Kopi Panggang dan Joy Run ke Alam Sebelum Puasa Ramadan

Puncak Bukit Turunan, Watu Payung, Panggang, Gunungkidul

Bisa jadi kemarin merupakan lari terjauh saya dalam satu bulan ke depan. Joy Run ke alam terbuka yang memang sudah saya rencanakan sejak cukup lama. Mengingat mulai hari ini sampai 30 hari yang akan datang adalah Ramadan dimana saya menunaikan ibadah puasa sebulan penuh.

Selama berpuasa saya akan tetap berlari. Seperti komitmen yang sudah saya ceritakan dalam posting terdahulu di sini. Namun bukan lari ke alam terbuka dengan jarak yang cukup jauh. Baca lebih lanjut

Tetap Berlatih Lari Selama Puasa, Begini Caranya

Ditanya oleh teman-teman apakah akan tetap berlari selama berpuasa Ramadan, saya menjawab dengan mantab: tentu saja.

Tetap berolah raga selama berpuasa saya tahu tidak mudah. Apalagi Ramadan pada tahun ini bertepatan dengan musim kemarau. Cuaca yang panas dan kering di Gunungkidul di daerah saya tinggal pasti mempengaruhi sistem metabolisme tubuh. Setidaknya suhu yang mencapai 34º pada siang hari akan mempercepat rasa haus dan dehidrasi akan mengancam.

Akan tetapi sama sekali tidak berlatih merupakan ancaman. Berupa menurun bahkan hilangnya kemampuan aerobik dan non aerobik yang telah saya bangun dengan latihan selama berbulan-bulan.

Untuk tetap menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan baik sekaligus menjaga kemampuan aerobik dan non aerobik, pilihan saya adalah dengan membuat beberapa pengaturan dan penyesuaian agar tetap bisa berolah raga dan berlatih lari.

Berikut ini beberapa tips dan cara saya mensiasati berlatih dan berolah raga selama menjalani ibadah puasa Ramadan: Baca lebih lanjut

RACE REVIEW: Patriot Run 2018

Saya pertama kali mengetahui event lari Patriot Run dari digital flyer yang dibagikan di grup whatsapp Gunungkidul Runners. Sempat ragu juga untuk mendaftar lomba ini. Mengingat lomba ini hanya berselang satu bulan dari event Jogja Marathon 2018 dimana saya mengikuti kategori full marathon.

Namun biaya yang murah merupakan godaan tersendiri. Sudah murah masih ada diskon early bird 50%. Jadi saya hanya perlu membayar Rp 50 ribu saja. Biaya yang murah ini mendorong teman-teman di komunitas lari saya berbondong-bondong mendaftar.

Baiklah, akhirnya saya dan 10 teman komunitas saya mendaftar Patriot Run. Anggap saja ini event lomba terakhir sebelum bulan puasa. Toh nanti selama bulan ramadan akan puasa lomba sebulan penuh. Baca lebih lanjut

Menghitung Hitung Berapa Angka Detak Jatung Maksimal (max HR) Kita?

Dalam tulisan sebelumnya saya membahas: tips menjaga detak jantung tetap terkendali ketika berlatih lari. Bagi yang belum terbiasa mengamati detak jantung (heart rate) selama berlatih hal ini mungkin akan menjadi pertanyaan. Detak jantung tetap terkendali itu yang seperti apa?

Detak jantung yang terjaga tetap di rentang angka yang rendah ketika melakukan latihan dengan intensitas tertentu dipercaya lebih baik. Bila dengan intensitas latihan yang kurang lebih sama namun detak jantung berada dalam rentang angka yang tinggi biasanya dianggap sebagai detak jantung yang tidak terkendali. Pemahaman ini mungkin benar.

Menjadi permasalahan adalah berapa nilai detak jantung dianggap rendah dan berapa nilai detak jantung yang dianggap tinggi. Baca lebih lanjut

8 Tips Menjaga Heart Rate Tetap Terkendali Ketika Berlari

Detil statistik di atas bisa dilihat di link ini: https://connect.garmin.com/modern/activity/2676588790

Ketika selesai berlatih saya iseng mengunggah statistik lari ke social media, tidak jarang saya mendapatkan pertanyaan. Bagaimana menjaga heart rate (HR) atau detak jantung tetap tenang dan kalem ketika berlari dalam suatu pace?

Pertanyaan yang sebenar saya sendiri tidak yakin akan ada sebuah jawaban yang pas. Umumnya makin panjang jam terbang kita dalam berlatih, semakin rutin, konsisten dan terprogram maka dengan sendirinya heart rate akan semakin tenang. Seiring dengan kemampuan aerobik yang makin meningkat.

Saya tahu ini bukan jawaban yang memuaskan. Jawaban yang kedengaran generik namun menurut saya yang paling masuk akal. Namun apabila ingin mencoba mengendalikan detak jantung tetap rendah dan tidak bergejolak selama berlari, sedikit tips ini bisa dicoba.

1. Pemanasan yang cukup sebelum berlari

Bila Anda malas melakukan gerakan-gerakan pemanasan sebelum berlari, saya pun demikian. Tak jarang saya berlari begitu selesai mengencangkan tali sepatu. Saya memaksa diri untuk melakukan gerakan-gerakan pemanasan hanya karena tahu betul akan manfaat pemanasan.

Pemanasan yang baik dipercaya akan meningkatkan kerja jantung secara bertahap, meningkatkan sirkulasi darah dan oksigen ke seluruh tubuh secara bertahap, menginisiasi kerja otot dan persendian. Pemanasan yang baik dipercaya bahkan mampu menurunkan berbagai resiko cidera. Baca lebih lanjut

Penuhi Kebutuhan Ramadan dengan Belanja Online Hemat di Tokopedia, Begini Tipsnya

Lantunan ayat suci yang mengalun melalui pengeras suara di masjid-masjid. Alunan yang mengingatkan saya, Ramadhan tinggal 2 pekan lagi. Bulan penuh keagungan yang kita tunggu-tunggu itu akan segera tiba. Ini membuat saya termenung: persiapan apa yang telah saya lakukan untuk menyambut tamu agung ini?

Sebagai seorang muslim, saya tidak ingin menyiakan bulan agung yang penuh rahmat ini. Saya harus menyiapkan diri lahir batin, agar saya bisa memanfaatkan tiap saat di bulan Ramadhan untuk beribadah dan melakukan semua perbuatan yang bernilai ibadah. Salah satu cara saya menyiapkan diri untuk Ramadhan adalah dengan menata ulang aktivitas pribadi, sosial dan profesional.

Pekerjaan-pekerjaan yang banyak menyita energi akan saya usahakan selesai sebelum bulan puasa. Pekerjaan tambahan dan lembur akan saya hindari. Konsekuensinya adalah income saya selama bulan puasa akan menurun. Padahal selama Ramadhan dan Lebaran pengeluaran akan bertambah. Ini yang harus saya siasati: Bagaimana kebutuhan yang meningkat bisa tercukupi dengan baik ketika di sisi lain saya memutuskan untuk mengurangi beban pekerjaan. Baca lebih lanjut