Berani Berbahasa Inggris Ala Mr Hani Sutrisno itu Hebat!

image

Belajar Bahasa Inggris bagi kebanyakan orang masih menjadi momok yang menakutkan. Menjadi cakap dan fasih berbahasa Inggris seolah adalah mimpi tak sampai. Betapa tidak, setelah belajar berbahasa bukan hanya menghitung hari, detik dan bulan, melainkan belas tahun kita habiskan di bangku sekolah untuk mempelajari seramnya bahasa makhluk ini, hasilnya nyata, nyata-nyata nihil. 😀

Saya sendiri adalah bagian dari orang kebanyakan yang merasakan belajar Bahasa Inggris itu tidak mudah. Bahkan sampai sekarang setelah saya belajar bahasa ini selama 23 tahun, dari tahun 1992 sampai sekarang. Meski juga bukan berarti proses belajar saya selama ini tidak ada bekasnya sama sekali. Saya tetap menyukuri keterampilan saya dalam berbahasa Inggris (written skill) dalam topik-topik tertentu yang sedikit banyak menunjang kelancaran pekerjaan saya.

Namun ketika berhadapan dengan kebutuhan untuk menggunakan Bahasa Inggris untuk berkomunikasi lisan (oral) baik untuk hal formal maupun kasual, saya merasa menemukan batunya. Untuk memulai sebuah sesi komunikasi lisan saya sering merasa ragu dan enggan, misalnya: kalimat seperti apa yang ingin saya gunakan untuk menyapa atau merespon, apakah pengucapan saya sudah benar, apakah intonasi saya sudah sopan, apakah tata bahasa yang saya gunakan sudah tidak memalukan. Karena dalam berbahasa Inggris lisan semuanya berlangsung real time, linear dan on the fly. 😀 Tidak ada spell checker dan gramatical error checker sebagaimana ketika saya berkomunikasi dalam Bahasa Inggris dengan menggunakan gawai (gadget).

Kamis siang, tanggal 3 Desember 2015 di salah satu tempat makan di Gunungkidul, Mas Tri Prasetyo, Pimred Penerbit Indonesia Tera memperkenalkan kepada saya, salah satu buku terbaru yang diterbitkannya. Sebuah buku bersampul hijau berjudul “How to Master Vocabulary for Daily Conversation”. Buku itu diperkenalkan kepada saya sebagai buku yang ditulis oleh Mr Hani Sutrisno, beliau adalah pendiri Desa Bahasa Borobudur di Magelang. Dalam kesempatan itu Mas TP (Mas Tri Prasetya) juga bermaksud mengundang Komunitas Blogger Jogja untuk mengikuti acara launching buku baru ini di Desa Bahasa.

Sebagai orang yang sudah agak kurang akrab dengan buku, saya sedikit apriori, saya ragu, memang apa yang bisa ditawarkan buku ini dalam membantu meningkatkan kemampuan berbahasa inggris di tengah-tengah pesatnya perkembangan teknologi pembejaran digital, multimeda dan interaktif.

Buku ini tidak langsung saya buka ketika pada hari itu saya tiba di rumah. Saya mulai membuka-buka buku ini di teras rumah pada sore beberapa hari kemudian. Ada semacam bau nostalgia keluar dari lembar demi lembar, halaman demi halaman yang saya coba baca.

Puas membuka-buka tiap lembar halamannya, saya kembali ke halaman awal. Saya membaca tiap kosakata dengan santai. Saya ingin tahu berapa banyak kata yang saya tahu artinya dan mana yang  tidak. Belum sampai hal. 10 saya tersenyum dalam hati mendapati hafalan saya cukup lumayan dan diikuti tertawa seorangan kemudian. Rupanya selama ini saya banyak mengabaikan pengucapannya (pronunciation). 🙂

Di halaman-halaman berikutnya di buku ini saya menemukan adjectives, nouns, conjunctions, verbs, noun phrases sampai date and times. Sepintas terdengar biasa-biasa saja, namun apa yang menurut saya menarik adalah apa yang dituliskan dan dicontohkan dalam buku ini merupakan sesuatu yang sederhana dan sering ditemukan dalam percakapan harian dan memang kita butuhkan.

