Telkomsel Flash Bermasalah dengan WordPress.com

Beberapa hari belakangan ini saya selalu saja tidak bisa sempurna membuka Dashboard WordPress.com. Dashboard dimana blog saya ini dikendalikan. Saya selalu mendapatkan masalah baik untuk menyunting tulisan yang sudah saya terbitkan, membuat tulisan baru, melihat statistik blog. Pokoknya semua bagian dari Dashbord. Kalau untuk baca-baca blog dan berkomentar saja tidak masalah.

Dulunya saya mencurigai permasalahan ada di WordPress.com sendiri, atau di web browser yang saya gunakan, atau hal lainnya. Sampai kecurigaan saya mengerucut pada provider internet yang saya gunakan, yaitu Telkomsel Flash. Saya menggunakan Paket Telkomsel Flash Basic di Kartu Halo.

Kenapa saya mencurigai Telkomsel Flash. Karena tiap kali saya menggunakan koneksi internet dari provider lain masalah ini tidak saya temui.

Salah satu tampilan Dashboard gagal itu seperti:

Kali ini saya mencoba memposting tulisan ini melalui email.

Downgrade Ubuntu, Dari 12.10 ke 12.04

Beberapa waktu yang lalu, tepat bersamaan dengan hari peluncuran Ubuntu 12.10 Quantal Quetzal saya segera mengunduhnya untuk mengganti instalasi Ubuntu 11.1o Natty Narwhall di laptop. Karena suatu hal saya melompati keluaran Ubuntu 12.04 Precise Pangolin. Kalau tidak salah pada saat keluarnya Precise Pangolin saya sedang sibuk dengan beberapa pekerjaan sehingga melewatkannya.

Proses instalasi Quantal Quetzal sendiri lancar-lancar saja. Sampai akhirnya ketika segala sesuatunya sudah saya install, termasuk 3rd party plugin dan apps yang saya perlukan sehari-hari, saya mendapati realease Ubuntu 12.10 ini cukup berat saya jalankan di laptop yang hanya berprocessor Inter Core 2 Duo T 5500 dengan RAM juga hanya 2 giga.

Membaca banyak komentar teman-teman pengguna Ubuntu di jejaring sosial pun kebanyakan mengatakan versi 12.10 ini relatif berat.

Sampai akhirnya pada pagi hari ini saya memutuskan untuk downgrade ke Ubuntu 12.04 LTE. Harapan saya versi ini, versi yang sempat saya langkahi ini ringan dan lancar dijalankan di mesin jadul saya.

Posting ini saya buat sambil menunggu proses pengunduhan Ubuntu 12.04 Precise Pangoline berjalan. Unduhan baru mendapatkan sekitar 58%. Masih berapa lama harus saya lewatkan untuk menunggu proses download dengan kecepatan koneksi 2 mbps ini. hehehe

Download Gratis Cross Over, Khusus Hari Ini Saja

Bagi  yang bekerja dengan menggunakan Linux atau Mac dan menemukan kendala untuk menjalankan aplikasi berbasis Windows. Bila menggunakan Linux pasti untuk hal ini akan mencoba menjembatani dengan Wine. Namun seperti pengalaman kita semua yang mana Wine tidak selalu berjalan lancar.

Sejak awal menggunakan Linux kira-kira 8 tahun yang lalu, saya pernah membaca review tentang Cross Over di Majalah Infor Linux, namun karena Cross Over merupakan aplikasi berbayar, maka sampai sekarang saya urung mencobanya.

Sampai hari ini saya mendapati informasi di  CodeWeavers’ Flock The Vote promotional web site tentang tawaran gratis Cross Over bila di-download dalam 24 jam hari ini. Saya langsung mendaftarkan diri dan mendownload Cross Over untuk Debian baik versi 32 maupun 64 bit. Dan tentu saja sayang untuk melewatkan tidak mendownload installer untuk Mac. :D

Coba seberapa bagus Cross Over menyelesaikan masalah ini di komputer Ubuntu saya. :D

Cross Over Free Download Page

Cross Over Free Download Page

Modem Air Flash untuk Esia Max D di Ubuntu. Bisa

Modem Air Flash untuk CDMA 1X/EVDO dijelaskan di website Esia Max D bisa berjalan di Operating System Window dan Mac. Memang benar demikian. Permasalahanya, saya ingin menggunakanya di Laptop Ubuntu 11.10.

Modem Air Flash AH007 Esia Max D

Modem Air Flash AH007 Esia Max D

Begitu saya menancapkan Modem Air Flash di Ubuntu, Network Manager tidak serta merta mengenali modem ini. Namun pengecekan dengan mengetikan lsusb di terminal mengindikasikan modem ini dikenali ber-chipset Qualconn. Ini pertanda ada harapan untuk menjalankan modem di linux.

