Sunset di bukit Sodong

Sabtu sore kemarin saya mengunjungi Bukit Sodong untuk mengobati rasa kangen yang mengharu. Walaupun belom benar benar lama saya tidak bermain main. Mungkin beberapa bulan saja. Seingat saya terakhir kali itu pagi di Ramadhan kemarin.

Ternyata jalan menanjak berundak ini melelahkan untuk di daki. Karena memang sudah lama tidak berolah raga mendaki.

Indah sekali pemandangan disekeliling jalan. Pohon pohon pun telah tumbuh menghijau. Dan Menyejukan.

 Lega rasanya ketika telah sampai dan duduk di puncak bukit.

Bangunan di puncak bukit yang elok nampak menawan

Indahnya matahari tenggelam di puncak. Di susana yang sempurna anugerah Ilahi.

Harapan danTampilan baru face book

Pagi ini terasa lebih segar. Juga tampilan Face Book yang baru yang beberapa kali sempat oleh teman teman saya disebut terasa lebih fresh. Namun untuk account say,a perubahan ini baru terjadi pada pagi hari ini.

Menurut saya memang tampilan baru ini lebih sederhana lebih mengurangi kepusingan saya dibanding ketika awal awal saya mengenal Face Book dimana seolah – olah segala hal ditampilkan di ‘dinding’.  Lebih costumized dan memudahkan kita lebih untuk lebih akrab dengan orang orang special dalam hidup kita.

Memang, setiap perubahan, padanya tergantungkan banyak harapan. Banyak harapan – harapan terpenuhi. Meskipun banyak juga yang tidak.

Bagi saya, karena selama saya sebagai user ber account free. Dan memang sepertinya Face Book juga belum membuka keanggotaan Premium  berbayar. Apa yang dilakukan Face Book sudah baik. Kalaupun sebagai sebuat organisasi usaha harus peka dengan demand user. Kepekaan akan tuntutan dan keinginan user kedepanya merupakan kekuatan bisnis itu sendiri. Dimana Face book tidak sendirian di dunia Jejaring Pertemanan Online

Di dunia maya Face Book harus berpacu adu derap dengan Linked In, Friendster, My Space dan lain lain. Maka keras dan lantangnya suara suara tuntutan itu merupakan aset dan Masa Depan facebook itu sendiri.

Intensitas SMS dan Voice Call Menurun

Berdasarkan Detail Record yang diberikan telkomsel untuk  kartu Halo bernomor , untuk bulan pemakaian Februari, ada sesuatu yang menarik. Jumlah SMS terkirim sekitar 40 buah. Rata – rata 1,33 sms per hari. Kurang lebih 5 menit panggilan keluar. Sekian ratus ribu rupiah untuk penggunaan Telkomsel Flash.  Tidak ada Nada Sambung terpasang.

Angka angka minimalis ini tidak hanya terjadi pada bulan Februari. Tetapi sampai berjalan pada bulan saat ini. Dan sudah berlangsung sejak beberapa bulan yang lalu.

Apa maksudnya? Dari yang paling mudah dibaca adalah dimana saya tidak perlu pusing mengeluarkan uang lebih untuk membayar biaya telepon dan SMS.

Namun demikian, itu lebih berarti menurunya interaksi saya dengan teman teman secara keseluruhan. Saya tidak tahu sampai kapan hal ini akan berlangsung. Hanya, kepada segenap teman, mohon untuk berkenan memaklumi saya apa adanya.

Purnama

Malam ini di luar sedang Bulan Purnama. Kalau orang Jawa menyebutnya dengan ‘bulan ndadari’. Mungkin maksudnya bulan sedang secantik bidadari. Mungkin, cuaca cerah pada malam ini , dimana hujan tidak mengguyur bumi dan mendung mendung tidak menghalangi mata mata untuk saling beradu pandang dengan bulan adalah anugerah untuk orang orang. Pecinta Bulan. Seperti saya.

Sejak kemarin sore, dengan waktu dan cuaca yang sama persis, bulan sudah dapat dinikmati dengan mata telanjang.

Sekali lagi , bulan purnama memang indah. Tak dipungkiri. Setiap jaman manusia menikmati dengan caranya. Bahkan jaman saya masih kecil, bulan purnama seolah menciptakan suasana dan nuansana penuh ceria dan mampu menciptakan keakraban pertemanan dan permainan yang alami .  Dan Manusiawi. Lebih dari keakraban yang bisa dihadirkan oleh Face Book dan Jejaring Pertemanan moderen lainya pada saat ini.

Manusia dan anak anak pada masa itu biasa merayakan dan menikmati purnama dengan aneka permaianan. Banyak sekali jenisnya. Entah itu Jetungan, Petak Umpet, Sodoran dan banyak lainya.

Tidak hanya keceriaan anak anak. Dewasapun menikmati dengan cara mereka sendiri. Mungkin ngobrol dan duduk duduk berbagi cerita di luar rumah sudah cukup bagi mereka. Sambil mengawasi anak anak atau cucu cucu mereka bermain dengan cara cara yang lebih ramai.

