1 Januari 2014

Ketika orang-orang mungkin masih tidur karena semalam begadang merayakan malam pergantian tahun, memotret pesta kembang api atau hanya ngopi-ngopi sambil bedagang dengan teman-temannya, pagi ini alhamdulillah, saya sudah bisa bangun seperti biasa. Tapi setelah bangun, saya juga bingung mau ngapain dengan kondisi badan yang masih pilek dan belum sepenuhnya pulih sepulang dari dirawat di Rumah Sakit selama hampir 2 hari. Jadi saya sejak awal pagi tadi memilih untuk tidak beranjak dari kamar dan internetan saja seperti biasa.

Browsing-browsing membaca apa saja, membaca-baca update-an twitter, melihat-lihat foto-foto di Facebook dan Google+. Biasa sekali ya, tidak ada bedanya antara tahun baru dengan hari yang biasa-biasa saja.

Saya tadi jadi teringat, suatu pagi tahun baru 21 tahun yang lalu. Tepatnya 1 Januari 1993. Saat itu saya dan pemuda pemudi di desa dimana saya tinggal merayakan tahun baru 1991 dengan hiking ke pantai Baron. Jarak antara desa dimana saya tinggal dengan pantai Baron sekitar 30 km. Itu jelas bukan jarak yang dekat bila ditempuh dengan berjalan kaki. Menempuh jarak sejauh itu dengan berjalan kaki memang lelah, cape, tapi pada jamannya ya enak-enak seneng-seneng saja.

Untuk mengusir rasa cape berjalan kaki, kami pada saat itu mengisi waktu perjalanan dengan ngobrol-ngobrol bersendau guru. Ada yang membawa senapan atau ketapel untuk sesekali membidik burung. Ada yang iseng ngembat buah-buahan mangga dan srikaya yang ditemui di sepanjang jalan. Saat itu belum ada camera digital. Kamera film saja masih mahal. Jadi pemuda-pemudi saat itu tidak senarsis sekarang. Pun tidak menempuh perjalanan sambil twitter-an atau facebook-an. Yakali jaman segitu internet mana ada.

Sarana elektronik yang digunakan untuk mengusir kejenuhan adalah radio tape portable yang bertenaga betere. Saya masih ingat saat itu di sepanjang perjalanan apa yang kami dengarkan di radio adalah siaran kelaidoskop yang disiarkan oleh RRI yang dipancarluaskan oleh semua stasiun radio. Selesai kelaidoskop kalau bukan sandiwara radio ya dipastikan dengerin musik dangdut kalau bosan diganti dengan lagu-lagu rock Indonesia. hehe

Sudah ah bernostalgilanya. Alih-alih selamat tahun baru 2014. Semoga di tahun 2014 ini saya makin rajin ngeblog. πŸ™‚

Iklan

5 thoughts on “1 Januari 2014

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s