Review Asus Zenbook Duo UX 481, Notebook Tangguh untuk Multitasker Sebenarnya

Review Asus Zenbook Duo UX 481, Notebook Tangguh untuk Multitasker Sejati

Sekilas melihat orang bekerja menggunakan laptop Asus Zenbook UX 481 tidak nampak ada yang begitu istimewa. Sebuah laptop berwarna blue marple dengan logo Asus dan concentric circle yang elegan yang tidak terlalu berbeda dengan produk-produk Asus Zenbook lainnya.

Sisi lain dari Zenbook Duo baru akan terlihat mencolok begitu kita mendekat melihat dari sisi seseorang bekerja. Sebuah Laptop berlayar 14” yang berbingkai Nano Edge Display dengan layar kedua atau Asus menyebutnya sebagai Screen Pad yang terletak sebaris dengan papan ketik.

Kali ini saya tidak akan banyak membahas tentang performa dengan segala benchmark yang jamak digunakan untuk mengukur kinerja sebuah laptop atau komputer. Saya pikir apa yang perlu disanksikan dari kinerja proses sebuah laptop yang ditenagai dengan processor intel core i7 gen 10 yang dipadankan dengan RAM 16 giga, SSD 1 TB, dan graphic processor discreet nVidia MX 250. Semua sudah cukup yakin dengan spesifikasi seperti itu untuk pekerjaan kantoran dan bahkan pekerjaan seorang content creator pada umumnya akan bisa diselesaikan dengan tanpa beban yang berarti.

Kita mulai dengan fitur kunci dari Asus Zenbook Duo 481, yaitu Screen Pad atau boleh disebut dengan layar kedua.

Layar kedua berukuran setengah layar utama ini diletakkan sebaris dengan keyboard. Meletakkan second screen sebaris di atas papan ketik saya pikir bukan keputusan desain yang mudah. Keputusan desain ini jelas mengorbankan palm rest yang harus dihilangkan dan touch pad yang harus direlokasi. Asus memutuskan touch pad direlokasi ke samping kanan keyboard dan ukurannya pun disesuaikan alias diperkecil.

Penghilangan palm rest, relokasi touch pad, dan penyesuian ukuran touch pad jelas mengorbankan kenyamanan mengetik. Saya sendiri merasakan kekurang nyamanan mengetik itu terutama ketika saya baru awal-awal mulai menggunakan Zenbook Duo.

Kekurangnyamanan yang berangsur berkurang seiring saya semakin terbiasa. Meski saya tetap akan kurang nyaman ketika saya tidak mendapatkan papan yang solid ketika menggunakan Zenbook Duo. Misalnya ketika di tempat-tempat dimana saya terpaksa meletakkan laptop di paha atau memangkunya.

Sekali lagi kekurang nyamanan mengetik ini hanya karena hilangnya palm rest nya saja. Keyboard -nya sendiri menggunakan tombol chiclet yang memiliki key travel 1.4 mm yang sangat sesuai untuk jari. Apalagi juga diberikan backlight kecerahannya bisa disesuaikan yang akan mempermudah digunakan pada kondisi kurang cahaya.

Touchpad meskipun ukuruannya lebih sempit saya akui memiliki kualitas yang lebih baik, apalagi bila dibandingkan dengan touchpad yang terbiasa saya pakai di Zenbook generasi kedua atau ketiga. Permasalahannya hanya letaknya yang di samping kanan keyboard. Ketika digunakan untuk scrolling menurut saya touchpad ini nyaman-nyaman saja, hanya ketika saya harus menggunakannya untuk men-drag to select. Jari-jari tangan kiri saya rasanya harus bekerja terlalu keluar dari wilayah jangkauannya.

Semua itu tadi merupakan harga yang harus dibayarkan dari penghilangan palm rest, reposisi dan pengecilan ukuran touchpad. Pertanyaan yang sudah tidak sabar untuk dijawab adalah apa untung dari semua pengorbanan itu?

Menurut saya keuntungan dari layar kedua adalah ruang yang lebih leluasa untuk multi tasking. Layar kedua bisa digunakan lebih dari untuk menempatkan jendela Spotify sehingga kita bisa tetap fokus kepada pekerjaan dengan tetap nyaman mengganti-ganti playlist yang menemani bekerja.

Sebagai seorang pekerja data, tugas saya tidak akan jauh-jauh dari menvalidasi dan menverifikasi kebenaran data. Salah satu yang bisa saya manfaatkan adalah menggunakan layar utama untuk bekerja dan menempatkan lembar-lembar data pembanding di layar kedua. Di sini saya merasakan angin surga berupa tidak perlu berulang kali berganti-ganti jendela kerja. Apalagi ketika saya harus mendigitisasi data kasar dari lapangan dan memasukannya ke dalam spreadsheet untuk pengelolahan dan proses lebih lanjut. Menerima foto formulir melalui email, whatsapp, atau telegram di layar kedua dan mengerjakannya di layar utama adalah kemudahan yang sulit saya dapatkan meskipun di laptop lain saya memasang monitor eksternal.

