Batoer Hill Resort and Resto

Mendengar nama Batoer apa yang serta merta terlintas di pikiran saya adalah deret gunung api purba Batur. Sisa gunung api purba yang telah dikukuhkan oleh UNESCO sebagai heritage gugus Gunung Sewu Geopark. Terbentang mulai dari Nglanggeran sampai pantai Wedi Ombo.

Tak heran ketika saya memberi tahu seorang kawan bila foto senja yang saya kirimkan melalui whatsapp merupakan yang saya potret di Batoer Hill Resort, kawan saya mengira saya sedang berada di suatu tempat di sekitar pantai Wedi Ombo.

Sejujurnya, saya malah mengira Batoer Hill Resort didirikan di sekitar Gunung Nglanggeran atau tidak jauh-jauh dari Embung Nglanggeran. Mengingat Gunung Nglanggeran dan Embung Nglanggeran merupakan salah satu destinasi Eko Wisata yang mendapat apresiasi positif dari banyak pihak. Ia bahkan mendapatkan pengakuan sebagai Desa Wisata dengan pengelolaan terbaik.

Saya salah. Namun tidak sepenuhnya salah. Batoer Hill Resort terletak di dusun Batur, Putat, Patuk, Gunungkidul. Batur terletak berdekatan dengan kampung kerajinan Batik Topeng Bobung, berdekatan dengan Kampung Emas Plumbungan, sekaligus tidak jauh-jauh dari Kampung Pitu di Nglanggeran. Untuk menuju ke Batur Hill Resort saya bisa mengikuti jalan yang sama yang menuju Gunung Nglanggeran.

Berbekal pengalaman blusukan di kampung-kampung dan desa-desa wisata di Gunungkidul bagi saya tidak cukup sulit untuk mengira-ira seperti apa yang bisa ditawarkan oleh sebuah resort di perbukitan.

Kali ini penasaran saya adalah konsep seperti apa yang ditawarkan oleh pengelola Batoer Hill Resort dalam meracik lanskap alam, budaya, norma, adat istiadat bahkan keragaman kuliner menjadi sebuah paket baru bagi wisatawan.

Rasa penasaran itulah yang mendorong saya untuk turut bersama kawan – kawan travel blogger menghadiri undangan acara soft launching Batoer Hill Resort pada Jumโ€™at sore tanggal 4 Agustus 2017.

Sekitar pukul empat tiba di Batoer Hill Resort & Resto, saya dan teman-teman travel blogger langsung disapa oleh matahari sore bulan Agustus yang hangat dan semilir angin perbukitan yang syahdu.

Di sana pula Pak Win dan Bu Irma Devita (pengelola Batoer Hill Resort & Resto) menyambut kedatangan kami dengan keramahan yang tidak kalah hangatnya. Di sebuah pendopo kayu berbentuk rumah joglo sore itu kami dipersilakan untuk menikmati welcome drink berupa teh hangat atau secangkir kopi hitam untuk disandingkan dengan potongan – potongan sore di lereng Batur.

Saya membawa secangkir kopi untuk menemani mencicipi sudut-sudut Batoer Hill Resort & Resto sambil sesekali menyesapnya. Entah karena lama tidak menikmati kopi atau entah karena apa, perpaduan antara bebauan angin pegunungan, jelang senja dan kopi hitam benar-benar menghasilkan aroma yang dalam sekejap mengisi panca indra.

Dalam beberapa jenak saya segera menemukan sebuah kolam renang yang beda. Kolam renang di Batoer Hill Resort dibangun di atas tebing menghadap hijauan lembah dan persawahan. Kolam renang yang benar-benar menghadirkan landskap damai. Berbeda dengan kolam renang yang dibuat di rooftop sebuah hotel berbintang yang seolah congkak berpamer arogansi manusia.

Saya kira tempat terbaik untuk menikmati kopi bisa ditemukan di sisi timur. Di lantai terbuat dari papan yang di atasnya tertata sebuah meja dengan beberapa kursi kayu. Karena dari tempat itu saya merasa bisa menikmati penampilan senja berlatar depan anjungan menghadap lembah.

Saya bisa benar bisa pula salah. Berbicara mengenai tempat indah, Batoer Hill Resort and Resto bisa dengan mudahnya membuat saya berubah pikiran. Misalnya ketika menjelang maghrib saya berjalan-jalan di setapak menuju bungalow – bungalow yang nampaknya belum selesai dibangun. Di sana saya menemukan sebuah pemandangan yang sangat eksotis. Akan tetapi biar saya tidak salah, bolehlah saya katakan di sini adalah God Spot untuk menikmati breakfast tea atau morning coffee.

Ada satu sudut lagi yang rasanya kali ini wajib saya sebutkan. Merupakan sudut di rerumputan di bersebelahan dengan kolam renang. Saya rasa di sini merupakan tempat terbaik untuk menikmati malam.

