Tentang Saya

Ehm … Ceritanya BeginiBapak Simboknya memanggil dengan sebutan Sujar begitu juga dengan teman teman sebayanya. Entah kenapa kemudian nama Jarwadi menjadi lebih sering dipakai orang untuk memanggil. Walau saya  tak ada masalah dipanggil dengan nama apa saja.

Lahir dari keluarga petani miskin, pelosok selatan Yogyakarta. Tidak pernah mengetahui kapan persisnya terlahir dari rahim simboknya. Mungkin saat itu peradaban belum mengenalkan kepada mereka Kalender sebentuk penanggalan, belum mengenal budaya baca tulis atau mereka tidak mengira akan sampai pada suatu masa dimana  dokumentasi itu dianggap barang penting. Hanya seingat simbah  bahwa netu -hari lahir-nya adalah MINGGU PON.

Kemudian bagaimana kolom Tempat dan Tanggal Lahir pada ijazah nya diisi?. “Siapa bilang aku pernah sekolah” jawabnya iri.

Ketika teman teman sebayanya berangkat ke sekolah dengan membawa Pensil dan Buku, maka apa yang tak pernah terpisah darinya adalah Arit (Sabit). Sore hari teman temanya belajar mengaji di Langgar –Musholla, saat itu pula dia masih di hutan sebelah barat desa menggembalakan kambing kambingnya.

Teman temanya senang sekali ketika hari Minggu telah tiba apalagi musim libur. Baginya tidak ada bedanya apakah sekarang Sabtu, Selasa atau besuk adalah hari Minggu atau lusanya tanggal Merah. Kalau saja mau bisa saja setiap hari ia jadikan semua sebagai hari Minggu atau me-merah-i hari hari sepuasnya. Bermain Jetungan, sodoran, mancing, mlinteng dan pokoknya tidak ada PR ataupun belajar giat untuk ulangan Matematika.

Pergi ke sawah di pagi hari, menggiring kambing ke kandang di waktu petang adalah yang dia ketahui dan dengan alamiah dikerjakannya. Menebar benih di musim rendeng–musim penghujan, merawatnya selama semusim dan memetiknya ketika tiba masanya. Hal yang membuatnya bahagia adalah menikmati jagung bakar di Ladangnya. Mendapati apa yang telah ditanam dan dirawat selama semusim berbuah.

Pelajaran penting yang tidak mungkin terlupakan adalah ketika dia mengamati kambingnya yang beranak. Proses anak kambing lahir kemuka bumi pasti melalui proses panjang, sang induk dikawinkan, bunting selama kurang lebih lima bulan baru kemudian melahirkan. Lima bulan adalah waktu yang harus dibayarkan, tidak bisa dipercepat atau diperlambat, tidak bisa memaksa induk kambing bunting tanpa dikawinkan atau membujuk sang induk untuk segera melahirkan setelah dua atau tiga hari dikawinkan. Disitulah hukum alam memainkan peranya dan tidak ada sesuatupun bisa mengubah.

Sekarang telah tumbuh menjadi petani di desanya, patuh pada hukum hukum alam dan menikmati hidup dengan caranya. Banyak keberuntungan dan ketidak beruntungan bermain dikeseharianya. Namun ia memupuk keyakinan bahwa seorang lelaki sejadi adalah ia yang menciptakan keberuntungan untuk dirinya sendiri.

 

Iklan

203 thoughts on “Tentang Saya

  1. Mas Sujar…
    Akhirnya ketemu juga… alhamdulillah sekian tahun masih inget …sepurane mas jarang naek sekarang…. aku di pulau seberang kieee

  2. Wah…., yo seneng tenan iki… lhawong di cepak-i pacitan pol ngene…,

    nggih, nggih, matur nuwun mas sujar…

    monggo dilanjut

    “keep moving, don’t give up!!!”

  3. Tulisan anda begitu menyentuh, sayang semua kontradiktif dengan kenyataan.bukanya keadaan sampeyan itu justru kebalikannya.Maaf dhi karena waktu kecil aku suka mengasuhmu, he he….

  4. Lha iki kok ceritane malah nonton Wedhus manak…he..he…. seru maneh Sapi Manak Lik….seruuuuuuu bangetttt…. aku juga sering weruh malahan sok didawuhi Bapakku Ngawinke Sapi neng Tonggo deso sing Jarene Sapi Lanange Kuat Banget… jan nganti koyo lurugan pertandingan….