Buku “How to Master Vocabulary for Daily Conversation” saya tutup demi membacanya benar-benar dari awal lagi. Membaca halaman “Daftar isi” buku ini saya menemukan sesuatu yang sekarang terasa menarik.

Misalnya dari hal “Daftar Isi” saya bisa langsung menuju hal. 392 untuk menemukan kata dan kalimat yang berkaitan dengan Hotel, hal. 96 untuk menemukan sayuran dan buah-buahan, hal. 351 untuk menemukan kata-kata romantis dan lain-lain. Pengelompokan kosakata dan kalimat untuk keadaan, kesempatan, tempat dan kategori-kategori lainnya menurut saya adalah kelebihan belajar Bahasa Inggris dengan menggunakan buku ini. Saya membayangkan membaca buku ini hal. 363 sebelum saya menghadiri pesta pernikahan teman saya kemudian mengaitkan apa yang saya lihat di sana dengan apa yang baru saja saya baca.

One Day Tour to Desa Bahasa Borobudur

Sabtu, 19 Desember 2015, saya berlima belas dengan teman-teman Komunitas Blogger Jogja berkunjung ke Desa Bahasa Borobudur atas undangan Mas TP dan Mr Hani. Desa Bahasa yang terletak di Dusun Parakan, Desa Ngargogondo, Kecamatan Borobudur, Kab. Magelang.

Jogja Sabtu pagi yang diguyur hujan tidak menyurutkan semangat kami untuk berkunjung, toh dalam sekejap perjalanan kami dihangatkan oleh kebersamaan, keceriaan yang diseru satu banyolan ke banyolan yang lainnya lagi. Apalagi sesampai di Desa Bahasa kami diperseru oleh kehadiran Agus Mulyadi, seleb blogger dari Komunitas Pendekar Tidar Magelang. Serunya tabuhan musik akustik yang mendendangkan lagu-lagu daerah yang disuguhkan oleh Mr Hani mempersempurna kunjungan kami di sana pada pagi itu.

Acara siang itu berlangsung santai dan akrab. Sambil menikmati makanan tradisional yang disuguhkan, kami menyimak sejarah dan pemaparan tentang Desa Bahasa yang disampaikan oleh Mr Hani Sutrisno.

Apa yang menurut saya menarik salah satunya adalah kisah Mr Hani kecil yang berdagang asongan di kawasan wisata Candi Borobudur. Sangat inspiratif ketika dikisahkan Mr Hani kecil mendekati turis asing agar membeli barang dagangannya melampaui kemampuan berbahasa Inggris yang sangat terbatas saat itu. “Buy me, Sir” begitu bujuk Hani kecil kepada turis tanpa ragu. Kini kalimat itu terdengar aneh, dan kita tahu itu “salah” secara kalimat. Tapi komunikasi bukan tentang benar dan salah sebuah kalimat, tetapi tentang tersampaikannya sebuah maksud atau informasi. Hikmahnya adalah: Ini adalah tentang berkomunikasi dengan manusia dengan bahasa alami, natural language. Berbeda dengan berkomunikasi dengan mesin yang bahasanya harus dilafalkan secara presisi bila tidak ingin ada respon: syntax error. 😀

Dari kisah yang dibawakan Mr Hani di sini saya mulai menemukan benar merah sekaligus jawaban kenapa buku “How to Master Vocabulary for Daily Conversation” memuat kosakata dan contoh kalimat yang betul-betul kita perlukan dalam berkomunikasi praktis sehari-hari.

Hikmah kedua yang saya dapatkan dari Mr Hani siang itu adalah: Jangan takut mencoba dan jangan malu bila cara pengucapan kata-kata bahasa Inggris kita berbeda dengan para penutur aseli (native). Nah, semoga yang suka menertawakan orang yang Bahasa Inggris-nya terdengar “medok” paham akan hal ini. Karena selain bisa menertawakan mereka juga akan malu mencoba. 🙂

Saya sendiri terlalu menggunakan patokan pronunce yang westernized. Saya sendiri mempunyai pengalaman menarik ketika pertama kali saya bertemu dengan teman blogger saya dari Thailand yang berakhir menjadi cerita lucu antara saya dan Mr Wason. Ceritanya beberapa tahun yang lalu saya tulis di sini: Belajar Thai English di ASEAN Blogger Conference.

