Race Review Mandiri Jogja Marathon 2024

Virgin marathon saya di Mandiri Jogja Marathon 2017. Tahun berikutnya saya melakukan remidi di jarak yang sama di Mandiri Jogja Marathon 2018. Tahun 2019 saya turun di jarak lomba half marathon dan berhasil sebatas masuk sebagai potensial winner. Tahun 2020 dan 2021 gelombang pandemi membuat saya urung mengikuti event ini. Tahun 2022 saya kembali turun di jarak lomba marathon, sebagai pacer sub 5.30.

Tahun 2023 saya melengkapi koleksi medal dengan turun di jarak lomba 10K Mandiri Jogja Marathon, dan tahun 2024 ini tak dinyana saya kembali turun di jarak marathon.

Sejak diadakan pertama kali sampai tahun ini tidak ada satu pun event Mandiri Jogja Marathon yang luput saya ikuti. Koleksi medal di event yang selalu digelar di Taman Wisata Candi Prambanan ini hampir lengkap. Hanya kurang kategori Fun Run 5K. Mungkin akan saya sempurnakan koleksi Mandiri Jogja Marahon series saya tahun depan atau tahun depannya lagi.

Siapa dulu yang nge-DM menuduh saya sebagai pembenci Mandiri Jogja Marathon? Apakah sudah merasa berpartisipasi di event marathon ini lebih banyak dari saya? 😛

Sebagai pelari yang sudah berlomba di setiap event Mandiri Jogja Marathon dari tahun 2017 sampai sekarang tanpa mangkir sekalipun saya bisa menyaksikan dan merasakan langsung pasang surut dari event ini. Saya seharusnya paham betul mulai dari alur registrasi, pengambilan racepack, mengatur waktu kedatangan dan harus lewat mana untuk menuju race village, bagaimana menemukan musala, toilet, titik start finish, recovery booth, expo & entertainment, dan yang terpenting adalah rute perlombaan marathon yang sudah saya ikuti sebanyak 4 kali.

Kenyataannya? Tidak demikian!

Terutama untuk di bagian terpenting, yaitu rute lomba kategori jarak marathon. Tahun ini rute marathon Mandiri Jogja Marathon kembali diubah. Perubahan yang ke-3 dalam 6 kali penyelenggaraan Mandiri Jogja Marathon. Saya tidak tahu apa alasan panitia mengubah-ubah rute lomba Mandiri Jogja Marathon tetapi yang jelas tahun ini saya merasa rute jarak marathon di Mandiri Jogja Marathon 2022 dan Mandiri Jogja Marathon 2023 -lah yang terbaik. Meski saya akui juga rute tahun ini masih lebih baik dibanding dengan rute pada edisi pertama, kedua, dan ketiga Mandiri Jogja Marathon. Setidaknya pada edisi ke-6 ini saya tidak merasa melewati kandang ayam yang membuat perut saya berontak dan tidak pula melewati jalan makadaman yang menyakiti plantar kaki.

Tahun ini sebenarnya saya tidak berencana untuk berlomba di kategori jarak marathon di Mandiri Jogja Marathon. Sejak jauh-jauh hari saya sudah berencana untuk menikmati event ini dengan berlari half. Agak berbeda dengan tahun – tahun sebelumnya dimana saya mendaftarkan diri secara mandiri melalui jalur registrasi online, kali ini sebagai keluarga Fitbar Athlete Indonesia saya mulanya difasilitasi untuk berlomba di kategori half.

Hanya saja seiring waktu saya dikabari oleh athelete manager saya bahwa kategori half ketersediaannya amat terbatas tetapi tetap akan diusahakan. Sayangnya sampai sekitar h – 60 hari slot half tersebut belum kunjung ada kabarnya.

Tak diduga tanpa dinyana datang suatu brand menghubungi menawari saya untuk menjadi KOL/ Key Influencer Leader untuk produk mereka yang baru saja diluncurkan dan akan melakukan promo sekaligus sponsor Mandiri Jogja Marathon. Saya selain diberi produk OnPoint Iron bone conduction juga difasilitasi dengan slot lomba dengan pilihan kategori jarak 10K dan marathon. Pilihan yang cukup membuat saya galau yang mana kemudian hati saya jatuh di kategori jarak marathon.