Melalui foto di bawah ini saya cuplik keindahan yang diorkestrasi oleh lampu – lampu taman yang ditata apik, lampu – lampu pendopo, siluet anjungan, lampu – lampu di kejauhan dan bulan, juga bintang. Bagi siapa pun yang suka night photography, menurut saya di sini adalah sudut yang wajib dieksplorasi.

Kali ini penasaran saya adalah konsep seperti apa yang ditawarkan oleh pengelola Batoer Hill Resort dalam meracik lanskap alam, budaya, norma, adat istiadat bahkan keragaman kuliner menjadi sebuah paket baru bagi wisatawan.

Kini saatnya penasaran – penasaran ini menemukan jawabannya.

Menurut Pak Win, Batoer Hill Resort and Resto sudah berbeda sejak ide ini muncul ke permukaan. Bila kebanyakan resort dibangun, dikembangkan dan dikelola oleh investor maka Batoer Hill Resort dibuat berdasarkan konsep bagi hasil (profit sharing), kemitraan dan pemberdayaan masyarakat.

Ide pengembangannya sendiri bermula ketika beberapa tahun lalu ditemukan tanah tak produktif di suatu lereng bukit namun mempunyai panorama indah. Tanah itu kemudian diketahui merupakan milik pemerintah desa. Setelah melewati tahapan musyawarah didapakan kesepakatan di tanah tak produktif itu dikembangkan suatu destinasi wisata dengan konsep bagi hasil (profit sharing). Untuk memuluskan misi ini beberapa pengusaha yang kebanyakan merupakan pengusaha (tidak ada yang merupakan pengusaha besar) patungan mendirikan PT yang kemudian dinamakan PT Cipta Wening.

Masih menurut Pak Win dan Bu Irma, sebagai destinasi yang menjual alam, Batoer Hill Resort and Resto dalam setiap pengembangannya selalu berpegang pada konsep eko wisata dan eko kultural. Ini memang secara nyata mudah dilihat dari bungalow – bungalow dan pendapa di sana yang menggunakan bahan kayu dan didirikan tanpa mengubah/merusak tanah lereng perbukitan. Pendopo mengambil arsitektur rumah adat Jogja adalah bentuk komitmen terhadap budaya.

Sebagai resort yang berdiri membaur dengan masyarakat desa, Batoer Hill Resort & Resto menampilkan pertunjukan atraksi budaya lokal seperti jathilan, reog, klenengan/siteran yang mana pemain-pemainnya merupakan penduduk desa setempat. Memang atraksi dan pertunjukan ini belum setiap saat dipertontonkan. Bagi wisatawan yang ingin menikmati atraksi tertentu tentu harus melakukan reservasi terlebih dulu. Beruntung Jumโ€™at sore itu, kami, para travel blogger menemukan pertunjukan siteran/klenengan yang amat khas.

Kekhasan sebuah destinasi wisata tak bisa lepas dari kehadiran sajian kuliner. Batoer Hill Resort and Resto mempunyai menu andalan ingkung, nasi liwet, urap, rempeyek gereh beserta kelengkapannya. Petang itu kami pun berkesempatan menikmati kekhasan kuliner dengan segala kenikmatannya. Hanya, yang tidak semua orang akan tahu, bahwa ingkung beserta uba rampe-nya tidak dimasak sendiri oleh Batoer Hill Resort and Resto. Selaras dengan konsep pemberdayaan yang dipegang oleh pengelola, segala sajian khas itu didatangkan dari Kampung Emas.

Konsep pemberdayaan yang dipegang oleh Batoer Hill Resort and Resto tidak berhenti pada pelibatan masyarakat setempat dalam memperkaya atraksi seni budaya dan kuliner. Paham betul bahwa resort ini berdiri bersebelahan dengan kampung kerajinan Batik Topeng Bobung, ke depan Batoer Hill Resort and Resto akan membangun sebuah art gallery untuk memberikan ruang etalase kepada para perajin Batik Topeng untuk memamerkan karya-karyanya.

Semalam berkenalan dengan Batoer Hill Resort and Resto saya berkesimpulan bahwa ia bukan sekedar resort. Batoer Hill Resort and Resto saya rasa merupakan harapan yang menyatukan kita dengan alam, kuliner, ragam budaya dan masyarakat. Bila Anda merasa merupakan bagian dari harapan-harapan ini, Batoer Hill Resort and Resto selayaknya untuk dicoba. ๐Ÿ™‚

Iklan

14 thoughts on “Batoer Hill Resort and Resto

  1. Nggak ada salah & benar dalam memaknai keindahan, tapi lebih baik menghanyutkan diri saja dalam buaian alam. Semoga ada kesempatan kesana lagi dalam suasana yang lebih santai.

  2. Daku sudah pernah berkunjung ke dua hotel di Yogya yang memiliki konsep infinity pool seperti di Batoer Hill Resort ini, tapi menurutku view yang keren ya di Batoer Hills, lebih berpanorama ๐Ÿ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s