Menikmati Kemolekan Pantai Widodaren

IMG_20170501_140450_613

Pantai Bukit Widodaren

Sebuah pertanyaan untuk saya: Pantai indah itu seperti apa? Jawabanya? Seperti yang selalu saya cari. Suatu pantai yang memiliki perpaduan: debur ombak, pasir putih, tebing karang, pohon-pohon pandan atau pohon-pohon cemara. Dan yang terpenting sepi tak banyak polusi bak pantai pribadi.

Apa yang saya sebut terakhir membuat menemukan pantai-pantai ini tidak terlalu mudah. Bila pun ada biasanya harus dibayar dengan mahal. Bukan dengan uang namun setidaknya dibayar dengan menempuh jalan terjal berlanjut dengan menyusuri setapak menyisir bibir tebing curam.

Salah satu pantai yang sekiranya memenuhi kualifikasi ini adalah Pantai Widodaren. Pantai ini disebut juga dengan Pantai Bukit Widodaren, Bukit Bidadari. Sehampar pantai yang bisa dicari di sebelah timur Pantai Ngrenehan, sebelah timur Pantai Toro Udan.

Dari rumah saya, jalan sampai Pantai Ngrenehan bisa dibilang bagus. Dari Pantai Ngrenehan ke Pantai Widodaren yang membutuhkan tekad dan perjuangan berlebih. Saya masih ingat beberapa tahun yang lalu sempat terjatuh dari motor saat berusaha menujunya. Perjalanan saya Senin pagi bisa dibilang dalam upaya membalaskan perjalanan saya yang gagal itu.

Dengan menahan goda untuk tidak tengok kanan kiri kali ini saya berhasil memarkir motor dengan selamat tak kurang suatu apa. Perlu berjalan kaki kira-kira 20 menit untuk menuju Bukit Widodaren. Nah, dengan jalan kaki ini bolehlah mata lirik kiri kanan menikmati lanskap yang diisi oleh bukit kapur, pohon singkong, kebun tebu, semak belukar, rerumputan dan kandang-kandang sapi milik petani.

Jangan lupa untuk hati-hati dan cermat sepanjang mengikuti setapak menuju Bukit Widodaren. Setapak yang dititi mempunyai banyak percabangan sekaligus minim penunjuk jalan. Sedikit saja insting salah memilih jalan bisa-bisa tersesat. Bisa sih bertanya kepada para peladang, bila beruntung bertemu.

P_20170501_083114

Bila dari pohon-pohon Pandan sudah mulai kelihatan dan bau air laut makin menyengat itu tandanya pantai semakin dekat. Boleh menghela nafas sambil menyeka keringat di jidat dulu.

IMG_20170501_123408_210

Bersiap-siaplah untuk menginjakkan kaki di sebuah bukit yang berselimutkan padang rumput yang menghijau. Saya kemarin merasa beruntung. Rerumputan-rerumputan di sana tiba-tiba berbunga-bunga menyambut kedatangan saya. 😀 Sebuah nikmat yang dipadu dengan pemandangan lanskap pantai selatan dari ketinggian.

IMG_20170501_122815_542

Keunikan Bukit Widodaren yang wajib dinikmati adalah sebuah relung tebing karang. Sebuah relung yang menyuguhkan debur ombak menghantam karang. Pada siang hari pukul 8 deburnya membiaskan cahaya matahari, membentuk bias-bias bak pelangi di siang hari.

Pantai Widodaren, Dimana Sesosok Bidadari Bersembunyi

Widodaren, sesosok Bidadari yang pandai menemukan tempat bersembunyi. Bahkan akhir pekan panjang pun tak akan berhasil menemukannya. Ia bersembunyi di balik deret Pohon Pandan, bertabirkan bebatuan karang. Pengamanan sempurna untuk tubuhnya yang molek.

P_20170501_074357_HDR

Saya dan Wati harus memaharinya dengan berjalan kaki melingkar menyusuri setapak bertaburan onak dan duri. Itu saja? Tidak. Kami masih harus menebusnya dengan menuruni tangga kayu yang nampak melapuk. Hanya lambaian pasir putih bersih tanpa jerawat Pantai Bidadari yang mungil yang membuat segala rasa takut kami tertanggalkan.

Tangga kayu yang kami turuni kemungkinan hanya dibuat dan digunakan oleh penduduk setempat untuk memasang jerat udang.

Sesosok Bidadari di persembunyian sepenuhnya untuk kami saja. Dipadu dengan debur ombak yang membuat nafas naik turun. Betapa tidak. Ketika kami sedang asyik-asyiknya meluruskan kaki di hamparan pasir putih, bisa saja ombak yang mulai pasang tiba-tiba datang menggulung.

Eksotisme Pantai Bidadari tidak berlangsung cukup lama. Kami harus bisa menahan diri untuk berlama-lama di sini. Ombak semakin menjadi-jadi seiring matahari yang meninggi. Kami tidak mau tubuh kami dijilat ombak sebagaimana sandal dan minuman yang kami bawa.

Keselamatan dan nyawa adalah sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kami pun segera meniti tangga yang mengantarkan kami sampai ke pintu persembunyian sang Bidadari. Selamat tinggal Bidadari. Kami akan berganti menikmati keindahan alam cipataan Tuhan dari sisi yang berbeda.

Perjalanan saya berikutnya mungkin ke Pantai Peyuyon dan Pantai Grawah. Jangan khawatir, saya akan membagikan eksotismenya di blog ini. Tunggu saja.

Iklan

5 thoughts on “Menikmati Kemolekan Pantai Widodaren

  1. Ah, itu pantai widodaren kok keren begitu ya mas?
    Ada tebingnya, ada pasirnya juga lumayan eyup. Kapan-kapan mauuu ke sini. Pas waktu itu cuma ke Pantai Peyuyon.
    Penasaran juga sama apa itu pantai yang namanya pakai boyo-boyo?

  2. waowww pemandangan pantai yang sangat indah sekali, pantai ini sangat cocok juga nih buat dijadiin tempat berlibur bersama teman-teman dan keluarga, kapan-kapan bisa nih kesini untuk menikmati keindahan alam di pantai ini hihihi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s