Desa Grogol : Pajak Bumi dan Bangunan Bermasalah

Di desa dimana saya tinggal, desa Grogol kecamatan Paliyan kabupaten Gunungkidul , bapak saya mempunyai 5 petak tanah. Kelima petak tanah itu merupakan pemberian dari orang tua bapak dan orangtua simbok. Kelima petak tanah itupun sudah bersertifikat sejak beberapa tahun yang lalu ketika ada pensertifikatan tanah secara masal.

Anehnya dari kelima petak tanah milik dan bersertifikat atas nama bapak saya itu, hanya dua yang keluar “kohir” atau lembar pajaknya. –tentu saja pajak yang lebih sedikit dari yang seharusnya ini bukanlah karena saya mempunyai kedekatan dengan Gayus Tambunan– šŸ˜€ Dalam lembar pajak yang dibagikan oleh Pemerintah Desa Grogol melalui ketua RT itupun, nama wajib pajak masih kakek – kakek saya. Bukan atas nama Bapak.

Sebagai orang tua yang ogah ambil pusing, simbok sayapun segera melunasi pembayaran Pajak Bumi itu melalui ketua RT. Dan barangkali karena nominal pajaknya kecil, pak RT yang sekaligus pakdhe saya itu tidak dibekali oleh tanda terima oleh pejabat diatasnya yang memberikan tugas pengumpulan uang Pajak Bumi dan Bangunan.

Keanehan, atau kalau boleh saya bilang sebagai “kejanggalan” itu tidak hanya terjadi pada tanah – tanah milik keluarga saya. Sebelum saya menanyakan pajak keluarga ini kepada bapak, Mas Tunjung telah memberi tahu saya perihal pajak tanah dia dan saudara – saudaranya masih atas nama simbahnya. Padahal tanah – tanah itu sudah bersertifikat atas nama putra putri pak Watiman.

Contoh kejanggalan lain adalah milik tetangga dekat saya. Seorang kakek yang masih menerima lembar pajak atas tanah yang sudah disertifikatkan atas nama anak – anaknya. Padahal anak – anak si kakek sudah dikenakan lembar tagihan bagi tanah yang sudah disertifikatkan atas nama mereka. Jadi pada petak tanah yang sama dikenakan dua pajak. Dan karena watak orang desa yang ogah repot. Merekapun membayarkan pajak ke petugas desa meskipun tahu tanah mereka dikenakan pajak ganda.

Ada banyak keanehan dan kejanggalan terkait Pajak Bumi dan Bangunan yang akan terlalu panjang bila saya tuliskan semua di sini. Entah masalah Pajak Bumi dan Bangunan ini berada dimana. Barangkali Pemerintah Desa Grogol, Kantor Pajak dan Kantor Pertanahan Gunungkidul perlu duduk bersama untuk mengurai masalah pajak bumi dan bangunan yang bila dibiarkan ibarat hanya mendepositokan masalah.

Suatu Ironi ditengah gencarnya Pemda Gunungkidul yang ingin mendisiplinkan masalah Pajak. Seperti pada yang tertera di website Pemda Gunungkidul tentang bonus Rp 150 juta bagi desa yang bisa setor Pajak Bumi dan Bangunan tepat waktu.

Berita terkait :

Gunungkidul sediakan bonus Rp 150 juta

Bupati Gunungkidul Bayar PBB Rp 6,020 Juta

Dasar Hukum Pajak Bumi dan Bangunan

5 komentar di “Desa Grogol : Pajak Bumi dan Bangunan Bermasalah

  1. Pajak PBB rumah saya yang sekarang juga masih kacau. Saya tak pernah bayar karena masih atas nama developer perumahan (belum dipecah tapi sertifikat HGB sudah). Aneh, kan? Selama ini yang membayarkan pihak developer. Sekarang developernya dengar-dengar bubar dan mau pindah ke Cirebon. Gak tahu nanti nasibnya pajak PBB rumah saya ini selanjutnya gimana. šŸ™‚

    Berarti masalah pajak ini memang ruwet dimana-mana!

  2. Ping balik: Desa Grogol : Pajak Bumi Bangunan Masih Amburadul « Menuliskan Sebelum Terlupakan

  3. kita tuch apa to yang cetho ….??? kagak ade yg rebes, palagi PBB dah 6 th ngikutin perkemb pelayanan PBB tiap th kagak pernah rebes, ade aje problemnya, entah itu double SPPT, salah luas, salah alamat, kagak ade objeknya tp ada SPPTnya, ada SPPTnya tp kagak ada objeknya, etc….?????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s