Terus Belajar Menulis

Melalui twitter seorang teman saya, Pall, mengomentari posting saya yang ini. :

Benar juga apa kata Pall,  tulisan saya sendiri saja selama beberapa tahun yang sudah banyak sekali ini belum terlihat semakin baik. Baik isi maupun cara penulisannya. hihi. Padahal salah satu yang saya inginkan dari nge-blog itu sendiri adalah belajar menulis. Belajar menyampaikan gagasan melalui tulisan.

Terus … ? Komentar Pall ini menurut saya gagasan menarik yang perlu saya bagikan di sini. 🙂

Iklan

24 thoughts on “Terus Belajar Menulis

  1. memang bener, mas jarwadi. tidak setiap blogger bisa menulis satu hari satu postingan. saya pernah mencoba akhir tahun yang lalu, ternyata gagal juga, hehe …. yang penting semangat menulis itu yang perlu dijaga, jangan sampai drop, hehe ….

  2. waduh
    blom mikirin mutu tulisan 😀
    menulis saja mengikuti suasana hati
    blom bisa kayak seleblog yang isinya berat2 gimana gituh
    bisa posting stiap hari itu anugrah 😀
    soal isi yaaa … ya ya ya hehehe

  3. Ngga papa, mas. Yang penting jangan berhenti untuk menulis. Kita, kan, ngga pernah tahu tulisan kita membaik/memburuk kalau tidak terus di asah.

    Kalau kata Ali Bin Abi Thalib “Ikatlah ilmu dengan menuliskannya”. Ayo terus menulis

  4. jangan pernah berhenti menulis. berhenti berarti mudur. kalau tulisan di nilai orang jelek ya lumayan kita dapat masukkan. dulu ketika chairil anwar nulis puisi, “aku” dianggap gak bermutu karena orang yang membaca belum memposisikan sudut pandang yang sama. chairil dianggap pembrontak pada zamannya. tidak mengikuti pakem mutu sezamannya. maka ia mengungkapkan ide dan perasaanya,”aku ini binatang jalang…”

  5. saya sendiri ndak pernah mikir apakah tulisan saya memiliki nilai tertentu ato nggak, paling tidak tulisan itu tidak menciderai orang lain, beres. Perkara memberikan kemanfaatan ato tidak, itu adalah bonus yang kita terima dengan lapang dada

  6. jangan pernah berhenti menulis. berhenti berarti mundur. kalau tulisan dinilai orang jelek ya lumayan kita dapat masukkan. dulu ketika chairil anwar nulis puisi, “aku” dianggap gak bermutu karena orang yang membaca belum memposisikan sudut pandang yang sama. chairil dianggap pembrontak pada zamannya. tidak mengikuti pakem mutu sezamannya. maka ia mengungkapkan ide dan perasaanya,”aku ini binatang jalang…”

  7. Waduh, itu komentarnya menohok banget. Tapi, memang harus diakui sih. Yang ngeblog tiap hari itu biasanya tulisannya singkat-singkat. Yang penting update tiap hari. Mungkin karena mengejar update tiap hari itu jadi tulisannya biasa saja. Namanya juga ngeduluin kuantitas daripada kualitas.

    Tapiii… balik lagi ke tema blog sih. Kalau blognya personal bisa kali ya update blog tiap hari. Mau bikin tulisan, gak perlu capek2 riset. Tinggal tulis aja. Nah, yang seperti ini mungkin dinilai oleh teman Mas Jarwadi itu “Ah beberapa orang yg sukses one post a day tulisannya juga nggak tambah bagus kok”.

    Sementara blog yang temanya khusus agak susah mungkin mau update tiap hari. Kan mau riset dulu, baca2 hasil riset dulu, baru nulisnya. Jadi, dari sini mungkin dilihat dari pembaca tulisan si blogger bagus/bermutu.

    Menurutku, mau update tiap hari atau gak, ngeblog sebenarnya bisa membantu kita untuk belajar menulis. Aku percaya itu. Dengan membiasakan menulis tiap hari pasti skill menulis kita bertambah.

    Dan tumben ini komentarku agak panjang. 😕

  8. Saya juga gitu kok mas, masih terus belajar untuk menulis.
    Niat untuk nulis 1 postingan per hari sepertinya sih masih jauh di benak saya.
    Ya..walaupun itu ada di resolusi saya buat tahun ini, ahahha…
    Tapi semoga sih bisa tercapai 😀

  9. Yo mesti ae Mas, tulisane nggak tambah bagus. Wong kemarin (misalnya) Arial 12pt hari ini yo tetep itu, setahun lagi yo tetep itu. Emange tulisan tangan, isoh nambah mlungker2 apik banget.

    😆

    *komen ra nggenah*

    • *Masih Dalam Koridor Komen Ra Nggenah* 🙂

      Sy teringat cerita teman ttg sms yg masuk ke hp opung-nya (batak=kakek).
      Si opung minta balaskan tp teman sy itu gak mau karena sibuk dengan tugasnya. Dengan enteng dia bilang “opung ajalah yg balas”.
      Eh si opung njawab “Aku malu karena dari muda sampe tua kayak gini tulisanku jelek terus” 🙂

      Oalah pung.. pung.. nulis sms kok dianggap kayak nulis dikertas 🙂

      Nyambung nggak ya komennya dengan postingan mas Jarwadi ini hehe..

  10. Kalau saya sih ikut istilah ‘anjing menggonggong blogger tetap berlalu’ mas hehe. Sori kalau terlalu ekstrim, tapi kalau kita mudah putus asa hanya karena sentilan saja ya ngga maju2.

    Baik atau tidaknya tulisan tak melulu dapat dinilai oleh satu orang/kalangan, karena: there are all kinds of writers and all kinds of readers.

    So, nothing to lose. Just write it 🙂

  11. Ping-balik: Belajar Arti Keberanian Dan Kesederhanaan Blogging Dari Ingvar Kamprad | Darinholic dot Com

  12. *Sekedar Menambah Daftar Komen Ra Nggenah Yg di Gagas Mbak Isnuansa*

    Banyak org yang tidak hanya bicaranya gagap, nulis pun gagap
    Tapi, segagap apapun itu, yang penting nulis!
    Itu akan lebih baik daripada tidak samasekali

    Saya s7 dengan komen mas Darin
    Biarkan anjing menggonggong sampe gagap dan kehabisan suara yang penting kita tetap nulis!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s