Kecapean, Stres, Depresi

Saya kemarin sore berkonsultasi dengan dr Cahya Legawa tentang depresi dan obat anti depresan. Karena akhir-akhir ini rasanya saya menemukan beberapa gejala depresi yang menimpa. Tidak bisa tidur (susah tidur). Tidak enak makan, padahal banyak yang nraktir makan-makan. Sering freeze. Kecepatan membaca menurun drastis dan otak tidak bisa dipakai untuk berpikir logis. Untuk memecahkan masalah sederhana saja seolah semua computing power otak tidak mencukupi. Dan sangat sensitif dan mudah marah dengan orang-orang di sekitar saya.

Malam Sabtu kemarin saya emosi tinggi hanya gara-gara suara burung malam. Rasanya saya ingin menyewa snipper untuk mengenyahkan nyawa burung yang bersuara tak henti-henti di kebun saya. 😀

Penyebabnya saya kira karena sejak 3 minggu yang lalu saya sering memaksakan diri untuk menyelesaikan banyak pekerjaan dan keinginan saya dalam waktu bersamaan. Saya sering harus kerja lembur sampai dini hari. Memaksakan tidur hanya 2 – 4 jam per 24 jam sampai beberapa pekan. Tidak tidur sama sekali dalam 24 jam juga pernah beberapa kali.

Mas Cahya kemarin tidak serta merta menunjukan obat anti depresan ke saya, melainkan menyarankan saya untuk kunjugan dokter karena obat yang ditunjukan dr Cahya harus menggunakan resep dokter untuk membelinya. Pikir saya, itu terlalu memakan waktu. Saya kenal baik dengan Mba-Mba apoteker di Apotek terdekat.

Menjelang Magrib, saya ke Apotek. Sayangnya, obat yang disarankan dokter Cahya tidak tersedia di Apotek itu. Saya pikir saya harus ke kota untuk membelinya di Apotek yang lebih besar. Tapi karena saya belum shalat Maghrib dan tidak membawa helm, saya naik motor ke Apotek, saya memutuskan untuk pulang dulu. Saya akan membeli obat ini nanti malam atau besok saja.

Saya mengendarai motor pelan-pelan, mungkin di kisaran kecepatan 40kph. Angin sore menerpa wajah dan kepala saya yang tidak mengenakan helm. Rasanya enak, nyaman dan memberi efek tenang.

Sesampai di rumah, saya shalat Maghrib, setelah itu saya mencoba makan nasi. Tidak habis banyak, tapi sudah dalam porsi agak lumayan. Mumpung masih terasa tenang dan kalem saya ingin segera tidur setelah shalat Isya nanti. Ada sedikit gangguan. Menjelang Isya, ada seorang pemuda dari dusun tetangga yang datang ke rumah untuk meminta bantu men-setting ponsel Android baru  milik pacarnya. 😀

Rencana tidur awal saya agak tertunda. Menjelang jam 9, saya kelar men-setting dan mengajari pemuda ganteng itu mainan Android, baru kemudian Isya dan merebahkan diri di tempat tidur.

Dalam beberapa saat saya sudah tidak merasakan apa-apa. Saya terbangun jam sekitar jam 3 dini hari. Tidur saya pulas sekali steril dari mimpi, alhamdulillah. Kemudian saya mengambil air wudlu dan shalat beberapa rakaat, berdoa, kemudian tidur lagi. Saya bangun pada waktu Subuh dan segera shalat. Baca Qur’an sebentar dan sebagai rasa syukur, saya menulis posting ini. Sekarang saya merasa segar dan enak tanpa bantuan obat anti depresi. Bio cycle saya sudah hampir sebenuhnya kembali ke jalan yang benar. 🙂 Saya sekarang sudah menikmati kicauan kutilang-kutilang bebas di pohon-pohon di pekarangan saya.

Ada yang tidak sengaja saya temukan sambil menulis posting ini. Ternyata dari beberapa benang kusut yang melelahkan itu, permasalahan sebenarnya saya temukan ternyata bukan pada masalah itu. Melainkan cara saya melihat masalah-masalah itu. Masalahnya ada di paradigma-nya. Saya terlalu terjebak pada detil, lupa menangkap big picture -nya. hehe.

Lesson Learned:

  1. Kalau merasakan gejala depresi seperti saya, jangan buru-buru mencap diri depresi. Jangan buru-buru menggunakan obat. Konsultasi dulu dengan dokter atau orang yang punya kompetensi.
  2. Kalau lelah, istirahatlah, jangan memaksakan diri. Itu melawan sunatullah. 🙂
Iklan

6 thoughts on “Kecapean, Stres, Depresi

  1. Terimakasih mas atas inspirasinya. Kita harus memenuhi hak fisik, jasad, dan ruhani kita. Seringkali gangguan kesehatan karena tidak terpenuhinya hak dari tiga komponen diri kita. salam sukses..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s