Perasaan Seperti Ada Yang Tertinggal

Pernah ngga suatu kali ketika sampean akan meninggalkan rumah ada perasaan was was, atau apalah. Rasanya ada barang atau apa yang akan ketinggalan dan belum menjadi bagian dari barang – barang yang kita bawa. Bagi saya hal ini kerap kali terjadi. Dan meskipun telah berusaha mengingat – ingat beberapa saat, apa yang dirasa ketinggalan itu belumlah nyantol di ingatan.

Baru kemudian saya menyadari apa yang ketinggalan itu setelah sampai di tempat tujuan dan merasa bahwa barang tersebut sangat penting. Saya merasa tidak nyaman dan mau tidak mau harus bagaimana caranya untuk mengambil barang itu ke rumah :)

***

Sampai  mengetik paragraf terakhir ini saya masih bingung harus memberi judul apa untuk posting ini. Mungkin karena perasaan yang sama yang terjadi waktu saya tadi pagi akan meninggalkan rumah menuju pabrik. Dan sampai sekarang saya masih tetap was – was dan belum menemukan arti pralampita dibalik rasa itu. Yah! Hanya Yang Di Atas Yang Maha Mengetahui Atas Segala Rahasia. :)

Pergantian Waktu, Nikmat dan Kegelisahan diri

Desember. Adalah bulan yang paling tidak saya sukai, karena merupakan salah satu dari sekian banyak tanda tanda bergantinya waktu.  Desember adalah barisan terakhir dalam antrian panjang di pintu keluar dari suatu perjalanan jaman dimana di pundak sang Desember terpikul semua keresahan dan kegelisahan saya yang tak terkira. Terlepas dari semua jatah waktu tersebut rasanya tidak pernah merasakan bahwa itu cukup untuk memutar mimpi mimpi saya disuatu kenyataan. Masih banyak hal yang *seharusnya terselesaikan ternyata harus mengalah dengan kekuatan perhitungan jaman.

Ketika pergantian waktu semakin terasa dan semakin terasa menggelisahkan karena seolah terjadi penambahan percepatan, rasanya ada hal yang saya rasakan menarik dan menyiramkan semurni kedamaian. Ketika dalam banyak waktu saya benci sekali dengan pergantian waktu, ada juga hal hal dimana saya tidak sabar untuk menunggu waktu segera beranjak (petang). Perasaan istimewa yang lain adalah ketika saya merasakan penyesalan ketika tertidur lebih lama namun demikian di waktu waktu istimewa ini saya melakukan dengan tanpa perasaan (berdosa) sedikitpun.

Memang, bulan puasa adalah senama satu bulan yang benar benar paling nikmat termasuk dalam urusan waktu. Hampir sama ketika seharian tadi saya menunaikan ibadah puasa sunah menjelang hari raya Iedhul Adha. Dengan segala kebesaran Nya, Allah SWT telah dengan berlipat lipat mengganti nikmat makan dan minum saya dengan nikmat waktu, dengan perasaan berdamai mengamati dengan sabar dan seksama proses pergantian waktu. Setiap detik dari Fajar sampai berkumandang Adzan Maghrib adalah milik Allah semata.

Takbir yang bergema di masjid masjid saya rasakan damai dan anggun seolah saya tidak pernah digelisahkan oleh setiap pergantian waktu dan makhluk yang bernama Desember yang menakutkan …