Kopi/Teh Disemutin

Siapa yang tidak jengkel, bila gerombolan semut mengerumumi teh atau kopi yang baru kita sesap beberapa kali. Hihi, ini yang saya sebut disemutin. Mubadzir sekali. Karena kita tidak akan ikhlas meminum kopi semut/teh semut. Kita akan membuangnya daripada memaksakan meminum kopi yang disemuti.

Melihat kejengkelan akibat kopi yang tersemuti, seorang teman saya tertawa. Kemudian dia bilang, jangan mudah-mudah jengkel dengan disemuti semut. Semut itu menjadi indikator baik. Maksudnya? Artinya kopi dan teh yang dibuat menggunakan guna beneran, bukan zat pemanis berbahaya. Semut mana mau dibohongi pemanis buatan seperti manusia.

Ah yang benar saja.

Ini mengingatkan saya dengan guyonan lama ketika sedang marak kabar baso berformalin. Ketika itu banyak yang guyon menggunakan kucing detektor. Bila baso yang dicurigai berformalin diberikan kepada seekor kucing dan si kucing tidak mau memakan maka berarti kemungkinan memang baso itu sangat berformalin. Bila kucing itu lahap sekali dengan baso itu maka kemungkinanya itu adalah baso tikus, heheh

 

Air Mineral, Beda Kota Beda Rasa

Bila saya mendapati suatu air minum dalam kemasan, atau lebih umum disebut air mineral, rasanya berbeda dari biasanya maka apa yang biasanya terlintas di pikiran saya adalah: jangan-jangan ini air mineral palsu. Yah. Apa sih yang tidak bisa dipalsukan di negeri ini. Tetapi dalam hal ini air mineral merk Aqua, jangan terburu-buru mengatakan bahwa sedang meminum air mineral palsu.

Pengalaman yang sama baru saja dibagikan Shinta di facebook. Bahwa air mineral “Aqua” yang ia minum berasa tidak sesegar biasanya. Kemudian ia mendapatkan air mineral Aqua yang sedang ia minum menggunakan sumber air dari mata air Cipondok-Subang. Air mineral yang biasanya ia minum berasal dari mata air Gunung Salak.

Aqua dari Mata Air Cipondok - Subang

Aqua dari Mata Air Cipondok – Subang

Saya pun tadi langsung memperhatikan air mineral Aqua di meja saya. Kalau air mineral yang sedang saya minum bersumber dari mata air Sigedang Klaten. Tidak ada yang aneh dari air mineral yang sedang saya minum kali ini.

Aqua dari Mata air Sigedang Klaten

Aqua dari Mata air Sigedang Klaten

Konon peruahaan air mineral mencari sumber-sumber mata air terdekat dengan daerah dimana meraka akan memasarkan Air Minum Dalam Kemasan. Untuk menjaga agar biaya produksi (distribusi) tidak mahal.

Perbedaan sumber mata air ini lah yang membuat rasa air mineral bisa berbeda-beda. Mungkin kualitas airnya juga berbeda. Saya sendiri tidak tahu standard higienis untuk memproduksi Air Minum Dalam Kemasan. Konon air mineral Aqua yang mempunyai rasa konsisten adalah yang dalam kemasan botol yang dijual di restoran-restoran besar. 🙂

Makin Mudah Lupa

Kebanggaan saya karena datang lebih pagi di pabrik dengan menempuh perjalanan angkutan umum seketika hilang. Penyebabnya adalah kunci ruangan saya. Kunci ruangan saya tertinggal di rumah. Sedangkan seorang rekan yang membawa kunci cadangan telah memberi kabar kalau hari ini tidak akan masuk. Jadi tidak ada pilihan lain kecuali saya harus pulang mengambil kunci ruang.

Saya pun segera mengambil kendaraan di pabrik untuk saya kendarai pulang mengambil kunci. hehe Ini sebenarnya yang menghilangkan kebanggaan. Karena berarti saya tidak jadi ngirit asap knalpot. Karena kelupaan saya ini saya memboroskan bensin dan terpaksa membuang-buang asap mengotori lingkungan.

Untuk mengingatkan saya sendiri, kelupaan kunci pagi ini merupakan yang ketiga kalau tidak lebih pada dua pekan terakhir. Untuk kemudian saya melakukan hal yang sama yaitu mengambil kunci. Kebanggaan-kebanggaan yang hilang.

Saya mengakui saya memang orang yang pelupa. Dan saya rasa akhir-akhir ini menjadi lebih pelupa. Padahal pada masa anak-anak, saya telah pernah mengalami trauma karena keteledoran sehingga kelupaan sesuatu yang sangat penting yang sangat mempengaruhi hidup saja. Toh begitu trauma tidak serta membuat saya jera sehingga tidak lagi pelupa. hehe

 

 

Pindahan Photo Blog dari Posterous ke WordPress

Pekan lalu saya mendapatkan kabar akan tutupnya layanan blog Posterous. Posterous akan tutup pada tanggal 30 April 2013. Tentu saja ini kabar mengejutkan sekaligus kabar biasa-biasa saja yang mengikuti dibelinya Posterous oleh Twitter beberapa bulan yang lalu. Terutama bagi saya, ini sekaligus kabar menyedihkan. Saya mempercayakan photo blog saya ke Posterous sejak tahun 2010. Atau sudah 3 tahun, phew.

Selama itu tentu saja sudah banyak sekali konten/foto yang saya posting di sana. Bukan foto-foto bagus yang artistik. Foto-foto biasa-biasa saja yang hampir semuanya saya ambil dengan ponsel yang tiap hari saya bawa kemana-mana. Namun merupakan foto-foto yang bagi saya sangat berarti. Foto-foto itu merupakan rekaman dari pengalaman sehari-hari. Foto-foto yang merupakan potret dari sudut pandang saya dalam melihat sesuatu.

Tidak ingin semua itu hilang sia-sia, maka saya tidak membuang waktu. Mumpung koneksi internet sedang bagus, maka kemarin pagi saya men-download semua konten saya di Posterous. Sekaligus ingin meng-hosting-nya lagi ke layanan blog yang saya pikir akan berumur panjang, pilihan saya memang kalau tidak WordPress.com ya Blogspot.com.

Namun proses download konten itu tidak bisa secepat yang saya harapkan.

Saya mengklik tombol backup pada jam 08:17 am; pukul 06:22 pm download link baru muncul. Selama itu saya harus menunggu. Proses download konten sebesar 146 MB sendiri tidak terlalu lama. Hanya beberapa menit.

Dan akhirnya pada pagi ini saya baru bisa memutuskan untuk membuat photoblog di WordPress.com. Sekaligus membuat dan meng-upload semua konten dari posterous. Sangat mudah dan cepat. Kesemuanya berlangsung dalam beberapa menit saja. Blog baru ini masih polos, belum saya kostumisasi macam-macam. Apa yang terpenting adalah pengamanan konten dulu. hehehe

Photoblog baru saya beralamat http://matacacing.wordpress.com