Setelah banyak membaca mengenai penerus Mozilla Fire Fox 2.0, akhirnya siang ini saya ikut ikutan untuk menguji kelaikan sang Mozilla 3.0 Release Candidate 2. Belum banyak yang saya ketahui terkait apa saja yang kemampuan yang telah ditambahkan dalam release baru ini. Berikut adalah pengalaman saya setelah beberapa menit mencoba menggunakan.
Saya tidak akan menulis kelebihan kelebihan Mozilla secara teknis, seperti seberapa jauh dukungan terhadap HTML 5.0, AJAX, dukungan terhadap Java, dll. Karena saya disini memakai kacamata end user habis kacamata programmer saya tertingal dirumah. (Alaaaah dDobos Pol)
Sesuatu yang paling mudah dilihat perbedaanya adalah bahasa yang digunakan sebagai antar muka, yaitu Bahasa Indonesia, karena saya memang mengunduh yang varian Berbahasa Indonesia (Aku Cinta Indonesia) Dan sebelumnya saya memang belum pernah memakai versi Bahasa Indonesia dari Mozilla.
Selanjutnya saya melihat perbedaan pada ToolBar Navigasi, Tombol Back (kembali) yang sebelumnya berwarnakan hampir sama dengan latar, sekarang sudah berganti menjadi warna hijau. Memudahkan sekali bila kita belum hafal lokasinya. Tombol lain yang nampak lebih stylish adalah reload (muat ulang), dan Home, sementara tombol tombol lain saya belum merasakan perbedaanya.
Pengalaman menggunakan tabbed browsing, ada hal kecil tetapi saya rasakan membantu, walaupun belum seperti yang saya harapkan. Menurut saya tombol New tab miliknya Internet Explorer adalah desain yang terbaik yang pernah saya lihat. Sebagai obat atas ketidak terdapatan jawaban atas keinginan saya tersebut adalah dengan meng klik kanan pada area tab dimana dari pop up menu muncul diantaranya, New Tab dan reload (muat ulang).
Penulisan alamat web dengan cara yang sama sekali baru, misalnya saya mengetikan “multiply”, maka auto completion dan auto suggestion akan menebak apapun web address yang kita inginkan berdasarkan browsing history.
Menenahi kecepatan saya belum bisa berkomentar, menurut saya ya … lebih cepat atau minimal sama. Unutk nge Blog. Posting ini saya ketik dengan Mozilla 3.0 RC 2 dan nyaman nyaman saja.
Sementara itu dulu yang dapat saya ceritakan sebagai pengalaman saya menguji Mozilla firefox 3.0 RC 2 dari sudut pandang End User. Bila di kemudian hari saya menemukan pengalaman yang menarik ataupun mendorong mengganjal, saya akan menuliskanya dengan senang hati