(Jogja) Kendala Penerapan eCommerce

Saya tadi malam secara tidak sengaja mendengarkan talkshow di radio Unisi kalau ga salah di acara IT Channel, ehm temanya : Kendala Penerapan eCommerce.

Saya lupa nama nara sumbernya, yang jelas mereka menyebutkan bahwa kendala penerapan eCommerce (di Jogja) adalah banyaknya kasus carding yang melibatkan orang orang Jogja itu sendiri ( we e e, apa bener ya kalau Bandung dan Jogja itu kawah candra dimuka nya para carder, cracker –mudah mudahan ngga benar). Tapi buktinya banyak situs eCommerce internasional yang memasukan kota Jogja dan Bandung dalam daftar blacklist ( –waduuuuuh)

eCommerce merupakan tuntutan global, pergerakan sebuah perubahan dan pemenuhan kebutuhan manusia ( konon katanya manusia sekarang sudah sedemikian sibuk sehingga untuk pergi ke tempat belanja saja tidak sempat)

Tetapi tantangan yang dihadapi adalah ( katanya nara sumber lhoh, –bukan kata saya) =

  • Kepercayaan yang rendah, baik bagi para penjualnya ( banyak situs eCommerce palsu berkeliaran di inet) dan pembelinya juga ( buktinya banyak carder yang belakangan diketahui atau carder yang kurang beruntung yang tertangkap)
  • Bandwidth yang berharga mahal di Indonesia. Jadi mungkin mereka akan berfikir lebih bila harus mengeluarkan biaya lebih untuk kualitas dan availability yang sama [ yang terakhir ini saya setuju ]

Mencermati poin pertama diatas,saya kok teringat sebuah pemberitaan yang kira kira keluhan kepolisian tentang keterbatasan kemampuan mereka dalam mengurusi cyber crime ini. Kalau saya tidak salah ingat : POLRI memiliki masalah SDM, saat ini SDM POLRI untuk penanggulangan kasus Cyber crime sangat terbatas, kurang adanya pendidikan penanganan cyber crime. Masalah yang lain adalah keterbatasan Teknologi dan Anggaran ( Huuuup )

[ Wah kalau sudah seperti ini artinya hukum rimba dong yang bermain di jagat maya Indonesia, –saya tidak bermaksud memberi informasi bahwa berbuat jahat di internet Indonesia itu peluang tertangkapnya kecil loh, Walaupun disini bebas melakukan apa saja tanpa suluh moral. Tuhan akan senantiasia memintai tanggung jawab kepada semua umatnya ]

OK deh kembali ke LEP TOP

Menurut saya keberadaan eCommerce merupakan tuntutan global, kepentingan semua orang, saya yakin penerapan eCommerce dalam tahap kemajuan dan takan sedikit saja bergerak kebelakang. eCommerce saat ini adalah seperti gejala penolakan penggunaan uang sebagai alat pembayaran pada awal awal peradaban manusia. Dulu ketika semua orang merasa comfort and enjoy dengan transaksi barter tentu saja banyak isu ( termasuk isu genuinty ) yang diteriakan oleh kelompol yang pro kemapanan. Buktinya sekarang semua orang merasa nyaman bertransaksi dengan uang.

eCommerce banyak kendala. Itu adalah tugas kita bersama untuk turut berkontribusi dalam memajukan peradaban. Sekarang kontribusi (solusi) apa yang dapat kita berikan? Kalau sejarah pernah mencatat transisi yang manis dari era barter ke era uang, mengapa kita tidak bisa menghiasi transisi era uang kertas ke era eCommerce.

[ Dua paragraf terakhir sepenuhnya opini pribadi saya. Ada yang salah? Silahkan tulis opini anda disini! ]

Satu komentar di “(Jogja) Kendala Penerapan eCommerce

  1. saya setuju kok, sekarang aj saya lagi bikin makalah penelitian judulnya Pengaruh penjualan online terhadap keinginan membeli konsumen.
    mang byk tukang tepu, org males bli online, kecuali klo namanya uda terkenal ato uda langsung ktemu ama orgnya / tokonya.

    lagi nyari cara buat bikin org tertarik bli online.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s