Praktis dalam waktu 5 pekan saya harus mengubah program latihan dari sebelumnya menarget kategori jarak half menjadi full. Saya tahu ini tidak mudah tetapi saya yakin: pasti bisa.

Bila orang-orang mengatakan marathon tidak sama dengan 2x half marathon, maka saya akan bilang: jarak lomba marathon itu sebenarnya sama dengan jarak lomba 10K, bedanya hanya pemanasannya saja yang lebih lama. Pemanasan untuk lomba marathon adalah 32K sebelum lomba sebenarnya yang berjarak 10K. 😛

Review Mandiri Jogja Marathon

Dulu saya mengatakan bahwa web registrasi adalah pintu gerbang menuju suatu race event yang berkesan. Meskipun saya mendapatkan fasilitas slot dari sponsor tetap saja saya harus melakukan registrasi secara online dengan bekal kode voucher yang saya dapatkan.

Proses web registration Mandiri Jogja Marathon 2024 menurut saya jauh lebih baik dari edisi-edisi sebelumnya. Saya merasakan web yang lebih responsif dan user experience yang lebih baik, dengan disclaimer saya tidak mengalami bagaimana kepadatan traffic ketika pendaftar-pendaftar sedang melakukan ticket war pada awal-awal pendaftaran. Moflip sebagai provider web registration saya rasa lebih baik dibanding Laga yang digunakan di edisi-edisi sebelumya.

Sosial media, terutama akun Instagram @mandiri_jogmar pada tahun ini dikelola dengan lebih baik pula, dengan design language yang lebih kekinian dan tentu saja jauh lebih rajin menyampaikan informasi-informasi penting mengenai perlombaan. Meskipun tetap ada saja informasi yang saya cari yang tidak saya temukan yaitu: denah race village.

Racepack Collection

Pendopo Agung Royal Ambarukmo selalu digunakan sebagai tempat pengambilan racepack Mandiri Jogja Marathon sejak dulu. Upps saya salah, ternyata pada Mandiri Jogja Marathon 2017 racepack collection bertempat di Hotel Jambu Luwuk – Yogyakarta.

Racepack Collection Mandiri Jogja Marathon 2024 dijadwalkan berlangsung selama 3 hari: Kamis (27/06), Jumat (28/06), dan Sabtu (29/06). Saya memilih mengambil racepack pada hari pertama, Kamis (27/06) dengan pertimbangan saya lebih baik beristirahat sehari menjelang marathon dan dengan pertimbangan puncak antrean akan terjadi pada hari terakhir karena biasanya kebanyakan peserta Mandiri Jogja Marathon berasal dari luar kota.

Benar saja. Tengah hari Kamis itu suasana racepack nampak sepi dan beberapa hal nampak sedang dipersiapkan oleh panitia. Memasuki jalur antrean saya terlebih dulu ditanyai email yang berisi konfirmasi pendaftaran yang ternyata agak susah saya cari karena tenggelam di Inbox. Pencarian berdasar kata kunci “Mandiri Jogja Marathon 2024” tidak serta merta membuat email itu tertemukan. Baru kemudian saya menggunakan kata kunci Moflip dan Confirmation untuk bisa menemukan email yang dimaksud.

Di desk pengambilan racepack confirmation email tersebut segera saya tunjukkan ke petugas, seraya diminta menunggu saya dimintai kartu identas. Beberapa tahun terakhir saya tidak biasa membawa kartu indentitas secara fisik. Saya pun menunjukkan KTP Digital/bukan scan atau foto KTP fisik, melainkan aplikasi Identitas Kependudukan Digital. Petugas nampak ragu sampai saya menjelaskan bahwa IKD adalah dokumen hukum yang sah dan saya biasa menggunakannya untuk berbagai keperluan.

Proses pengambilan racepack berlangsung cepat. Saya pun segera berjalan menuju sisi barat Pendopo Royal Ambarukmo untuk mencoba cek Bib di booth yang tersedia. Tentu saja sambil membuka apa saja isi racepack lomba yang biaya registrasinya hampir Rp 1 juta itu.

Isi racepack terpenting tentu saja Nomor BIB dengan chip rfID yang terisi dengan benar, race jersey dan beberapa produk sponsor seperti 1 pcs fitbar, ISOplus, Kara Air Kelapa, Minuman sirup botol, permen hexos, handuk kecil, dan aneka voucher yang tidak pernah saya manfaatkan.