Saya googling dan banyak menemukan tutorial untuk menjalankan modem ini di linux. Jadi saya mencoba-coba dengan optimis. Tutorial di link di kaskus ini merupakan yang saya coba dan berjalan. Tutorial ini menjelaskan langkah-langkah memasang usb-modeswitch untuk mengaktifkan mode modem pada Air Flash. Secara default device ini dikenali sebagai usb storage/storage device.

Sedikit mengoreksi tutorial itu, yaitu untuk file ke dua yang kita download, seharusnya setelah kita ekstrak, kita rename menjadi:  05c6:1000 kemudian kita salin ke: Continue reading

Mencoba Esia Max D di Gunungkidul

Kali ini saya sedang mencoba layanan internet mobile dari provider Esia Max D yang beroperasi di jaringan cdma 1xEV-DO rev A. Bukan layanan internet baru sebenarnya. Seorang teman saya sudah sejak beberapa waktu yang lalu mempromosikan produk Bakrie ini di jejaring sosial, hehe

Toh, begitu sampai sekarang saya belum mencoba membeli produk ini, walaupun saya sebenarnya memerlukan provider kedua, provider alternatif. Saya ingin menduakan Telkomsel Flash yang sudah saya pakai selama kira-kira 5 tahun. Maksud saya apabila satu produk sedang ada masalah saya bisa menggunakan produk cadangan. Atau ketika saya kehabisan kuota Telkomsel Flash yang makin lama makin pelit kuota.

Modem Esia Max D yang saya pakai uji coba kali ini adalah milik teman saya. Teman saya ini kesulitan untuk menggunakan modem Esia Max D di laptopnya yang bersistem operasi Ubuntu Sabily sehingga meminjamkan ke saya untuk dicoba-coba di Ubuntu 11.10 di laptop saya. Saya pun mencobanya.

Modem Esia Max D tipe EC 156, buatan Huawei ini ternyata langsung terdeteksi oleh Network Manager. Sayangnya, modem tidak bisa terkoneksi setelah dicoba beberapa kali. Saya mulai googling dan menemukan solusi untuk mengoneksikan modem ini dari terminal, dengan wvdial. Menurut saya ini tidak praktis untuk teman saya yang bukan seorang linux savy. Dia merupakan pengguna biasa Ubuntu Sabily.

Saya mulai melihat-lihat setting default yang diberikan Network Manager -nya Ubuntu untuk modem ini. Username dan password pada setting mobile broadband ternyata tidak terisi. Nah di sini saya mulai mencoba beberapa setting. Sampai akhirnya saya menemukan username dan password yang bisa digunakan adalah Username: aha dan Password: aha

Modem sekarang bisa langsung dikoneksikan melalui Network Manager. Tidak perlu repot-repot membuka terminal dan menjalankan wvdial. :)

Penasaran  akan kecepatan Esia Max D, saya segera membuka http://speedtest.net. Dari beberapa percobaan test kecepatan, hasilnya tidak mengecewakan sekaligus tidak terlalu memuaskan. Seperti umumnya layanan mobile broadband yang lain, kadang hasil test kecepatan menunjukan hasil bagus, kadang-kadang pula kurang. Lokasi test kecepatan di Jalan Wonosari-Jogja Km 3 Siyono, Wonosari, Gunungkidul. Berikut salah satu hasil test kecepatan:

Nah, selanjutnya saya jadi penasaran untuk mencoba Esia Max D ini di rumah saya. Apabila di rumah saya saya bisa mendapatkan kecepatan seperti ini, saya tertarik untuk membelinya sebagai cadangan. Semua sudah tahu bagi Internet Mobile, Posisi Menentukan Prestasi.

Selain itu Esia Max D menawarkan paket Internet Mobile dengan harga yang relatif kompetitif dengan variasi paket dan isi ulang yang ditawarkan yang membuatnya cocok untuk diadopsi. Daftar harga dan paket data bisa dilihat di: http://max-d.myesia.com/max-d/tarif/default.aspx

Pengen Upgrade Tapi Takut

Tiap kali saya menggunakan update manager untuk menyegarkan dan membarukan linux ubuntu saya, langsung terlihat tawaran untuk update distro seperti pada screen shoot yang membuat saya tidak tahan kepengen. Tapi kepenginan saya itu tidak cukup membuat saya yakin untuk menekan tombol upgrade.

Apa yang saya takutkan adalah bila saya benar -benar melakukan upgrade distro maka beberapa hardware saya tidak akan terdeteksi atau mempunyai masalah compatibility dengan Ubuntu 12.04. Terutama adalah USB 3G Modem. Ya sudah, saya nrimo ing pandum dulu dengan tetap istiqamah menggunakan Ubuntu 11.10 :)

Menggambar Sket Wajah

Saya sering kali dibuat terpesona oleh orang-orang yang jago membuat sket wajah orang. Mereka bisa melakukanya dengan cepat, dalam waktu yang sangat singkat. Mungkin mereka sengaja melakukanya dalam waktu sesingkat mungkin untuk menciptakan impresi di orang yang disket wajahnya itu.

