Review Audio Technica ANC500BT, Bluethooth Headset 1,5 jutaan dengan Fitur ANC

 ATH-ANC500BT on Zenbook UX481FL

ATH-ANC500BT on Zenbook UX481FL

Ketersediaan anggaran yang nanggung membuat kali ini saya merasa bingung dalam memilih headset yang ingin segera saya beli.

Ketika saya mengulik suatu headset dengan spesifikasi yang mengedepankan kualitas suara, alih-alih saya malah tergoda dengan headset-headset yang mengedepankan fitur.

Ketika saya menelisik sejumlah headset dengan fitur yang sepertinya menarik, rupanya ada kualitas yang dikorbankan di headset-headset yang masuk dalam rentang anggaran saya yang nanggung.

Jarwadi and Zenbook UX480FL Audio Technica ATH-ANC500BT

Jarwadi and Zenbook UX480FL Audio Technica ATH-ANC500BT

Dengan anggaran serba nanggung tentu saya tidak mungkin bisa mendapatkan kualitas dan fitur sekaligus. Mau tidak mau saya harus memilih apakah saya harus puas mendapatkan suatu headset dengan fungsi dasar atau mengorbankan kualitas akustik demi sejumlah fitur yang kemungkinan akan berfaedah.

Untuk diketahui anggaran saya untuk belanja headset kali ini adalah maksimal Rp 1,5 juta.

Beberapa waktu yang lalu salah satu in ear headset yang saya sayangi rusak. Kabel menuju ke salah satu earbud in ear headset AKG N20 itu putus. Saya membutuhkan pengganti untuk segera menemani hari-hari saya agar betah menjalani masa-masa bekerja di rumah.

Saya menginginkan sebuah headset baru yang bisa mengalirkan suara ke telinga saya dengan kualitas setidaknya setara dengan AKG N20, syukur-syukur lebih baik, tetapi sekaligus mempunyai sejumlah fitur penting baru.

Fitur yang benar-benar saya inginkan sebenarnya hanya dua, bluethooth connection/BT (1), dan active noise cancelling/ANC (2).

Saya membutuhkan fitur bluethooth karena saya tidak menginginkan insiden headset yang sering tertarik tak sengaja yang mengancam keselamatan laptop, smartphone, dan headset itu sendiri sering terulang. Saya menginginkan bluethooth headset karena satu tahun yang akan datang mungkin smartphone dan gadget yang saya gunakan sudah tidak memiliki port audio 3.5 mm.

Fitur Active Noice Cancelling (ANC) saya butuhkan karena saya ingin mengisolasi diri dari suara mesin-mesin pertukangan yang dioperasikan oleh tetangga dan suara-suara ibu-ibu muda yang sering bergosip di depan rumah yang cukup mengganggu.

Membaca-baca banyak halaman review di internet saya menemukan cukup banyak pilihan bluethooth headset dengan kualitas yang cukup baik yang masuk rentang anggaran Rp 1,5 juta.

Tetapi tidak untuk yang memiliki fitur Active Noise Cancelling. Menurut berbagai review di internet saya disarankan untuk menaikkan anggaran agar saya mendapatkan sebuah ANC headset yang bisa benar-benar bekerja.

Meningkatkan anggaran benar-benar sesuatu yang tidak bisa saya lakukan pada situasi pandemi yang tidak menentu kali ini. Sehingga ketika mengecek harga headset Audio Technica ATH ANC500BT yang disarankan oleh seorang kawan di Tokopedia, saya pun sudah bersiap andai ekspektasi tidak sesuai realita.

Harga dan Ketersediaan Bluethooth Headset ATH ANC500BT di Indonesia

Di official store Audio Technica di Tokopedia headset ATH ANC500BT dibanderol dengan harga Rp 1.249.000,- diskon 16% dari harga normal Rp 1.490.000,-. Sebuah promo menarik yang membuat saya tak sabar untuk segera meminang headset ini. Apalagi masih ditambah promo gratis ongkos kirim dan cashback OVO point. Keseluruhan saya hanya perlu membayar Rp 1.252.000,- sampai barang diantar oleh kurir Anteraja sampai di rumah dengan selamat.

Tak sabar saya pun segera melakukan unboxing headset yang kedatangannya sudah saya tunggu beberapa hari. Audio Technica ANC500BT dikemas dalam paket sederhana dan minimalis berbentuk kotak karton sebagaimana headset – headset lain di kelas harga menengah.