Expo di area Racepack Collection pada tahun ini berada di halaman pendopo. Beberapa yang saya kunjungi diantaranya adalah booth Volt and Fast, booth Fitbar, booth Strive, booth OnPoint, beberapa booth anak usaha Bank Mandiri, booth – booth kuliner lokal dan tentu saja yang saya manfaatkan adalah booth booth foto yang banyak tersedia, mumpung tidak antri.

Race Village dan Start Line

Jadwal shalat subuh untuk Jogja dan sekitarnya adalah jam 04.30 WIB sedangkan jadwal waktu start adalah jam 04.45. Sangat mepet. Itulah kenapa sejak awal saya merencanakan bagaimana mengatur waktu seefektif mungkin untuk bagaimana tiba di race village, drop bag, toilet, shalat subuh, dan start tepat waktu.

Menginap di Vila Joglo Ibu yang terletak sekitar 8km dari kawasan TWC Prambanan saya berangkat sekitar pukul 03.45 wib. Perjalanan 8 km yang saya kira bisa ditempuh kurang dari 15 menit ternyata memerlukan waktu hampir 30 menit karena jalur mobil menuju parkir utara TWC cukup crowded dan macet. Ini membuat saya tergesa-gesa turun dari mobil dan langsung berlari-lari kecil menuju race village.

Saya pun segera bergerak mengidentifikasi tempat-tempat penting seperti tenda drop bag, toilet, musala dan lain-lain. Pertama tama tentu saja saya menitipkan sebagian bawaan di tenda drop bag, kemudian mengidentifikasi musala, kemudian ke toilet.

Ada sedikit antrian di toilet, tetapi masalahnya adalah air di toilet yang tidak mengalir lancar. Beruntung saya telah mempersiapkan satu botol besar air mineral yang bisa saya gunakan untuk membersihkan diri dan berwudhu. Saya mengucapkan terima kasih kepada pelari mbak – mbak yang membantu menuang air mineral untuk wudhu.

Tahu kalau jarak tenda musala ke start line tidak dekat, saya berusaha mencari tempat lain di dekat start line yang bisa digunakan untuk shalat subuh. Sekali lagi saya merasa beruntung karena telah mempersiapkan diri dengan membawa sarung dan sajadah.

Start line gate belum dibuka ketika saya tiba di sana. Mungkin saat itu -10 menit sebelum flag off marathon. Beruntung peserta marathon Mandiri Jogja Marathon 2024 nampak tidak banyak. Apalagi saya mengenakan bib berprefix A, artinya saya adalah pelari yang bisa berdiri di Pen A sehingga bisa masuk melalui jalur yang sudah ditentukan.

Pen A berarti saya akan berdiri di barisan terdepan para pelari. Di Pen A ini saya merasa seperti berada di tengah-tengah keluarga atau kawan – kawan sendiri. Saya kenal baik dengan hampir semua pelari yang berdiri di Pen A. Sebut saja Adrian, Maya, Polni, Sheila, Debby, Risa dan lain-lain. Suasana tegang menjelang race sirna tergantikan dengan euforia dan selfie sana selfie sini. Ini menyenangkan sekali meskipun saya kurang merasakan Mandiri Jogja Marathon 2024 sebagai event yang besar. Ya memang peserta kategori Marathon secara keseluruan kurang dari 400 orang, mungkin sekitar 300 an sekian-sekian.

Didahului dengan beberapa sambutan singkat yang saya tidak menyimak apa yang mereka katakan dan ritual menyanyikan Lagu Kabangsaan Indonesia Raya, flag off kategori marathon Mandiri Jogja Marathon 2024 dilakukan secara tepat waktu oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Rute Marathon Mandiri Jogja Marathon 2024

Di kilometer – kilometer awal para pelari maraton melewati jalan remang-remang bila tidak mau dikatakan gelap. Saya berlari menikmati kilatan-kilatan lampu flash ratusan fotografer yang berusaha menyambar momen marathon itu. Di beberapa titik bahkan saya menemukan fotografer yang terlihat sangat niat dengan mamasang instalasi lighting.

