Kita telah banyak mendengar bagaimana Rasul Muhammad SAW bersedih pada hari – hari akhir pada bulan Ramadhan. Idealnya kita juga bisa ber-I’tiba nabi, dengan memberikan apa yang terbaik di hari – hari menjelang kepergian tamu agung, Ramadhan. Bukan malah sebaliknya, menginginkan Ramadhan berganti syawal dan mengelu-elukan pesta pora berlebaran. Meski ini normal sebagai orang Indonesia. Atau mungkin di negara lain akan mendapati ketidaksabaran orang – orang yang ingin segera ber- Iedhul Fitri.
Kalau saya berhitung betapa banyak nikmat Ramadhan yang tidak bisa dinikmati setelah syawal datang tentu akan ketemu pada angka – angka berdigit banyak. Diantaranya adalah nikmat berbuka, bertaraweh, makan sahur dan lain – lain banyak sekali. Tapi menurut saya yang paling istimewa adalah nikmat tidur siang.
Betapa tidak. Hanya ketika puasa Ramadhan maka saya bisa tidur siang berjam-jam dengan tanpa merasa berdosa dan penyesalan. Tidur siang orang berpuasa dihitung ibadah. Istimewanya bulan Ramadhan. Baru tidur saja diperhitungkan sebagai amal ibadah, apalagi kalau kebajikan yang lain. Pasti pahalanya dilipat gandakan.
Kembali (ke) tidur itu ibadah. Tidur memang bermanfaat untuk mencegah orang melakukan perbuatan keji dan dosa. Utamanya dosa yang kecil – kecil seperti bergunjing, mendownload mp3 secara ilegal dan lain – lain. Ini sih bagi orang yang berkualitas iman pas – pasan seperti saya. Kalau yang sudah berkualitas unggul pasti dikeseharianya sudah bersih tidak melakukan hal – hal tidak terpuji ini. Dan tantangan bagi mereka adalah melakukan tindakan – tindakan yang lebih kongkrit daripada tidurnya orang kebanyakan.
Pernah suatu ketika dalam diskusi dengan seorang teman, bahwa dalam Islam itu berprinsip mendahulukan mencegah hal Mudharat daripada mengejar Maslahat. Saya pikir ini selaras dengan tidur yang akan mengurangi potensi berbuat mudharat bagi saya dan orang dengan iman yang masih perlu di upgrage atau kalau perlu di re-code.
Kesimpulanya, semakin lama saya tidur maka semakin sedikit ke-mudharat-an yang akan terjadi di dunia.
Pertanyaannya, apakah tidur dicacah sebagai amal ibadah hanya pada bulan Ramadhan saja?
[Posting dibuat dengan aplikasi WordPress for Blackberry 1.4.2 yang baru saja diinstall]
Cieh…, Pak Jarwadi sekarang main BB-an di WP :D.
tidur siang selain dibulan puasa berpahala atau tidak belum pernah ada keterangannya mas…
salam hangat sll.
Assalamualaikum mas, maaf baru mampir maklum sibuk
Saya beberapa bulan terakhir ini suka insomnia, jadi memang nggak bisa dibendung lagi malam tidak bisa tidur, walhasil siang hari saya tidur sampai tengah hari… Saya sudah mencoba memperbaiki pola tidur saya, tetapi slalu gagal. Alhamdulillah puasa tetap lancar…