Paket Penjualan Bluethooth Headset ATH ANC500BT di Indonesia

Dalam paket penjualan ANC500BT, selain headset itu sendiri Audio Technica menyertakan: buku manual dan kartu garansi, kabel audio analog 3.5 mm sepanjang 1.2 meter, kabel USB tipe A untuk charging, dan sebuah bonus berupa tumbler warna hitam.

Sayangnya dalam paket penjualan bluethooth headset ANC500BT tidak disertakan carrying pouch dan airplane headset connector agar bisa digunakan untuk menikmati onboard entertaintment ketika sedang bepergian menggunakan pesawat.

Fit Bluethooth Headset ATH ANC500BT

ANC500BT merupakan over the ear headset yang terasa amat ringan ketika saya coba kenakan. Headset ini mempunyai pengaturan fit berbahan plastik yang mudah disesuaikan dengan bentuk dan ukuran kepala saya. Earbud yang digunakan terasa lembut menempel di daun-daun telinga dan terasa memberikan isolasi yang cukup baik.

Ear Bud ATH-ANC500BT

Head Holder ATH-ANC500BT

Head Holder ATH-ANC500BT

Semua tombol, lampu indikator, dan lubang konektor di ANC500BT terletak di earbud bagian kiri. Terdapat tombol on off untuk menghidup matikan mode bluethooth dan mode Active Noice Cancelling. Terdapat tombol volume +, volume -, dan tombol Play/Pause.

Button Earbud ATH-ANC500BT

Button Earbud ATH-ANC500BT

Peletakan ketiga tombol yang saya sebut terakhir ini sangat mudah dijangkau dan dioperasikan dengan ibu jari. Namun tombol On Off agak sulit dijangkau karena letaknya di sisi belakang. Mungkin tombol ini diletakkan di bagian belakang karena merupakan tombol yang akan jarang digunakan ketika headset sudah terpasang di kepala.

Berdekatan dengan tombol On Off terdapat 3 lampu LED indikator. Lampu hijau menyala menandakan headset dalam mode bluethoot atau ANC sedang aktif. Lampu merah menyala bila headset terhubung dengan baik ke pengisi daya/charger. Lampu LED biru akan menyala berkedip-kedip bila headset terhubung ke perangkat audio player melalui koneksi bluethooth.

Terdapat tombol kecil di earpod bagian kiri untuk menyalakan headset ini dalam mode wireless atau dalam mode ANC. Saya menggeser tombol kecil yang terletak bersebelahan dengan lampu-lampu indikator ke posisi On sebelum saya melakukan pairing dengan Laptop Zenbook UX480FL.

Kompatibilitas dan Pairing Bluethooth Headset ATH ANC500BT

Pairing ATH ANC500BT dengan Laptop Windows 10

Proses pairing berlangsung mudah, praktis, dan cepat. Sama sekali tidak ada kendala meskipun antara ANC500BT dan Zenbook UX480FL menggunakan bluethooth dengan generasi yang berbeda (ANC500BT menggunakan BT 4.0 sedangkan Zenbook UX480FL menggunakan BT 5.0). Bahkan saya tidak perlu memasukkan default PIN sebagaimana headset – headset bluethooth lain yang pernah saya coba.

Jarwadi Zenbook UX480FL Audio Technica ATH-ANC500BT

Zenbook UX480FL Audio Technica ATH-ANC500BT

Suara petikan gitar Eagle segera melantunkan lagu Hotel California mengalun ke telinga. Belum genap setengah lagu saya merasa sedih. Lantunan suara ANC500BT terasa jauh dari ekspektasi saya. Nada-nada rendah bas terdengar shallow, tidak berbobot. Nada-data tinggi dan suara vokal terdengar becek, dengan nada-nada menengah yang terasa kering serasa mendengarkan lagu-lagu berformat mp3 dengan bit rate 64 – 86 kbps.

Spotify Highest Quality Streaming

Tidak mau begitu saja pasrah menerima kenyataan, saya pun mengecek jangan-jangan ada yang salah dengan Streaming Quality di Spotify. Meskipun kenyataannya saya sudah mengatur Streaming Quality: Very High.

