Jaman Dulu Hidup Lebih Mudah?

penak jamanku

Entah saya mau mengakui entah tidak, itu tidak penting, posting saya kali ini terinspirasi posting mas Donny Verdian di sini. Dibilang nyontek juga tidak apa-apa. Kenyataannya memang demikian.

Tetapi saya tidak akan sedalam DV dalam mengomentari gambar seperti di atas yang menjadi stiker yang dipasang di angkot-angkot dan gambar yang ditatokan di bokong truk-truk pengangkut barang. Saya hanya ingin sedikit mengomentari gambar yang banyak menggambarkan ungkapan “orang jawa” kebanyakan yang sering saya dengar sejak dulu sampai sekarang.

Bagi saya ungkapan yang mau disampaikan dalam gambar bertuliskan, “Piye Kabare? Uenak jamanku to..” dan tulisan-tulisan lain sejenis merupakan simbol pesimisme yang banyak melanda setidaknya orang-orang yang mudah saya jumpai.

Golek etungan luwih gampang jaman mbiyen“. “Saiki usaha apa-apa sarwa angel, jamane sansaya susah 😦” Kalimat ini juga mudah sekali terdengar dari orang-orang di sekitar saya. Terutama oleh para orang tua. Mungkin ungkapan pesimis anak muda sekarang agak berbeda. Meski saya tidak mengatakan pemuda sekarang lebih tidak pesimis.

Tidak puas dengan kalimat itu, orang-orang lebih jauh mengungkapkan dengan kalimat, “Luwih penak jaman Pak Harto mbiyen..

Sebagai pemuda yang turut berdemonstrasi menuntuk lengsernya rezim Soeharto pada tahun 1998 tentu saja ini merupakan kalimat yang memilukan. Untuk kemudian saya berpikir bahwa pergantian rezim ternyata tidak akan serta merta megubah apa pun pada orang-orang pesimis.

Saya sangat ingat seorang bapak-bapak mengucapkan kalimat “Golek etungan luwih gampang jaman mbiyen“. “Saiki usaha apa-apa sarwa angel, jamane san saya susah 😦” Ia mengucapkan pada sekitar tahun 1996, sebelum pergantian rezim. Bapak-bapak ini tidak pernah jelas menyebutkan kapan jaman ia merasakan gampang nggolek etungan sehingga ia tidak mengeluh.

Kemudian apa benar apa yang dikatakan orang bahwa sekarang nggolek etungan lebih sulit? Karena kenyataannya bahkan saya lihat taraf hidup bahkan bapak-bapak yang saya sebut itu sekarang lebih baik dibanding jaman Pak Harto. Ia telah mempunyai kendaraan sendiri, akses sarana kesehatan yang lebih baik, akses sarana komunikasi yang lebih baik, pendidikan untuk anak cucunya, dan lain-lain.

Pesimisme. Saya tahu itu bukan masalah bapak-bapak itu sendiri, tetapi saya kira sebuah pesimisme sosial kalau saya boleh menyebutnya. Indikatornya ya maraknya gambar diatas distikerkan dimana-mana dan ditatokan di bokong-bokong truk-truk barang.

Bila optimisme dan optimisme kolektif  itu penting, kemudian apa sekarang penyebaran virus pesimisme itu begitu kuatnya di masyararakat. Barangkali butuh suatu social engineering untuk mengkontruksi masyarakat yang lebih optimis, hehehe

Iklan

8 thoughts on “Jaman Dulu Hidup Lebih Mudah?

  1. luih enak jaman biyen/lebih enak jaman dulu.
    kata2 itu berarti sekarang sedang dihadapkan pada tanggung jawab hidup, dan lebih memilih untuk mengingkari keadaan yang ada.. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s