  5. salam numpang kenal kula cah senedi, pripun mas kabare, sampun usum rendeng nggih, alhamdulillah menawi mekaten kula kok malah kangen golek cikru. Salam kangen kangge rencang2 senedi pak sutris, slamet, mak kar de el el. matur nuwun

  6. Ra salah mas,… ngajak ngunduh tawon po? Maturnuwun undangane, sejatine aku wis pernah nyambangi omahmu mung durung wani ketok2, menko ndak sampean lagi semedi, sajake arep madeg pendita mas. Bojoku malah kesengsem karo sampean jarene gagah koyo Haryo Penangsang hehehe. Aku salut 100% tak dukung gene kanca-kancaku kabeh pada wasis anggone golek pakartining urip neng alam rame, aku pingin sinau karo sampean. Matur nuwun Mas Sujar.

  7. ha ha ha, isih kelingan wae golek tawon, sampeyan ra kelingan po, wektu aku nyolong tawon neng kidul kulone garwo sampeyan, aku dikrayah nganti opname 3 hari neng RS wonosari, yen kelingan isin aku. Aku ora arep dadi pandito mas, mung arep belajar urip opo anane

    rahayu.

  8. Wah wah.
    salut saya.
    Sbgai orang yang besar di kota, saya (merasa) iri dengan masa kecil mas jarwadi yang begitu bersahabat dg alam.
    Karna smpe saat ini, saya cuma bisa makan daging sapi, minum susu sapi, punya foto sapi, atau ngoleksi boneka sapi.
    Tapi alhamdulillah saya pernah liat sapi netek.
    😀 (akhirnya!)

    Lebih salut lagi karna petani punya blog, fecebook, multiply, dan akun2 yg lain ^^a
    Hehe.

    Salam kenal, mampir2 ke blog saya kalau ada waktu di http://matahariarina.wordpress.com/

    Trims 🙂
    A.r.i.n.a

  9. ngaturi sugeng dumateng sedoyo mawon wabil khusus dumatenga ingkang gadah meniko griyo . . . .

    badhe nngaturaken salam kenalan dateng ingkah gadah meniko

    griyo sekaliyan kalih silaturahmi.

    maturnuwun

    • salam kenal juga mas, Karangkajen, siapa sih orang jogja yang tidak kenal dengan pasar telonya karangkajen 😀

      btw terimakasih atas kunjungannya
      salam blogger

  10. kenalin….gue ini…asali sulawesi “Palu ” .., kaili.net atau plasa com. sangat laris disini. pengenya nyobain “surfing” di tweetdect ini, : kalau mungkin ada Kata Mantra yang ampuh untuk diamalkan pada orang lain ,siapa aia yang bertemuan di layananan. terimakish utamanya pada tweetdeck yang udah ngelayanin , juga mas jarwadi tuh ….terimakasih bagi yang mau kenalan atau berbagi tip cinta-, dlsb-nya..kapan waktu ini gue juga akan berlama-lama disni…nungguin yang nancep …di. sini. monggo ….yooo.

  11. halo….mas jarwadi, samal kenal dan salut masa,, mriki ono tulisan ngarep iku mas jarwadi( basa jawa saya kkurang banget !!!!ga tau gitu loh!) tips tulisan Tentang saya dari mas itu …saya yakin mas jarwadi suka berlama-lama di ruang ibadah untuk membacakan doa-doa makbul yaah? bersedekap dalam dalam serta menyatu dengan alam tempat sang khalik berada diantara malaikat-malaikatnya….dan mas sisa menunggu “wangsit” yang berasal dari mihrabnya……….untuk di amalkan di dunia ini. alahamdullilah Amini. Beberapa waktu ini saya mulai ingkar dalam melakukan ibadah berjamaah sehari-hari di masjid … fan kalu dirumah sendiri biasanya suka ngatuk/malas hingga akhiornya ibadah pada yang khalik itu terlewatkan begitu saja… tentu saja saya merasa sangat berdosa ketika lari dari syariah agama ini…. aku dewe iki wong islam gitu….( siapa yang mau ngasuh tips /atau komentar atas kasus saya dirumah ini…mak sih yah!? ) maturnuwun…..

  12. salam kenal mas…

    kita sama-sama wong ndeso, masa kecilku juga tidak lepas dari telo ketika musim ketigo. …gaplek, gathot, thiwul …
    sepuluh tahun pertama hidupku tertanam di Siyono – Playen kulon Wonosari

  13. Membaca halaman Tentang Saya ini saya jadi bingung. Ini bukan cerita fiksi, kan? Juga bukan romantisme masa lalu, kan Mas?

    Sebetulnya siapa Anda ini. Kata-kata di atas sangat rendah hati sekali. Anda mengaku petani dan banyak cerita tentang desa dan kesederhanaan. Tapi, maaf ada yang kontras dan bertolakbelakang menurut saya, yang secara implisit bisa saya lihat dalam profile Anda di sidebar blog ini.