Dengan perasaan sedih menggelayut saya pun meraih kabel audio analog untuk saya gunakan menghubungkan ANC500BT ke Zenbook UX480FL melalui konektor audio 3.5 mm. Sambil sedikit menahan nafas kekhawatiran saya mulai mendengarkan lagu-lagu yang mengalir ke rongga telinga secara seksama.

Kali ini ANC500BT mengalunkan nada-nada dengan karakter yang sangat jauh berbeda dengan ketika sebelumnya saya coba menggonakan mode wireless/bluethooth. Suara vokal terdengar lembut, sparasi antara vokal, nada-nada menengah dengan nada tinggi dan rendah sangat baik. Suara nada-nada rendah kick drum terdengar berbobot tetapi tidak berekor. Suara nada -nata tinggi tereproduksi dengan baik meskipun dalam beberapa jenis lagu terasa kurang tajam.

Sampai di sini kecurigaan saya mulai bergeser. Bila sebelumnya kecurigaan saya kepada setting streaming quality di Spotify, kini saya mencurigai koneksi bluethooth dari Zenbook UX480FL ke ANC500BT. Saya curiga apakah koneksi bluethooth telah menggunakan codec yang sesuai atau jangan – jangan terkoneksi menggunakan bit rate yang lebih rendah dari seharusnya.

Saya pun kemudian menelisik dalam dalam setiap setting audio dan bluethooth di Windows 10 built 2004 yang terpasang di Zenbook UX480FL. Penelisikan berjam-jam yang kemudian saya tahu sia-sia karena tidak satupun petunjuk yang bisa saya temukan untuk bisa melakukan pengaturan codec dan bit rate untuk mengalurkan data-data audio ke bluethooth headset.

Apalagi setelah saya googling dan menemukan kenyataan bahwa Microsoft memang tidak memberikan fitur bagi pengguna untuk bahkan melihat codec apa yang sedang digunakan untuk mengalirkan data-data audio ke bluethooth headset.

Displaying what Bluetooth codec is currently active is one of the system’s limitations of Windows 10. We believe that your idea of being able to view what Bluetooth codec is currently active on your Windows 10 device can result to a better computing experience. Because of this, we encourage you to submit it as a feedback using our Feedback Hub. By doing so, there is a possibility that the option will be available as a product improvement.

https://answers.microsoft.com/en-us/windows/forum/windows_10-hardware/how-can-you-view-what-bluetooth-codec-is-currently/a62ee77c-43ae-4670-951c-08eebb47eca6

Saya sekali lagi menghela nafas pasrah sambil menarik kesimpulan bahwa ATH ANC500BT memang tidak berjodoh dengan PC/Laptop Windows 10.

Pairing ATH ANC500BT dengan Smartphone Android 9.0

Saya pun meraih smartphone android Asus Zenfone 5 untuk kemudian saya pairing dengan ANC500BT. Proses pairing antara Zenfone 5 dengan ANC500BT berlangsung mudah, praktis, dan cepat.

Dengan Spotify premium di Zenfone 5 dengan pengaturan Streaming Quality: Very High kali ini beberapa lagu mengalun lagi ke rongga telinga saya. Kali ini ANC500BT memberikan pengalaman mendengarkan lagu secara wireless secara berbeda.

Lagu – lagu dengan instrumen gitar atau piano tunggal terdengar lembut dan merdu. Suara vokal terdengar realistis dengan sparasi yang baik dengan instrumen senada, nada-nada tinggi, dan nada-nada rendah. Lagu – lagu dengan instrumen yang kompleks pun bisa dinikmati dengan baik tanpa distorsi.

Penasaran saya pun kembali meraih Zenfone 5 yang sedang terkoneksi dengan ANC500BT dan membuka-buka menu setting untuk melihat codec apa yang sedang berjalan sehingga suara yang mengalun dari smartphone jauh lebih bagus dibandingkan dengan dari Laptop Windows.

Dari sini saya menjadi tahu rupanya Asus Zenfone 5 mengalirkan data-data audio ke headset bluethooth ANC500BT menggunakan codec AAC. Saya tidak disampaikan informasi berapa bitrate yang digunakan, oleh tampilan di atas hanya tersedia opsi centang untuk mengirim data dalam bentuk high quality audio.