Manfaat umum menggunakan Zenbook Duo bagi kebanyakan orang sebenarnya banyak. Misalnya di layar kedua kita bisa menelusuri segudang stock foto dengan file explorer dan menggunakan layar utama untuk aplikasi image editing. Penerapan lain misalnya kita menarik time line di layar kedua dan menempatkan jendela project dan monitor di layar utama untuk penyuntingan video dengan Adobe Premiere atau penyusunan animasi dengan Adobe After Effect.

Seberapa besar manfaat layar kedua di laptop berlayar ganda dalam mempermudah pekerjaan kita sebenarnya kembali kepada kreativitas kita. Laptop dengan layar ganda seperti di Asus Zenbook Duo adalah sesuatu yang baru. Semoga kelak semakin banyak pula aplikasi – aplikasi atau program yang dioptimasi untuknya sehingga fitur ini menjadi sangat berfaedah.

Nano Edge Display adalah hal kedua yang membuat Zenbook Duo UX 481 menarik. Nano Edge Display ini yang membuat UX 481 nampak semakin futuristik dengan screen ratio 90%, menjadikannya fit in dengan frame laptop 13.3” kebanyakan.

Pun dengan bezel yang sangat tipis, Zenbook Duo tetap mempunyai Camera dengan infra red sensor. Camera yang diletakkan di bezel atas ini canggih. Selain bisa digunakan untuk video call dengan kualitas yang cukup bagus. Camera ini terintegrasi dengan Windows Hello sehingga bisa digunakan sebagai salah satu cara untuk membuka kuncian atau login ke sistem Windows.

Ergo Lift design bukanlah hal baru di jajaran produk laptop yang dikembangkan oleh Asus. Akan tetapi rasanya sayat tidak ada bosan-bosannya membahas fitur ini. Karena menurut saya fitur ini memang terbukti berfaedah, secara khusus membantu desain Zenbook Duo, dan amat berkorelasi dengan fitur-fitur lain yang dikembangkan oleh Asus.

Ergo Lift design akan mengangkat bagian bawah laptop dan membentuk sudut 5.5 derajat. Di Zenbook Duo UX 481 ini akan membuat layar kedua lebih enak dipandang untuk mengulik data dan lebih nyaman di mata. Bagian bawah yang terangkat membentuk sudut 5.5 derajat juga berfaedah dalam mengkompensasi kenyamanan mengetik yang berkurang oleh hilangnya palm rest di Zenbook Duo.

Ergo Lift design yang membuat laptop ketika terbuka akan memberi ruang antara bawahan laptop dengan papan dimana kita meletakannya tentu memungkinkan untuk mendesain sistem pendinginan dan sirkulasi udara yang lebih baik sehingga Zenbook Duo tidak perlu memutar kipas terlalu cepat ketika laptop sedang bekerja dengan tenaga penuh.

Ruang yang tercipta oleh Ergo Lift pun kemudian bermanfaat untuk mengembangkan sistem speaker dan tata suara yang menghasilkan audio dengna kualitas lebih baik. Zenbook Duo meletakkan speaker stereo di bagian bawah tubuh laptop sehingga sangat menghemat ruang dibandingkan bila speaker diletakkan di depan atau samping laptop. Menyenangkannya kualitas Audio Zenbook Duo UX 481 memang sangat bagus sesuai dengan ekspektasi saya ketika melihat logo Harman Kardon yang terletak di bawah touch pad.

Apalagi yang perlu dibahas dari desain Asus Zenbook Duo?

Konektivitas?

Dalam hal konektivitas menurut saya Asus sangat bermurah hati memberikannya di Zenbook Duo UX 481. Betapa tidak. Kita bisa dengan mudah menemukan sebuah koneksi USB type C 3.2/Thunderbolt, 2 buah konektor USB type A untuk menghubungkan perangkat perangkat kebanyakan, sebuah colokan HDMI, jack 3.5mm untuk koneksi audio analog, sebuah micro SD card reader, dan sebuah colokan power adapter/charger. Untuk koneksi wireless tersedia bluethooth 4.0 dan sebuah giga bit wifi dual band.

Dimensi?

Nah ini yang cukup membedakan dengan keluarga Zenbook lainnya. Dengan ketebalannya yang mencapai 19 mm membuat Zenbook Duo tidak bisa dimasukkan ke dalam kelompok Ultrabook.