Keseruan berikutnya adalah ketika Mr Hani Sutrisno memberi kami teaser Pelatihan Bahasa Inggris ala Desa Bahasa dalam sesi launching buku: “How to Master Vocabulary for Daily Conversation”. Saya menyebutnya sebagai petualangan yang susah diceritakan dengan kata-kata. Praktisnya silakan lihat video saya di bawah:

Selain buku “How to Master Vocabulary for Daily Conversation”, pada kesempatan siang itu Mr Hani juga memberikan kepada kita teaser tentang bukunya yang lain, yaitu “Pintar Jari Tenses”, nah penasaran:

Petualangan kami dalam “One Day Tour to Desa Bahasa Borobudur” pada hari itu berlanjut dengan kegiatan outdoor.
image

Oleh petugas-petugas yang disiapkan Mr Hani, kami dipandu untuk belajar Bahasa Inggris praktis sambil berkeliling ke beberapa homestay di Desa Bahasa dan sesi pelatihan paling heboh dilaksanakan di suatu lapangan rumput di pinggir sungai yang di kanan kirinya berdiri rerimbunan pohon. Nuansanya yang alami membuat tengah hari siang itu tidak melelehkan semangat kami.
image

Menurut saya Desa Ngargogondo merupakan pedesaan yang asri dengan suasana yang masih alami, udara bersih dan masyarakat yang tetap menjunjung tinggi budaya, sopan-santun dan kearifan lokal. Adalah pilihan yang tepat ketika di sini Mr Hani merintis Desa Bahasa sebagai destinasi Edu Wisata dengan berfilosofikan pemberdayaan masyarakat sekitar.
image

Rupanya tulisan saya kali ini sudah cukup panjang. Tidak apa-apa. Kali ini saya memang sedang bersemangat. 😀 Sebagai penutup tulisan ini saya ingin memberikan dua saran:

Saran pertama adalah bagi para pembaca (buku). Saran saya bila Anda belum mempunyai buku ini, silakan membeli. Buku ini worth to buy and worth to spend time to read. Bila Anda sudah mempunyai buku ini, saya menyarankan Anda untuk mengikuti paket Eduwisata ke Desa Bahasa Borobudur. Niscaya Anda akan makin berani berhahasa Inggris ala Mr Hani.

Saran kedua adalah bagi penulis/penerbit. Saran saya lengkapi buku ini dengan bonus DVD Video yang setidaknya berisi tentang profil Desa Bahasa. Saya percaya materi video akan memompa semangat belajar pembaca. Syukur-syukur berupa video interaktif berupa sample Pelatihan Bahasa Inggris di Desa Bahasa.
image

Sampai bertemu lagi di Desa Bahasa Borobudur dalam acara Blogger Jogja Camp. Eh tapi kapan?

Alamat dan Kontak Desa Bahasa Borobudur

  • Alamat : Dusun Parakan RT 02/02, Desa Ngargogondo, Kec Borobudur, Kab Magelang, Prop Jawa Tengah
  • HP           : 0812 1573 2245
  • Website : http://www.desa-bahasa.com
  • Email      : desabahasa@gmail.com

 

Iklan

9 thoughts on “Berani Berbahasa Inggris Ala Mr Hani Sutrisno itu Hebat!

  1. Kupasannya keren mas Jarwadi, hehehehe….Terima kasih. Oya, buku tersebut bisa didapatkan di TB. Gramedia dan TB. Gunung Agung serta TB lainnya. Jika kesulitan, bisa hubungi penerbit Indonesia Tera di 0274-583421, HP. 081328094274 (Tri Prasetyo). Nanti kami bantu untuk mendapatkan buku tersebut via distributor kami. Salam sukses untuk semua!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s