Mendapat informasi ini sebagai petunjuk awal saya pun segera menuju ke android developer mode untuk mengecek apa saja codec yang bisa digunakan baik oleh Zenfone 5 dan ANC500BT. Dari serangkaian percobaan yang saya lakukan saya menemukan ANC500BT bisa bekerja dengan codec baik SBC maupun AAC. Bluethooth headset ini tidak mendukung codec lain seperti aptX, aptX HD, LDAC, ataupun codec proprietary lainnya.

Kualitas Suara Bluethooth Headset ATH-ANC500BT

Kualitas Suara Bluethooth Headset ATH-ANC500BT di Zenbook UX480FL dan Zenbook UX303U

Sejak awal tujuan saya membeli headset adalah sebagai teman bekerja selama periode work from home. Tentu saja ATH-ANC500BT akan menghabiskan waktu lebih banyak terhubung dengan kedua laptop saya, Zenbook UX480FL atau Zenbook UX303U. Jadi kali ini saya akan lebih banyak membahas bagaimana ANC500BT mengalirkan suara dari laptop baik itu untuk mendengarkan musik, menonton film, atau untuk berkomunikasi seperti Skype atau tele conference di Zoom atau Microsoft Team.

Ketika terhubung ke laptop melalui koneksi bluethooth, ANC500BT mempunyai kualitas suara yang kurang ideal untuk mendengarkan musik atau menonton film. Seperti yang sudah saya bahas di awal, kualitas suara yang dikeluarkan terasa terkompresi dengan bit rate yang terlalu rendah. Pun begitu bila didengarkan dengan lebih seksama sebenarnya kualitas reproduksi suara yang dihasilkan masih tergolong baik.

Kualitas yang menurut saya lebih dari cukup ketika digunakan untuk melakukan VOIP call dengan menggunakan Hangout, Skype, Webex dan sejenisnya. Kualitas yang sama baiknya ketika digunakan untuk melakukan teleconference dengan aplikasi seperti Micosoft Team, Zoom, Jitsi, dan sejenisnya.

Menghubungkan headset ini ke laptop Windows 10 dengan kabel kita akan mendapatkan kualitas yang sebenarnya. ANC500BT sangat mampu mereproduksi suara vokal baik single, duet, maupun choir dengan sangat bagus. Suara vokal denga frekuensi menengah bisa disparasi dengan baik bahkan dengan intrumen-instrumen bernada menengah. Sparasi dengan nada-nada rendah dan tinggi tentu saja tidak perlu diragukan.

Nada-nada rendah seperti snare drum, guitar bass, dan trampoline bisa direproduksi dengan akurat. Saya suka ANC500BT dalam mereproduksi nada-nada bas yang solid, tidak berdengung, tidak berekor, saya menyebutnya punched bass.

ANC500BT mereproduksi nada-nada mid dan hight dengan lembut. Nada-nada tinggi, treble memang tidak direproduksi secara tajam. Memang telinga siapa juga yang betah berlama-lama ditusuk dengan nada-nada high yang terlalu runcing.

Apa yang terasa kurang dari ANC500BT ketika mendengarkan lagu-lagu dari Spotifymenurut saya adalah Sound Stage. ANC500BT memang berhasil membawa penyanyi dan menata instrumen secara seimbang, namun saya belum mendapatkan kualitas akustik yang emosional.

Sesuatu yang menjadi berbeda ketika saya mencoba memainkan sejumlah lagu Celine Dion dalam Album Essential yang saya ripping menjadi FLAC dari DVD audio 24bit/48khz. Lagu-lagu dengan instrumen yang kompeks seperti Hellowen, Metalica, Barbara Streissasnd rupanya sangat hangat dan emosional di ANC500BT ketika yang diputar adalah lossless audio format.

Bekerja dengan Zenbook UX303U, ANC500BT mempunyai karakter yang terdengar cukup kontras dibandingkan ketika saya gunakan dengan Zenbook UX480FL. Pertama kali menancapkan saya mendapatkan aliran suara dari UX303U terasa lebih keras, lebih tajam dengan nada-nada mid dan high yang menyalak. Saya tidak tahu apakah perasaan saya ini benar atau karena saya sudah lebih dulu terlanjur nyaman disuapi dengan tata suara khas Harman Kardon yang dikiblati oleh UX480FL. Untuk diketahui UX303 menggunakan tata suara yang berkiblat ke Bang Olufsen.