Rute remang-remang itu tidak sepenuhnya jalan aspal yang mulus. Kaki saya sempat merasakan beberapa jlegongan yang cukup menguji kekokohan kaki. Kalau tidak salah ingat ada satu titik remang dimana seorang marshal berpenerangan lampu ponsel mengingatkan para pelari bahwa terdapat jalan berlobang di sekitarnya.

Rute marathon terbilang cukup bersih dari lalu lintas. Berlari dengan average pace 4.55, sampai KM 21 amat jarang saya berpapasan dengan kendaraan bermotor. Bila sesekali berpapasan biasanya adalah warga lokal yang melintas, orang pergi ke sawah, atau satu dua pedagang sayur yang sulit diingatkan oleh petugas/marshal.

Hampir di setiap perempatan nama saya disebut marshal yang kebanyakan memang kawan – kawan saya sendiri. Ini energi tersendiri yang membantu saya berdamai dengan tanjakan yang memanjang sampai sekitar km 26. Tanjakan sepanjang ini bagi saya sanget menguji betis, paha, dan pinggul.

Tetapi ujian yang gagal saya selesaikan dengan baik bukan di bagian itu. Setelah km 30 mungkin sampai km 28 merupakan turunan yang cukup curam. Bila sebelumnya saya merasa sudah menang ketika berhasil menaklukan tanjakan, justru di tanjakan ini kaki saya sudah mulai oleng dan goyah. Paha saya mulai merasakan sakit, betis rasanya mulai kaki, dan lutut terasa bergetar tiap kali kaki menapak. Di bagian ini berlari 12 km dalam satu jam yang biasanya sangat mudah saya lakukan ternyata hanya ilusi. Kenyataannya kini saya terpaksa jalan lari jalan lari daripada memaksakan diri namun berakhir kaki kram atau cidera.

Terlepas dari tanjakan dan turunannya kualitas jalan yang dipilih sebagai rute marathon Mandiri Jogja Marathon 2024 menyisakan sebagian jalan dengan aspal yang kurang baik. Jalan aspal berlobang, ruas jalan kecil dengan kontur miring, tambal sulam dan bahkan melewati jalan di tengah area pertambangan.

U turun kurang lebih 800 meter menjelang garis finish rasanya juga tidak asyik. Rute marathon yang berbagi dengan rute half menurut saya juga tidak asyik. Apalalagi rute yang beririsan ini cukup panjang. Saya merasakan betapa capenya harus zig zag berlari menghindari pelari-pelari half marathon yang kebanyakan berjalan santai, foto foto selfie dan ngobrol bergerombol memenuhi jalan.

Water Station

Di bagian awal, water station tersedia setiap 2,5 km, kemudian entah saya lupa sejak kilometer berapa, water station tersedia lebih rapat di setiap 2 km. Di setiap water station menyediakan air mineral dan isotonic bermerk Isoplus yang dituang ke dalam cup – cup kertas. Baik air mineral maupun isoplus disajikan baik di suhu normal maupun suhu dingin (iced). Kali ini saya tidak menemukan wedang Isoplus seperti yang banyak saya temukan di Mandiri Jogja Marathon 2018.

Di beberapa titik saya menemukan Water Station yang menyediakan buah semangka, salah satunya di sekitar KM 25 kalau saya tidak salah ingat, dan beberapa titik yang menawarkan energy gel dari Strive. Saya sama sekali tidak mengambil buah dan merasa 2 kali mengambil energy gel yang tersedia.

Water Sprinkle seingat saya terdapat di km 26, sementara iced sponge tersedia di beberapa titik. Saya lupa di km mana saja titik titik iced sponge tersedia.

Saya tidak ingat titik medis tersedia di km berapa saja. Seingat saya saya ditawari semprotan pain killer di sekitar km 30. Saya memanfaatkannya meskipun tidak merasakana gejala kram. Anggap saja semprotan kali ini untuk kram yang saya rasakan pada marathon di Mandiri Jogja Marathon 2018 namun saat itu di tiap titik selalu kehabisan pain killer spray.

