Race Jersey dan Finisher Jersey Baru Bikin Borobudur 2019 Lebih Keren?

Race jersey. Berbicara tentang race jersey mengingatkan saya kepada setumpuk yang terlipat rapi di lemari pakaian. Race jersey yang saya dapatkan dari berbagai lomba dalam 5 tahun terakhir saya aktif menekuni hobi berupa olahraga lari.

Race jersey yang dibuang sayang tetapi kebanyakan saya enggan memakainya untuk latihan sehari-hari. Saya enggan memakainya biasanya karena desain yang terlalu norak, kurang baik, dan atau karena bahan yang terasa kurang nyaman dikenakan.

Dari sekian lusin race jersey dan finisher yang saya punyai, hanya ada beberapa yang saya suka dan sering saya pakai, yaitu race jersey dan finisher yang saya dapatkan dari Jakarta Marathon 2017 dan Borobudur Marathon 2018. Saya suka memakai jersey yang sama-sama dibuat oleh pabrikan apparel Brooks itu karena desain yang apik dan bahan yang nyaman dikenakan.

Blogpost yang berkaitan:

Mendapatkan undangan untuk menghadiri acara Launching Jersey & Medali Borobudur Marathon 2019 membuat saya senang sekaligus bingung. Senang karena diundang dalam kapasitas saya sebagai pacer Borobudur Marathon 2019. Bingung karena jarak rumah dimana saya tinggal di Gunungkidul ke Plataran Heritage Hotel and Convention Center di Kabupaten Magelang cukup jauh.

Beruntung saya kenal baik dengan mbak Ghama Yudhistira (pegiat komunitas Freeletic Jogja). Sehingga saya dimudahkan ketika meminta tebengan bus yang mengantar komunitas – komunitas ke acara Launching Jersey & Medali Borobudur Marathon 2019 di Magelang.

Acara Launching Jersey & Medali Borobudur Marathon 2019 ini menarik dan berbeda. Bila di event lomba yang lain, race jersey baru dibuka setelah melalui beberapa acara pendahuluan, kali ini Direktur Utama Bank Jateng, Bapak Supriyatno langsung buka-bukaan dengan race jersey kebanggaan mereka.

Baru disusul dengan jogging yang diikuti sekitar 300 pelari dari komunitas di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta, sejauh kurang lebih 5 km menyusuri kawasan pedesaan kabupaten Magelang. Diikuti dengan peluncuran finisher jersey untuk kategori Marathon dan finisher medal untuk kategori 10K, Half dan Marathon. Dan ditutup dengan menikmati kuliner sehat dan keren yang disajikan oleh Pawone Borobudur.

Race Jersey Borobudur Marathon 2019

Apa yang membuat saya lebih suka race jersey Borobudur Marathon 2019 adalah pilihan warna yang digunakan lebih simple sekaligus lebih stand out dengan elemen desain warna merah marun yang lebih cerah.

Pilihan warna – warna yang tegas dan lebih cerah menurut saya lebih memberikan kesan sporty, beraura semangat, dan sesuai dengan tren desain kekinian. Sehingga mudah dipadankan dengan sepatu-sepatu dan apparel lari terbaru yang mempunyai bahasa desain yang senada.

Perhatikan race jersey Borobudur Marathon 2019 dengan padanan Nike Zoom Pegasus warna orange yang dikenakan oleh Dimas Arya dan Yunita Dini berikut ini.

Race jersey Borobudur Marathon 2019 menghilangkan elemen-elemen Borobudur yang sebelumnya diletakkan pada bagian depan. Menyisakan logo dan tulisan kecil Borobudur Marathon di bagian dada kiri.

Keputusan desain ini akan menghasilkan sebuah jersey yang nampak elegan dengan kesederhaannya. Sekaligus membuat orang tidak mudah mengenali dengan cepat bahwa jersey itu merupakan jersey Borobudur Marathon.

Finisher Jersey Borobudur Marathon 2019

Borobudur Marathon 2019 mempunyai desan finisher jersey yang sama sekali berbeda dengan tahun sebelumnya.

Warna dasar biru dengan elemen desain pola arsitektur Candi Borobudur berwarna kuning emas pada finisher jersey Borobudur Marathon 2018 sepenuhnya dirombak. Jersey Borobudur Marathon 2019 menggunakan 3 warna, yaitu putih, emas, dan merah.

Seperti di race jersey, pola arsitektur bangunan candi sepenuhnya dihilangkan dan sama-sama menyisakan logo Borobudur Marathon di bagian dada kiri.

Membandingkan kedua finisher jersey di atas, sejujurnya saya lebih suka dengan desain finisher Borobudur Marathon 2018 yang kekinian. Kelebihsukaan saya bisa jadi juga karena saya belum bisa move on menikmati sepanjang 42,2 KM rute marathon pada tahun lalu.

Desain menurut saya merupakan masalah selera. Saya tidak mengatakan desain finisher jersey Borobudur Marathon tidak baik, menurut saya finisher jersey hanya terasa menggunakan design language yang old school dan kurang mengikuti pilihan desain race jersey yang sudah kekinian namun tetap terasa classic yang membuatnya berbeda dengan finisher jersey lomba – lomba marathon yang lain.

Anyway saya makin penasaran dan tidak sabar untuk mengenakan race jersey Borobudur Marathon 2019. Termasuk sangat kepingin untuk bisa mengenakan lengkap dengan finisher jersey-nya. Sayang tahun ini saya tidak turun di kategori marathon Borobudur Marathon. 🙂

Finisher Medal?

Karena judul dari post blog kali ini adalah Race dan Finisher Jersey maka saya tidak akan banyak membahas tentang medal. Saya memberikan bocoran berupa foto ini saja. Saya percaya sebuah foto ini sudah cukup banyak berbicara. 😀

Sampai jumpa pada tanggal 17 November 2019 di Borobudur Marathon 2019

One thought on “Race Jersey dan Finisher Jersey Baru Bikin Borobudur 2019 Lebih Keren?

  1. Ping-balik: 7 Fakta Menarik Seputar Borobudur Marathon 2018 – Gadget, Running & Travelling Light

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s