusan terbaik : Menjaga diri dan untuk tidak merasa malu [walaupun memang memalukan karena rasaa haus seketika hilang berganti mejadi malu], telp. Sigit agar ambil motor. Pulang untuk ambil uang.

PS : Begitulah … (Life is like dads)