lagi lagi hujan lebat banget

sekitar jam 12 an tadi hujan lebat banget bercampur angin lagi, 2 jam perjalananku pulang tertunda
Jam 14 30 an aku baru ke jalan, sepintas mobil emergency PLN lengkap dgn kru. Parti disana sini mati lampu, pikirku
Sepanjang perjalanan pulang, genangan air melumpuhkan trafik -wah ini huuujan yang paling lueebat seumur umur.
Sampai di ujung desa, sekelompok anak muda, dgn rela hati, mengambil risiko membenahi kabel jaringan utama listrik yg masuk ke desa ehm salut de buat mereka. Di kiri kanan jalan desa hamparan padi terbentuk pola yg diukir sang alam angin. Nasib mu bp ibu tani. SEKALI LAGI ALLAH MENGUJI

Aku tak sabar dengan nasib lele leleku. Jangan jangan mereka sudah merdeka, berenang bebas di alam air luas. SEGERA ku ke sana.
Masa ALLAH, mbok sabar yo mbok pari mu ludes.
‘Jan tamat parimu’ aku
‘sitik sitik rak yo isih panen’ simbok dgn nada qana ah
‘piye lele ku?’ aku
‘urung akeh sih muncul, pas udan mau tak dang dangi karu bapakmu’ dasar simbok, proaktif juga ya -ada inisiatif ternyata.
Semoga kita bisa belajar dari bencana, wajah simbok tersimpan senyum, sabar, qana ah.
Semua orang bicara tentang hujan angin barusan
UDAH ya besuk diterus lagi, ngirit baterai nih, tak tau kapan listrik nyala
klik di http://jarwadi.blogspot.com
utk lihat foto2 bencana

Tinggalkan komentar