Kecanduan Bau Solder

Saya bisa mengingat solder pertama saya bergagang kayu yang saya beli di toko Satria Jaya – Playen pada sekitar tahun 1992. Saya mulai belajar menggunakan Solder pada kelas elektronika yang saya ikuti di SMP. Dari kelas ekstra itu solder menjadi “gadget” kesayangan saya pada waktu itu.

Sampai akhirnya ngoprek-ngoprek atau rangkai-merangkai dan elektronika menjadi hobby yang menghabiskan duit sampai sekarang. Dan kadang menghasilkan duit. Meskipun saya sekarang sudah jarang menyolder sendiri kaki-kaki kompenen elektronika dan kabel-kabel pada papan rangkaian tercetak (PCB). Kecuali kalau terpaksa. :D

Namun, meskipun saya sudah lama tidak menyolder, tiap kali saya mencium bau solder yang mulai memanasi kawat timah (tenol), hidung ini rasanya pengin mencium dan menghisap aroma yang mengepul dari ujung solder. Dan tangan rasanya gatal ingin bermain-main dengan solder lagi. Bau panas solder serasa addictive. Entah sejak kapan atau siapa yang mengajari, tidak ada ya, saya waktu itu memastikan apakah ujung soldir sudah cukup untuk melelehkan tenol untuk menyolder pada PCB adalah dengan menciumnya. Soldir dirasa telah cukup panas bila mengeluarkan bau tertentu. Bau seperti apa itu susah saya definisikan di sini. Hanya hidung saya yang tahu, hehehe

Menyolder

Menyolder

Ada yang kecanduan bau solder seperti saya? Jangan-jangan orang yang kecanduan lem Aica Aibon awalnya juga seperti saya … :D

Gambar saya ambil dari: http://www.ladyada.net/images/wavshield/v11/103solder.jpg

Cloud dan Solusi Hemat Energi

Telah lama menyadari bahwa dirinya adalah makhluk yang paling rakus energi, air, dan suka sembarangan dalam memanfaatkan apapun yang terdapat di bumi, manusia kini telah mulai memikirkan untuk menemukan solusi-solusi hemat energi dalam penghematan dan usaha pelestarian sumber daya alam.

Salah satu usaha penghematan energi itu digambarkan oleh Google dalam solusi cloud seperti yang dipost di http://googleblog.blogspot.com/2011/09/gmail-its-cooler-in-cloud.html. Ilustrasi bagus yang mudah dimengerti.

Meski dalam posting itu terkesan, lebih tepatnya, jelas-jelas mempromosikan produk google, hehe. Solusi Cloud seperti itu memang efektif bagi negara atau daerah yang koneksi internetnya melimpah. Indonesia? Orang Indonesia boleh sepakat akan solusi hemat energi ini, tetapi tentu harus sadar bahwa itu solusi yang tidak hemat bandwidth internasional. Dan harga bandwidth internasional di Indonesia sepertinya lebih mahal dari harga listrik yang disediakan oleh PLN? :)

Termasuk penting dipikirkan sebenarnya selain solusi hemat energi, hemat bandwitdh internet dan hemat air. Jadi lebih baik hari ini saya tidak usah mandi pagi kalau seharian hanya akan bekerja di dalam ruangan atau di depan internet. :D Kata orang Jepang, bangun tidur tidak akan membuat tubuh kotor. hehe

Hari ini saya akan membuktikan apakah bisa tetap produktif tanpa mandi pagi. Bila memang bisa, besok lagi layak dilanjutkan. :D

Haji Indonesia

Sebentar lagi musim haji tiba. Tidak heran bila pada hari-hari belakangan ini dimana-mana marak pengajian ‘pamitan‘ berangkat haji. Dalam satu hari tidak jarang ada lebih dari dua undangan untuk menghadiri pengajian haji. Meski tidak jarang pula saya tidak menghadiri pengajian-pengajian haji itu. hehehe

Animo muslim Indonesia untuk menunaikan ibadah haji terbilang tinggi. Kabarnya waiting list untuk berhaji sudah sampai pada tahun 2019. Luar biasa. Sampai-sampai Menteri Agama, Surya Darma Ali  melobi pemerintah Arab Saudi untuk penambahan kuota haji. Dari apa yang saya baca di Detik.com di sini, Pak SDA berhasil menambah kuota haji sebanyak 10.000 orang pada tahun ini. Dari 211 ribu orang pada tahun 2010 menjadi 221 ribu orang pada tahun ini.