Saya tidak tahu apa yang membuat Asus tidak memangkas ketebalan Zenbook Duo. Apakah karena belum memungkinkan karena penggunaan Screen Pad atau karena penggunaan ukuran betere yang relatif besar. Untuk diketahui Zenbook Duo UX 481 menggunakan batere 70 Wh yang menurut Asus bisa membuat notebook ini bekerja sampai 10 jam. Selama beberapa bulan menggunakan notebook ini untuk menyelesaikan pekerjaan harian di kantor saya, Zenbook Duo mampu bertahan tanpa colokan listrik dari jam 07.00 pagi sampai sekitar jam 15.00 sore. Sungguh sesuatu yang memanjakan seorang saya yang sering mengalami ketinggalan charger.

Plus

  • High Quality 14” LED Display Pantone Validate.
  • Latest Intel Core i7 gen 10.
  • Gigantic 1 TB SSD storage.
  • Konektivitas lebih cari cukup.
  • Ukuran batere yang besar dan tahan lama.
  • Touch Screen Screen Pad + Stylus.

Minus

  • Penyesuaian kebiasaan mengetik karena dihilangkannya palm rest dan reposisi touch pad.
  • Masih sedikit aplikasi/program yang mengoptimalkan pemanfaatan Screen Pad.
  • Charger yang bulky yang membuatnya sedikit kurang praktis.

Secara keseluruhan Zenbook Duo menurut saya cocok bagi pekerja kantoran yang sehari-hari mengulik keakuratan, menverifikasi, dan menvalidasi data karena keberadaan Screen Pad sebagai layar kedua.

Performa Zenbook Duo sangat mumpuni ketika di notebook ini saya pasangi database dengan engine PostgresSQl dan My SQL sekaligus dengan segala utility nya. Dalam keseharian saya menggunakan laptop ini untuk menjalankan 2 data base yang berbeda dan sesekali saya gunakan sebagai database server sehingga mitra kerja bisa membantu saya bekerja dengan data secara real time. Zenbook Duo UX 481 benar-benar sebuah notebook untuk multi tasking.

Bagi seorang content creator saya pikir UX 481 pun sangat tangguh untuk menjalankan berbagai aplikasi multimedia creation seperti Adobe Creative Suite, Corel Suite, dan sejenisnya karena selain kapasitas proses juga karena kualitas layar yang Pantone Validate. SSD berkapasitas sangat lapang 1 TB bisa dibayangkan akan memuat seberapa besar file video footage yang sedang anda garap dalam beberapa project.

Dengan kemampuan dan kapasitas ini saya rasa setiap pengguna bisa memahami bobot Zenbook Duo UX 481 yang lebih berat dari kebanyakan Zenbook dan ultrabook.

Berikut adalah spesifikasi lengkap dari Asus Zenbook Duo UX 481 :

Main Spec. ASUS ZenBook Duo UX481
CPU Intel® Core™ i5-10210U Processor 1.6 GHz (6M Cache, up to 4.2 GHz)

Intel® Core™ i7-10510U Processor 1.8 GHz (8M Cache, up to 4.9 GHz)

Operating System Windows 10
Memory

8GB DDR4 (Core i5 Variant)

16GB DDR4 (Core i7 variant)

Storage 512GB M.2 NVMe PCIe SSD

1TB M.2 NVMe PCIe SSD

Display Main Display:

14” (16:9) IPS FHD (1920×1080), 100% sRGB, Pantone Validated Display, 300nits

ScreenPad Plus:

12,6” (16:4,5) FHD Touch Screen (1920×240) wide-view

Graphics

Intel UHD Graphics 630

NVIDIA GeForce MX250 with 2GB VRAM

Input/Output

1 x USB 3.1 Type-A (Gen1), 1 x USB 3.1 Type-A (Gen2), 1 x USB 3.1 Type-C (Gen2), 1 x Combo Audio Jack, 1 x HDMI

Camera IR HD Web Camera (support Windows Hello facial recognition)
Connectivity Wi-Fi 5(802.11ax) 2*2 + Bluetooth 5.0
Audio Built-in Harman / Kardon certified speaker, Built-in array microphone
Battery 70WHrs, 4S1P, 4-cell Li-ion
Dimension 32.3(W) x 22.3(D) x 1.99 ~ 1.99 (H) cm
Weight 1,5Kg
Colors Celestial Blue
Price Rp16.299.000 (Core i5, UMA, 8GB/512GB)

Rp18.299.000 (Core i5, MX250, 8GB/512GB)

Rp20.299.000 (Core i7, MX250, 16GB/512GB)

Rp23.999.000 (Core i7, MX250, 16GB/1TB)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s