    Apa itu? Jika Anda benar wong ndeso yang sederhana tapi tentunya tak sesederhana seperti bayangan wong ndeso pada umumnya, seperti banyak yang Anda ceritakan di tulisan ini. Buktinya? Anda sudah melek internet, punya BB bold, laptop Apple mahal dengan koneksi yang tidak murah tentunya. Nah, ini jauh dari bayangan wong ndeso atau petani seperti yang Anda ceritakan di tulisan ini 🙂

    Salam kenal, Mas. Mohon maaf kalau bentuk sapaan saya cukup menyengat dan terlihat agak kurang bersahabat. Ini salam perkenalan saya saja biar jenengan bisa mengingat saya. Tidak ada maksud apapun termasuk menebar permusuhan.

    Sukses selalu! Happy blogging! 🙂

  14. assalamu’alaikum….

    tulisan saya yang tentang anjing masuk masjid itu Gunung Kidul Yogyakarta kok mas, bukan semarang.. semarang g ada Gunung Kidul.. he he he

    Ustadz Harun Al Rayid kan pimpinan Ponpes Al Hikmah yang di Karang Mojo….

  15. mas jawardi…adik kelas sy persis…aku Ari playen baru sj buat Grup alumni SMP N Playen di FB…saya upload foto di postingan anda….krn kami rindu akan wajah SMP skg. tks

  16. Salam kenal Mas Jarwadi.. 🙂 (eh, panggil Mas atau Pak ya)
    Kayaknya bener2 orang ndeso ya Mas, tp rejeki kutho, hihi..
    Perjalanan hidupnya seru, jd ingat kampung halaman yg penuh hamparan sawah.
    Terus berbagi kebermanfaatan ya, 😉

  17. salam kenal mas 🙂

    wah Yogyakarta, saya 4 tahun di kota ini, ngangeni bangedd..jadi pengen selalu balik…balik lagi 🙂

    terimakasih jejakya di blog sederhana saya, salam persahablogann

  18. salam… wah saya suka pulang ke rumah kakek saya di gunung kidul…
    ngomong2 anda di daerah mananya ya..???
    saya dari kec.panggang desa salak..!!

    saya akan dukung jika ada komunitas “internet masuk desa” demi kemajuan daerah sana..!!!
    <salam…

  19. Tinggal di desa enak lho Mas, suasana guyub rukun asah-asih gemi nastiti, seneng tetulungan wong liyan. Pemandangan desa sangat menawan dan asri. Apalagi jika ada jagong bayen, warga ikut lek-lekan sambil ndengerin klenengan karawitan Jowo. Salam saja dari desa Tajur Mas……

  20. Ping-balik: Jawardi: Website Pemerintah Tidak Optimal | satu untuk semua

  21. memang sekarang banyak banget lembaga pemerintah yang mempunyai website namun tidak mampu mengoptimalkan fasilitas yang ada. Entah itu karena tidak ada SDM yang mengelolanya atau memang website tersebut tergolong bukan kebutuhan yang amatlah mendasar untuk beberapa lembaga pemerintah. Janganlah menghamburkan uang rakyat.

  22. Browsing beli tiket K.A online mbawa sy ksini
    Wow, 2 dunia yg bbalik. Sy lahir n tinggal dmetropolitan
    akhirnya frustasi n mmilih jd nomads (bpindah2 kbbrp benua)
    dan bcita2 jd petani saat pensiun
    (at least gaya hidup bkiblat pd ‘river cottage’)

    Lbh lucu lg, sy tdk pernah punya facebook LOL
    Salam kenal Jar

  23. kunjungan balik. salam kenal =D
    btw saya ada pertanyaan dari pernyataan “Siapa bilang aku pernah sekolah”
    belajar baca-tulis dari mana, Mas? Karena tulisan Mas bagus dan enak dibaca =D

  24. selamt sore mas, aku nyari nyari blogger dari wonosari kok susae poll, kenalkan saya keris, seko BRANANG mas, barangkali bisa salaing share ilmu , saya di tangerang sekarang mas,

  25. Halo mas Jawardi,

    Saya Melia, dari PT Shopious Indonesia (www.shopious.com).
    Boleh minta kontak e-mailnya karena kami ingin melakukan kerjasama dengan Anda.

    Ditunggu yah, mas.

    Salam,
    Melia

  26. baca ini, aku berasa pengen mengubah tentang saya yang di wordpress, menuliskan macam hal di atas. Suasana desa dan masa kecil 🙂

    Eh, aku beneran baru “mengenal” Mas Jarwadi 😀

  27. Aku dulu wktu sekolah di jawa tepatnya di karangmojo b paliyan grogol gunkid suka diajak golek walang sama kakak sepupu…jd inget suasana pedesaan. Bagus blog ini Salam kenal Saudaraku semuslim…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s