Mana yang perlu disesuaikan? Alam nya atau Orang nya

Sejak beberapa hari di Minggu kemarin saya merasakan hari hari yang tidak produktif. AC di lab dimana saya sering nyungsep kalau udara kantor memanas tidak bisa difungsikan karena ada kerusakan pada jaringan. Untung hari minggu kemarin teknisi sudah menyelesaikan masalahnya.

Nah setelah permasalahan listrik dan AC sudah selesai. Maka giliran selanjutnya permasalahan lain yang lebih banyak menunggu. Namun demikian biarlah pekerjaan pekerjaan itu menunggu dan saya nge blog dulu.

Perubahan cuaca sejak dulu menjadi keluhan manusia, termasuk saya. Kalau cuaca memanas , mengeluh. Cuaca mendingin pun mengeluh. Apa maunya?. Mengapa manusia tidak suka dengan  terjadinya perubahan?

Saya kira cuaca, entah itu panas atau dirasa dingin itu relatif? Tergantung tadinya sudah nyaman di suhu berapa. Sederhananya kalau sudah merasa nyaman dengan suhu 30 derajat maka kenaikan suhu menjadi 33 akan dirasa sangat panas. Tapi bisa juga 26 derajat dianggap sangat panas bila sudah merasa nyaman di kisaran 22.

Ya kemudian kembali kepertanyaan saya. Apakah sebaiknya tubuh manusia yang beradaptasi dengan perubahan alam atau  manusia menerapkan teknologi untuk menyesuaikan alam dengan keinginan kondisi nyaman manusia. Dan kalau menggunakan teknologi akan sampai sejauh mana teknologi seperti AC yang dipasang di ruangan Lab ini bisa mempengaruhi cuaca dan kualitas hidup manusia?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s