Air Mineral, Beda Kota Beda Rasa

Bila saya mendapati suatu air minum dalam kemasan, atau lebih umum disebut air mineral, rasanya berbeda dari biasanya maka apa yang biasanya terlintas di pikiran saya adalah: jangan-jangan ini air mineral palsu. Yah. Apa sih yang tidak bisa dipalsukan di negeri ini. Tetapi dalam hal ini air mineral merk Aqua, jangan terburu-buru mengatakan bahwa sedang meminum air mineral palsu.

Pengalaman yang sama baru saja dibagikan Shinta di facebook. Bahwa air mineral “Aqua” yang ia minum berasa tidak sesegar biasanya. Kemudian ia mendapatkan air mineral Aqua yang sedang ia minum menggunakan sumber air dari mata air Cipondok-Subang. Air mineral yang biasanya ia minum berasal dari mata air Gunung Salak.

Aqua dari Mata Air Cipondok - Subang

Aqua dari Mata Air Cipondok – Subang

Saya pun tadi langsung memperhatikan air mineral Aqua di meja saya. Kalau air mineral yang sedang saya minum bersumber dari mata air Sigedang Klaten. Tidak ada yang aneh dari air mineral yang sedang saya minum kali ini.

Aqua dari Mata air Sigedang Klaten

Aqua dari Mata air Sigedang Klaten

Konon peruahaan air mineral mencari sumber-sumber mata air terdekat dengan daerah dimana meraka akan memasarkan Air Minum Dalam Kemasan. Untuk menjaga agar biaya produksi (distribusi) tidak mahal.

Perbedaan sumber mata air ini lah yang membuat rasa air mineral bisa berbeda-beda. Mungkin kualitas airnya juga berbeda. Saya sendiri tidak tahu standard higienis untuk memproduksi Air Minum Dalam Kemasan. Konon air mineral Aqua yang mempunyai rasa konsisten adalah yang dalam kemasan botol yang dijual di restoran-restoran besar. 🙂

Iklan

6 thoughts on “Air Mineral, Beda Kota Beda Rasa

  1. aku sering sih memperhatikan sumber mata airnya, tapi gak tau kalo satu merk bisa beda sumber mata air. Aqua yang paling sering aku minum kalo gak salah yang dari mata air Gunung Salak

  2. kayanya kalau aqua bukan air mineral lagi dhe tapi air minum.. oops kalau gak salah ya itu. tapi sehari-hari aku minumnya itu juga sih karena air tanah disini kurang bagus

  3. saya suka ngerasain perbedaan rasa, tapi gak kepikiran kemungkinan penyebabnya adalah sumber mata airnya.
    mikirnya faktor tempat jualan mempengaruhi rasanya.. misal di warung atau beli di asongan…
    kalo nemu rasa yang gak biasanya pasti buru-buru cek tanggal kadaluarsanya, padahal masih aman kok 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s