Taruhlah rata-rata per tahun Indonesia memberangkatkan 200 ribu jamaah haji, maka pada 10 tahun terakhir, Indonesia telah mempunyai 2 juta orang haji, atau hampir setara dengan 1 % dari keseluruhan jumlah penduduk Indonesia. Persentase Haji di Indonesia hampir dipastikan akan lebih dari 2 % dari keseluruhan jumlah penduduk pada tahun 2020.

Ironisnya, jumlah Haji yang makin bertambah tiap tahun itu tidak sebanding dengan meningkatnya kualitas moral bangsa. Peningkatan jumlah haji tidak otomatis bisa dibaca sebagai penurunan jumlah kasus korupsi di Indonesia. Koruptor makin lama makin jelas berkembang biak populasinya. Lebih miris lagi ketika banyak nama-nama orang yang diawali “Haji” yang ditangkap KPK. Belum terhitung Haji-Haji lain yang ditangkap aparat dalam kasus yang berbeda. Jangan-jangan sebenarnya ada lebih banyak “Haji” yang belum tertangkap. :(

Kenapa saya mengkait-kaitkan Haji dengan Moral bangsa?

Dalam pandangan orang awam seperti saya, Rukun Islam itu: Syahadat  (1) , Shalat (2), Puasa (3),  Zakat (4), dan sebagai pari purna adalah Haji (5).

Orang yang sanggup berhaji menurut saya adalah model seorang muslim yang mempunyai kualifikasi unggul. Sehat Rohani, Sehat Jasmani dan secara ekonomi tergolong tangguh, bukan hanya mampu. Hanya diwajibkan berzakat bagi orang-orang yang terhitung mampu secara ekonomi. Diwajibkan Puasa bagi orang yang mampu secara fisik/jasmani. Diwajibkan Shalat bagi orang-orang yang waras secara rohani, meski secara fisik tidak cukup sehat. Dan hanya orang-orang mengimani Alloh SWT dan Rosullulah Muhammad SAW saja yang bisa bersyahadat. :D *paragraf ini kok mbulet* hehe

Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam”. (QS. Ali Imran, 97)

Konon ayat di atas merupakan dalil untuk naik Haji. Saya bukan ahli tafsir. Jadi apa maksud orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah pun menjadi tanda tanya bagi saya. :) Apakah bisa ditafsirkan orang yang wajib berhaji itu adalah orang yang telah ber-syahadat, mampu menegakkan shalat, menjalankan ibadah puasa dan membayar zakat?

Atau barangkali memang berlebihan bila terlalu mengharapkan Haji sebagai katalisator perbaikan moral bangsa. Berlebihan barangkali bila mengharapkan setiap orang yang pulang haji dengan oleh-oleh ide dan gerakan perubahan seperti yang dibawakan oleh KH Ahmad Dahlan, dan tokoh-tokoh muslim yang lain pada masanya.

Paling mudah adalah menemukan nama-nama orang Indonesia yang bangga bila didepan namanya disematkan kata “Haji”. :D

Akibat Ubuntu Lama Tidak Di-Update

ubuntu is updating ...

ubuntu is updating ...

Begini nih akibat kalau Ubuntu jarang di-update. Sudah lebih dari setengah bulan tidak meng-update Ubuntu. Sekalinya di-update, file update yang perlu didownload cukup besar. Besar sekali menurut ukuran saya. Lebih dari 100 Mb.

