Nonton Di Belakang Layar

Wayang : Di Belakang Layar

Wayang : Di Belakang Layar

Tanpa rencana tanpa dinyana, (sebenarnya saya sudah akan tidur tetapi diampiri oleh teman-teman) semalam saya menonton pergelaran Wayang Kulit/Wayang Purwa. Yang diselenggarakan di Balai Dusun di Kampung sebelah, Dusun Karangmojo A. Yang dibabar oleh Ki Dalang Suko Cermo Menggolo. Dengan lakon: Tambak Bendhung. Ini merupakan cerita Ramayana. Ngomong-ngomong lakon Raden Rama – Dewi Sinta saat ini sudah jarang dilayarkan di dunia pewayangan. Kalah populer dengan cerita-cerita Pandawa di kisah Mahabarata.

Saya tidak akan menceritakan kembali lakon yang dibawakan Ki Dhalang Suko tadi malam. Ada satu hal kecil yang mungkin sudah tergeser dari menonton wayang.

Menonton wayang sejak jaman dulu bisa dilakukan dari dua sudut pandang yang berbeda. Sudut pandang, arah pandang yang umum digunakan banyak orang adalah dari depan. Dari sudut dimana semua kemewahan dan gebyar terlihat. Mulai dari waranggana yang berdandan menor, para penabuh gamelan wiaga, pakaian ki dhalang sampai pada kerlap-kerlip dan pernik wayang.

Wayang: Bendhung Tambak

Wayang:  Tambak Bendhung

Sementara di belakang layar biasanya duduk-duduk para pinisepuhan, para orang tua yang menyimak pergelaran wayang. Biasanya penonton di belakang layar ini adalah mereka yang sudah cukup makan garam dan berderajat pengetahuan lebih. Mereka melihat wayang yang sesungguhnya adalah bayang-bayang. Dan saya perhatikan semalam saya tidak menemukan duduk para pinisepuhan seperti yang saya temui pada jaman dulu, sekitar tahun 1990-an.

Hmmmm.

Saya pun semalam tidak menonton sampai ngebyar, sampai pagi. Saya segera menghangatkan diri dengan membeli wedang ronde.

Wedang Ronde di Peyayangan

Wedang Ronde di Peyayangan

Kemudian pulang.

Iklan

7 thoughts on “Nonton Di Belakang Layar

  1. aku ngga ngerti kalau ada yg bahas wayang, ceritane soal apa mas?
    mungkin pinisepuhannya udah ngga kuat begadang sampai pagi mas sekarang, lebih milih tidur nyenyak aja di rumah 😀

  2. lihat foto fotonya jadi kangen kampung halaman
    dulu di kmapungku sono sering ada pertunjukkan wayang kulit spt ini kalau ada orang yg punya hajatan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s