Kualitas Suara Bluethooth Headset ATH-ANC500BT di Zenfone 5

Di antara smartphone-smartphone Android yang saya punyai, Zenfone 5 menurut saya adalah yang mempunyai kualitas suara terbaik. Itulah mengapa dalam bahasan kali ini saya menguji ANC500BT dengan Zenfone 5.

ANC500BT mengalirkan suara dari Zenfone 5 melalui koneksi bluethooth dengan kualitas yang jauh lebih baik dibandingkan ketika mengalunkan dari laptop Windows yang saya sebut sebelumnya. Memang kualitas suaranya tetap masih jauh dari setara bila dibandingkan dengan koneksi kabel. Menurut telinga saya seperti ada kualitas reproduksi nada-nada rendah dan tinggi yang terpangkas.

Ketika disambungkan dengan kabel, kualitas ANC500BT mengalunkan lagu-lagu dari Zenfone 5 mempunyai karakter yang hampir sama dengan apa yang dihasilkan dari laptop. Kualitasnya memang tidak sebagus laptop entah apakah karena Spotify mempunyai standar kualitas streaming yang berbeda atau apakah karena kualitas chipset audio yang berbeda. Secara umum tidak banyak yang perlu saya komplain alih-alih saya apresiasi.

Performa Active Noise Cancelling Headset ATH-ANC500BT

Apakah saya berhasil mengisolasi diri dari suara-suara alat pertukangan yang terus menerus digunakan sepanjang hari oleh tetangga dan dari suara ibu-ibu muda yang sering bergosip di depan rumah?

Sayangnya ANC500BT baik pada mode wireless bluethooth maupun cable mode belum mempunyai performa yang mampu menghalau suara-suara tak diinginkan itu. Suara mesin pahat dan mesin gergaji tetap terdengar. Suara ibu-ibu muda yang bergosip tetap terdengar seperti biasanya.

Dalam taraf tertentu Active Noise Cancelling milik ANC500BT saya akui memang mampu menekan noise. Noise yang bisa ditekan menurut saya adalah suara desis kipas angin pendingin laptop, suara dengung atau hum, dan cukup membuat saya melepas headset bila ibu saya memanggil dengan suara pelan.

Kualitas Koneksi Wireless Bluethooth Headset ATH-ANC500BT

Baik ketika dihubungkan dengan laptop maupun dengan smartphone, ANC500BT mempunyai kualitas koneksi yang sangat stabil. Saya belum pernah mengalami connection drop sehingga musik terhenti atau patah-patah ketika jarak antara laptop dan smartphone dengan headset dalam rentang maksimal yang disarankan yaitu 10 meter.

Dalam percobaan saya ketika terhubung dengan laptop, ANC500BT bisa melayani ruangan yang sangat luas. Saya mencoba headset ini terpisah sekitar 20 meter dari latop dan masih cukup bagus mengantarkan suara ke telinga. Suara baru mulai putus-putus ketika jarak melebihi atau terhalang benda-benda yang solid seperti tembok yang tebal atau trail/rolling door yang terbuat dari logam.

Daya Tahan Batere Bluethooth Headset ATH-ANC500BT

Keawetan atau daya tahan batere merupakan salah satu parameter kualitas wireless/bluethooth headset. Bluetooth headset sejatinya dibuat agar hidup semakin praktis, bukan untuk ribet dengan terlalu sering mengisi ulang batere.

Bagi saya sebuah bluethooth headset terbilang bagus bila kapasitas baterenya bisa menopang headset digunakan nonstop 12 jam dalam sekali charge. Saya belum pernah menguji secara khusus, tetapi dari penggunaan yang cukup intens sejak ANC500BT saya terima sampai sekarang saya baru beberapa kali mengisi ulang baterenya.

Menurut saya tidak ada yang perlu dikomplain dari daya tahan batere ANC500BT kecuali ukuran kabel charging bawaan yang terlalu pendek sehingga kurang praktis. Untungnya untuk mengisi ulang ANC500BT bisa menggunakan sembarang kabel USB type A yang bisa dengan mudah ditemukan dimana-mana.

Tips Mengoptimalkan Kualitas Suara Bluethooth Headset ANC500BT

High Quality Streaming dan Not Overly Compressed music file

Bila kita mendengarkan musik dari aplikasi musik streaming seperti Spotify, Deezer, Amazon, iRadio, Apple Music, dan sejenisnya pastikan anda memilih setting kualitas tertinggi, highest quality. Akan lebih baik bila kita berlangganan high definition audio service seperti Tidal.