Inilah dilema orang yang pemakaian internet nya masih dibatasi Kuota seukuran 3 Giga saja. Jadi agar kuota itu tidak lekas habis, volume data digunakan seperlunya. hehe Mudah dihitung bukan, 100 Mb sudah bisa dipakai untuk berkirim terima email berapa banyak, berapa kali buka page facebook, berapa banyak twitter update yang bisa dibuat. :D

Kalau tidak bijaksana menggunakan volume data maka resikonya sederhana saja. Speed internet akan dicekik dari sekitar 1 Mbps menjadi 64 kbps. Nyeri … Dan untuk bulan yang sama rasa nyeri itu hanya bisa diobati dengan membeli paket data lagi seharga Rp 100.000,- untuk ukuran sekian megabyte. :(

Makanya, kecuali untuk update security yang bersifat kritis, saya menunggu untuk mendapatkan koneksi yang free free saja :)

Blog Dianggap Spammer Oleh Facebook

Menjengkelkan sekali bila ketika men-share konten di blog kita di Facebook, mendadak distop oleh notifikasi dari Facebook yang mengatakan bahwa link yang akan dibagikan berisi spam atau konten tidak pantas. Itu adalah pengalaman pribadi saya sejak beberapa bulan yang lalu yang tidak pernah saya mengerti. Tau sendiri, konten blog saya, semuanya “baik-baik”. Tidak pernah spamming, tidak ada konten porno ataupun SARA. :(

Tiap kali saya distop oleh system security facebook ketika men-share konten, apa yang bisa saya lakukan hanya mengisi form kalau itu merupakan error beserta alasannya. Atau kalau saya masih mau ngotot men-share konten dari blog saya, saya menggunakan jasa pihak ketiga. Biasanya saya menggunakan layanan facebook/twitter client yang bermerk Hootsuite.

Baru beberapa hari ini, rupanya Facebook mulai melunak dengan isian form complain saya yang berulang – ulang. Atau karena Facebook sekarang lebih baik hati? :D Sehingga saya bisa langsung me-share konten blog tanpa dihalang-halangi dan dikata – katai lagi.

Dan saya baru mulai mengingat – ingat apa sebab dicap oleh system security Facebook  sebagai pengedar spam dan konten tak pantas. Kalau tidak salah itu bermula setelah saya berulang kali gagal men-share halaman blog saya ke facebook dengan menggunakan Operamini 6.0 ketika sedang browsing dengan ponsel. Jadi apakah masalah dengan fitur baru Operamini 6.0 atau Facebook yang kurang suka dengan produk Opera mobile? Yang jelas saya turut terkena imbasnya.

Mudah – mudahan besok-besok masalah seperti ini tidak menimpa saya lagi. :D

Air Terjun Sri Gethuk

Memasuki area parkir komplek wisata alam air terjun Sri Gethuk, pengunjung akan disambut oleh petugas parkir yang ramah, dan pemandangan yang kontras dengan batuan kars yang umumnya terbayang bila orang mendengar “Gunungkidul”. Persawahan hijau, pematang, pohon pisang, nyiur berbuah serta gemericik asri air pegunungan.

Tidak ingin menyia – nyiakan waktu, saya memilih  jalur perahu. Saya mengorbankan sensasi berjalan di atas pematang sawah menuju Air Terjun mengingat saya memang berangkat dari rumah sudah bakda Shalat Ashar. Sekitar jam 16:00 WIB di area wisata pada tanggal 6 September 2011.

Saya Memilih Jalur Perahu saja ...

Hati-hati menuruni jalan setapak menuju tempat pemberhentian perahu karet. Lembah hijau di sepanjang sungai Oya memang membuat tangan tidak tahan untuk mengambil foto-foto baik itu dengan Camdig atau Camera Ponsel. Apalagi jangkauan sinyal ponsel yang mantap di sini memudahkan anda untuk langsung membagikan foto yang diambil dengan Camera ponsel dengan keluarga, ke teman – teman anda di facebook, twitter, blog atau layanan internet yang lain.