Finish Line

Finish Line Mandiri Jogja Marathon 2024 dibagi menjadi beberapa lane. Lane 10K, 21K, dan 10K dengan masing-masing dipisahkan oleh tatanan cone. Finish gate atau gerbang finish yang terletak di kawasan TWC Prambanan kali ini sebagus tahun lalu, cukup besar, cukup baik, dan menampilkan timer sesuai kategori. Menurut saya jauh lebih baik dibanding dengan gate yang sama di Mandiri Jogja Marathon 2017 dan 2018.

MC sama dengan Mandiri Jogja Marathon 2013, Fazri Maulana, salah satu MC terbaik yang kenal dengan hampir semua pelari marathon. Ada saja energi yang dibagikan Fazri kepada setiap finisher yang melintas.

Finisher medal dibagikan oleh petugas tidak jauh dari finish line. Saya lupa dibagikan saja atau dikalungkan. Dan saya juga tidak ingat duluan mana antara membagikan finisher medal dengan finisher refreshment. Refreshment di finish lain menyediakan kalau tidak salah Isotonic, Air mineral botol, dan buah pisang.

Jarak antara finish gate tengan recovery booth dan recovery pool cukup jauh. Saya menengok ke kiri dan ke kanan untuk mencari medic tent atau tenda medis di sekitar finish gate tetapi mata saya tidak menemukannya.

Recovery Booth

Finish marathon dalam 3 jam 51 menit berarti saya sampai di recovery booth sebelum jam 09.00 wib. Di recovery booth nampak antrian panjang. Semua papan dan bangku portable sudah penuh digunakan oleh paraa pelari. Praktis saya hanya bisa duduk – duduk dan tidak bisa segera mendapat pertolongan atau fasilitas recovery booth.

Sambil duduk – duduk saya hanya bisa sedikit membantu diri saya dengan meminjam recovery gun produk salah satu sponsor saya yaitu OnPoint. Mungkin ke depan Mandiri Jogja Marathon perlu menyedikan recovery booth dan medis dengan kapasitas yang lebih besar lagi.

Finisher Jersey dan Finisher Medal

Finihser Jersey merupakan produk dari brand New Balance. Untuk kategori Marathon mendapatkan finisher jersey warna putih. Desain finisher jersey menurut saya minimalis, sablonan satu warna dan seolah dibuat dengan kurang serius. Andai finisher jersey dibuat dengan desain sekeren edisi Mandiri Jogja Marathon 2023.

Finishser Medal untuk kategori marathon tergolong bagus namun tidak masuk kategori istimewa. Saya rindu ketika dulu Mandiri Jogja Marathon mengeluarkan edisi Finisher Medal yang cakep disertai dengan penjelasan konsep desain dan filosofi medal yang dipublikasikan melalui post IG.

Race Village dan Entertainment

Mandiri Jogja Marathon menggunakan kawasan Taman Wisata Candi Prambanan yang sangat luas sehingga mampu mengakomodasi banyak sekali booth sponsor, refreshment and recovery booth, musala, toilet, drop bag, culinary tent, photo booth, dan lain – lain. Sayangnya Mandiri Jogja Marathon 2024 seingat saya tidak merilis denah atau Race Village maps. Ini membuat para pelari kesulitan dan perlu mencari kesana kemari untuk menemukan masing-masing booth.

Culinary Tent berisi booth booth makanan tradisional dan moderen dengan amat lengkap, termasuk diataranya adalah produk sega berkat Bu Tiwi Tan Tlaga Gunungkidul. Tenda yang luas dan tinggi, meja dan bangku bangku tersedia sangat mencukupi.

Di panggung entertainment menampilkan pertunjukan beberapa artis yang cukup ngehit. Sayang ketika saya finish marathon beberapa diantaranya sudah selesai berpentas.

Secara keseluruhan Mandiri Jogja Marathon 2024 sudah banyak kemajuan dibanding edisi pertama, kedua, dan ketiga, namun bagi pelari marathon seperti saya merasakan penurunan dibanding Mandiri Jogja Marathon 2023. Penurunan ini saya rasakan karena pilihan rute marathon, recovery booth dengan kapasitas yang kurang mencukupi, medis yang tak mudah ditemukan berdekatan dengan finish gate, dan tidak tersedianya race village maps.

Semoga hal – hal seperti ini bisa diperbaiki menjadi edisi Mandiri Jogja Marathon 2025 yang lebih nyaman dan membanggakan.

Tinggalkan komentar