Bila lebih sudak mendengarkan musik dengan memutar file-file yang disimpan secara lokal. Usahakan untuk memilih file-file seperti mp3, aac, ogg, dan sejenisnya dalam bitrate tertinggi. Syukur-syukur bila kita sudah mencadangkan koleksi DVD audio dan CD audio kita dalam format lossless seperti FLAC.

Tone Control dan Equalizer

Baik laptop windows maupun smartphone android saat ini umumnya mempunyai fitur audio wizard yang memuat pengaturan tone control, equalizer, stereo effect, dan sebagainya. Bereksperimentasilah dengan masing-masing pengaturan yang tersedia sampai anda mendapatkan pengaturan yang cocok dengan selera pendengaran Anda.

Audio Wizard di Zenbook UX481FL

Audio Wizard di Zenbook UX303U

Menurut pengalaman pribadi saya, laptop dari brand yang sama ketika tipenya berbeda akan menghasilkan karakter suara yang berbeda, apalagi antara brand satu dengan brand lainnya. Karakter suara laptop dan smartphone apalagi, pasti jauh berbeda bila kita biarkan tanpa pengaturan personal.

Gunakan Kabel Audio 3.5 mm

Bila Anda seorang audiophile wanna be seperti saya, akan sulit menemukan pengganti kabel sebagai pengganti penghubung antara sumber suara dengan headset. Apalagi ANC500BT yang baru mendukung codec SBC dan AAC. Sampai saat ini teknologi wireless yang diklaim bisa mendekati sambungan kabel baru codec aptX HD dan LDAC. Suatu klaim yang dalam praktiknya sulit dibuktikan.

Kesimpulan Terhadap ATH-ANC500BT

Bila kita akan mengandalkan koneksi wireless sebuah bluethooth headset dengan laptop pc Windows untuk menonton film atau mendengarkan musik, ANC500BT bukanlah pilihan yang tepat. Tetapi bila membutuhkan bluethooth headset sebagai pasangan pc/laptop Windows sebagai penunjang komunikasi seperti VoIP call dan Teleconference, bluethooth headset ini cukup bisa diandalkan.

Bila kita butuh mendengarkan musik secara praktis dengan smartphone android, maka bluethooth headset ini bisa diandalkan karena kualitasnya yang baik. Bagi siapapun yang bisa mentoleransi koneksi kabel dengan perangkatnya, dihubungkan dengan perangkat apa saja, baik laptop maupun smartphone menurut saya ANC500BT mempunyai kualitas suara terbaik di kelasnya.

Active Noice Cancelling meskipun difiturkan namun kemampuannya belum cukup bisa diandalkan namun dengan banderol harga di bawah Rp 1,5 juta menurut saya masih worth to try. Bila ANC yang kita cari maka saran yang saya terima dari teman-teman saya untuk meningkatkan anggaran memang benar adanya.

Secara umum saya sendiri tidak menyesal membelanjakan uang sekitar Rp 1,2 juta untuk membeli headset bluethooth ATH-ANC500BT.

5 komentar di “Review Audio Technica ANC500BT, Bluethooth Headset 1,5 jutaan dengan Fitur ANC

  1. Ping balik: Baterai Headset Bluetooth Tidak Bisa Diganti – Gadget, Running & Travelling Light

  2. Sangat idaman sekali headset yang seperti ini, tidak ada kabel lagi tinggal sambungkan menggunakan blutut saja langsung bisa mendengarkan dengan baik.. Aplagi secara desain headset ini juga sangat menarik.. Jadi ingin memiliki satu hihihi

  3. saya punya in-ear AT Sonic Fuel ATH-CLR100is dan saya cukup puas dengan kualitas suaranya.

    namun membaca tulisan ini, agak sayang juga jika suaranya tidak bisa benar-benar keluar karena masalah codec di bluetooth.

    untuk active noice cancelling, memang seperti yang dirimu duga, tidak begitu efektif untuk rentang anggaran 1,5 juta.

    namun untuk headseat berkualitas macam AT, 1,2 juta udah termasuk murah..

  4. Ping balik: Review Audio Technica ANC500BT, Bluethooth Headset 1,5 jutaan dengan Fitur ANC | AwanNews

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s