Dulu orang membuat sket di atas kertas. Dengan tool yang sederhana, pensil atau pen, atau ballpoint biasa. Tiap goresan umumnya dibuat sekali jadi. Tidak elok kiranya bila mereka menggunakan penghapus untuk penyuntingan. :D

Kini orang membuat sket tidak hanya di atas kertas. Mereka menggunakan tablet, atau komputer yang terinstall software image editing tentu saja. Nah, secara teknis ketika menggunakan tablet dan software di komputer, editing dalam membuat sket tentu menjadi hal mudah. Tapi bagi mereka terlalu banyak editing bukanlah pilihan.

Mungkin pertanyaanya, enakan mana membuat sket di atas kertas dan di atas tablet/layar komputer? Suka-suka si pembuat sket sih.

Sebagai orang yang tidak punya bakat menggambar, semalam saya iseng membuat sket wajah saya sendiri. Untuk lebih mudahnya, saya memilih menggunakan software. Saya menggunakan GIMP 2.8 di laptop Ubuntu saya.

Cara yang saya gunakan sebenarnya lebih kampungan dari orang pada umumnya. Kalau mereka dengan cara melihat wajah atau foto orang kemudian mulai menggambarnya. Yang saya lakukan dengan GIMP adalah menaruh foto pada satu layer, kemudian saya mulai membuat path dan garis-garis pada layer baru yang saya letakan di atas layer foto. Editing, tentu saja saya lakukan. :D Karena saya pemula, saya tidak malu untuk menghapus dan menyesuaikan garis-garis yang menurut saya tidak proporsional.

Sket sederhana ini semalam saya selesaikan dalam waktu yang cukup lama. Satu jam lebih. :D Tidak apa-apa, saya kan pemula. Selalu ada maaf untuk pemula kan. hehehe!

Install Sabily Uhud 11.10 di Lenovo X100e

Sabily Uhud 11.10 on Lenovo X100e

Sabily Uhud 11.10 on Lenovo X100e

Kali ini untuk pertama kalinya saya menulis posting blog dari linux Sabily Uhud 11.10 yang beberapa jam yang lalu selesai saya install di netbook Lenovo X100e milik seorang ustadz sekaligus teman saya. Saya senang menulis posting ini sebagai kelanjutan keterkejutan saya ketika teman itu sejak beberapa waktu yang lalu meminta tolong saya untuk menghapus instalasi Windows 7 di netbooknya dan menggantinya dengan Linux Sabily Uhud yang merupakan turunan dari Ubuntu. Saya tidak tahu siapa yang mendoktrin kawan saya ini sehingga ia bertekad dengan begitu kuatnya. Continue reading

Menjajal Linux Meego

Meego : My Zone

Meego : My Zone

Screen shoot lain dapat di lihat di Album Google+ di sini.

Ini adalah pertama kali saya mencoba menggunakan Linux Meego. Distro Linux yang kalau tidak salah dikembangkan oleh Intel dan Nokia. Linux Meego ini juga dipakai di Nokia N 9? Benar? Namun yang saya coba kali ini adalah Meego bawaan dari Laptop Acer Aspire 4739 milik teman saya.

Kesan pertama menggunakan Meego adalah ringan. Tampilan tab di sebelah atas terasa agak mirip dengan apa yang sehari-hari saya rasakan di Unity -nya Ubuntu 11.10. Namun sepintas pula desain tab di Meego ini terasa lebih simpel dan enak di mata.

Saya tahu saya tidak akan berlama-lama menggunakan Meego pada Acer Aspire ini. Aspire Meego ini tidak untuk dipinjamkan sebagai mainan saya. Melainkan pemilik meminta tolong untuk diganti Windows 7. Jadi aji mumpung saya adalah secepatnya memuaskan rasa penasaran. Saya segera mencoba meng-explore secepatnya.

Nah karena keterbatasan waktu mencoba-coba itu paling tidak saya menemukan beberapa masalah yang belum saya temukan solusinya:

  1. Kesulitan menemukan tombol log out dan shutdown (akhirnya menekan tombol off pada laptop)
  2. Kesulitan menemukan menu “Manage Aplication” untuk install program baru (akhirnya menggunakan command line mengetik “sudo yum install …”
  3. … (apa lagi)

Ada yang menggunakan Linux Meego untuk mengerjakan kebutuhan sehari-hari? Apa pendapat Anda tentang Meego? :)