Sayangnya permainan dan ala menikmati Purnama sepertinya tidaklah untuk sekarang. Supremasi Gobag Sodor dan Jetungan sekarang sudah direbut oleh Sinetron dan TV. Ketika saya tadi masih diluar tidak saya lihat ada banyak kehidupan keceriaan di bawah bulan.

Permainan di kala Purnama yang jadul itu mungkin hanya tersisa hidup di ingatan saya. Dan di jamanya sendiri. Dan mungkin juga hidup di buku dongeng cerita rakyat.

Meraih semangat yang hilang

Masih kelanjutan dari cerita sakit selama seminggu kemarin. Penyakit demam yang menghinggapi tubuh saya dan membuat demam – demam sudah berangsur angsur hengkang. Tindakan Medis dan Nutrisi yang baik, plus perawatan yang tepat telah menjalankan tugas pemulihan dengan baik.

Tetapi, itu merupakan setengah proses pengembalian diri agar seperti sedia kala. Sebagian lain yang lebih susah dan tidak mudah adalah mengembalikan semangat pasca sakit. Memang, semangat yang meloyo sudah saya catat seringkali menjadi dampak ikutan dari peristiwa sakit.Terutama sakit yang melumpuhkan diri lebih dari tiga hari.

Surutnya semangat pasca sakit itu membuat produktifitas kerja saya berantakan. Bukan semangat bekerja saja, semangat berpikir, semangat belajar dan semangat melihat setiap kesempatan dengan penuh gairah. Pendeknya saya ingin semangat untuk berbahagia menikmati apapun anugerah ciptaan yang kuasa yang diperuntukan untuk makhluknya.

Dan, sekarang, ditengah pencarian diri saya kembali, saya mempertanyakan apa – apa yang menurut saya penting dan benar benar saya sukai dan nikmati untuk dilakukan.

Semoga kebosanan diri ini berkurang ketika saya menumpahkanya dengan menuliskan di blog ini

Melawan Demam untuk nge Blog lagi …

Selama seminggu kemarin saya memilih untuk sementara tidak nge blog. Sakit deman demam dan flu yang tiba tiba datang menyerang telah berhasil menghentikan banyak aktifitas bekerja dan mempeerlambat derap kehidupan saya. Yah seminggu ini adalah sakit terdemam paling tidak selama 5 tahun terakhir. Lumayan gitu lah.

Ketika hari itu Selasa pagi dan tubuh saya mulai merasakan kedinginan yang tidak biasa. Saya masih mengira itu sebagai flu biasa. Saya pikir dengan sedikit istirahat dan obat ‘warung’ akan cukup untuk membantu merecovery diri.

Sayangnya sampai hari Jum’at Demam yang tidak hanya menggejala, tapi malah menjadi jadi. Hingga pada pagi pagi di hari Jum at itu juga saya semakin kurang tegar menahan rasa sakit ini. Teman Teman saya yang baik baik dan pengertian akhirnya mengantarkan saya ke Poliklinik Nur Rahmah. Yang beralamat di Jalan Wonosari Jogja Gading.

Setelah melakukan pemeriksaan awal dan bertanya ini itu tentang penderitaan badan saya. Dokter tahu kalau demam saya sudah berlangsung lebih dari 3 hari. 3 Hari itu waktu yang lama untuk suatu demam. Dokter akhirnya berinisiatif untuk memeriksa trombosit saya, khawatir kalau kalau saya terkena DBD. Dooooh …

Tentu saja saya menolak untuk melakukan pemeriksaan tes trombosit melalui cek darah. Saya takut bukan main dengan pemeriksaan ini. Kalau saja ada alternatif lain. Jangankan untuk pengambilan sample darah, sekedar jarum suntik saja saya akan memilih meminum lebih banyak pil pahit. Syukur syukur ada pil manis.

Ketika mendengar dengan kata kata tes darah dan pembuluh darah sentak saya teringat ketika diri ini shock di kelas biologi di jaman jaman sekolah menengah saya. Ketika ibu guru menerangkan tentang pembuluh darah vein dan arteri. Itulah alasanya mengapa saya cinta mati dengan Fisika lebih dari Biologi dan segalanya.

Kembali ke sakit demam saya

Akhirnya dokter memberikan empat jenis obat, diantaranya adalah Amoxilin; karena hasil pemeriksanaan terdapat peradangan di sekitar saluran pernafasan, Ambroxol; mungkin sebagai expectorant karana batuk saya yang menyiksa. Paracetamol; mungkin sebagai pereda demam dan rasa nyeri nyeri. Serta sebuah obat pencahar, yang saya lupa namanya.

Dan syukurlah setelah beberapa hari berselang sampai hari ini saya sudah mulai dapat menulis lagi di blog ini. Walaupun belum dengan semangat dan kemampuan penuh. Lebih baik segera memulai sebelum terlanjur sangat malas sekali

Loh, Pak Dokter, saya ngga ada masalah trombosit kan. Buktinya sekarang saya sudah mulai membaik …

Semangat Semangat …