Sedikit Masalah Privacy di Google+

Apa yang selama ini saya pahami, konten yang kita share di google+ hanya bisa dilihat oleh orang-orang yang kita kehendaki, kecuali kita membagikan suatu konten secara public. Itu benar.

Masalah Privacy yang sedikit mempermalukan saya pada beberapa hari yang lalu, setelah saya pikir-pikir merupakan kesalahan saya sendiri. Ceritanya begini:

Saya meng-upload semua foto dari kamera digital saya ke Google+. Setelah foto-foto selesai diupload, Google+ mencoba mengenali wajah-wajah orang yang ada di foto-foto itu. Google+ menawarkan diri untuk membantu mengirimkan tag request ke seseorang yang ia anggap mirip. Saya menerima tawaran ini. Kemudian saya memberikan Nama Album dan mengatur privacy agar hanya bisa dilihat oleh orang-orang dalam circle tertentu. Selesai.

Beberapa saat kemudian. Mas Ikhlasul Amal tiba-tiba mengomentari salah satu foto dalam Album itu. Mas Amal bilang, kenapa dia yang saya mintai untuk men-tag foto itu. Saya kaget sekaligus merasa malu. Mas Amal tidak berada dalam circle dimana saya berbagi foto itu. Kenapa bisa? Ada masalah apa dengan Privacy Setting milik Google+?

Setelah agak lama sampai tidak bisa tidur memikirkan hal itu. Permasalahanya bisa saya temukan. Permasalahanya adalah face recogniton yang dimiliki Google+ tidak akurat. Kesalahan yang dilakukan Google+ adalah mengidentifikasi wajah seorang wanita dalam foto itu sebagai Ikhlasul Amal. Kesalahan parah menurut saya.

Kesalahan saya yang tidak kalah parahnya adalah saya hanya klak klik tombol next tanpa membaca siapa saja yang diduga Google+ memiliki wajah dalam foto-foto itu. Saya tadi mengira Google+ hanya akan mengirimkan tag request kepada orang-orang yang masuk dalam circle dimana saya berbagi album itu. Ternyata tidak.

Lesson Learned: Lain kali saya tidak akan menggunakan fitur face recognition di Google+ untuk membantu photo tagging dan lebih berhati-hati dalam men-share content di Google+.

Iklan

6 thoughts on “Sedikit Masalah Privacy di Google+

  1. Oh…, saya juga pikir begitu, saya belum pernah memang secara langsung menggunakan teknologi ini. Namun rasanya kalau wajah kita bisa beragam, apa iya dia (Google) bisa mengenalinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s