Lembah Sungai Oya

Lembah Sungai Oya

Jalan Setapak Menuju Sungai Oya

Jalan Setapak Menuju Sungai Oya

Wah, saya sudah ketinggalan perahu. Jadi saya harus menunggu perahu berikutnya. Tidak apa – apa. Sambil menunggu perahu saya meng-upload foto – foto ponsel ke internet.

Nah, perahu yang dinanti datang …

Perahu Karet Menuju Air Terjun  Sri Gethuk

Perahu Karet Menuju Air Terjun Sri Gethuk

Siap - Siap Naik Perahu Karet Menuju Sri Gethuk

Siap - Siap Naik Perahu Karet Menuju Sri Gethuk

Percayalah, meski perahu karet yang kita naiki ini terlihat aneh dan tidak ada duanya di dunia, barangkali, tetapi untuk keselamatan tidak perlu menjadi kekhawatiran. Mas – mas ganteng operator perahu karet ini adalah pemuda aseli Desa Bleberan sekaligus sing mbaurekso kali Oya.

Mas - Mas Operator Perahu Karet

Mas - Mas Operator Perahu Karet

Mas – mas ini akan menjalankan perahu dengan kecepatan yang ideal dan stabil. Bagi anda yang merekam video dengan camcorder tidak perlu khawatir rekaman anda akan shakky alias goyang – goyang. Bagi anda yang suka fotografi berleluasalah untuk mengambil sebanyak jepretan yang anda suka.

Tour Guide Desa Wisata Bleberan

Tour Guide Desa Wisata Bleberan

Oh iya, bila anda ingin bertanya tentang sejarah, mitos dan seluk beluk dibalik Sri Gethuk, mas – mas ini adalah sumber informasi yang jauh lebih mengerti dari wikipedia sekalipun. :)

Apa yang terlintas di benak saya melihat pemandangan dari perahu seperti gambar di bawah hanyalah Ciamis Canyon yang masyur itu. Untuk Wisata Air Terjun Sri Gethuk saya rasa hanya menunggu waktu dan uluran kepedulian dari otoritas pariwisata setempat dalam kaitan ini adalah Dinas Pariwisata Pemda Gunungkidul.

Cimais Canyon -nya Gunungkidul

Cimais Canyon -nya Gunungkidul

Inilah Air Terjun Sri Gethuk. Dulu pada sekitar tahun 1992 ketika saya dan teman – teman sebaya saya berkunjung ke sini dengan berjalan kaki dari rumah di desa dimana saya tinggal, Air Terjun ini hanya diketahui bernama Slempret. Saya lupa bertanya kepada Tour Guide kenapa nama Slempret dirubah menjadi Sri Gethuk.

Air Terjun Sri Gethuk

Air Terjun Sri Gethuk

Bagi yang suka mandi menikmati air bersih pegunungan dibawah air terjun Sri Gethuk agar berhati – hati apabila menaruh pakaian dan barang – barang pribadi anda. Masih ingat cerita dewi – dewi yang pakaiannya dicuri saat mandi di sungai kan? Kasian dewi yang kecolongan itu tidak bisa kembali terbang ke kahyangan. :)

Sebenarnya saya masih ingin jeprat jepret foto lebih banyak dan mencoba bermain – main ban – ban karet dan berenang di kali Oya.

Main - Main Ban Karet di Sungai Oya

Main - Main Ban Karet di Sungai Oya

Sayang waktu sudah cukup sore dan petugas operator perahu karet memberi tahu saya kalau perahu terakhir sudah mau berangkat. Kalau ketinggalan perahu saya harus jalan kaki.

Meninggalkan Air Terjun Sri Gethuk

Meninggalkan Air Terjun Sri Gethuk

Sebenarnya, setelah menikmati wisata air, saya bisa menikmati aneka kuliner tradisonal yang dijual oleh warga sekitar, sayang teman main saya sedang berpuasa Syawal.

Meski berat, saya harus segera meninggalkan eksotisme obyek wisata Air Terjun Sri Gethuk. Berat karena eksotisme itu sendiri. Dan berat dalam arti yang sebenarnya.

Kenapa? Jalan sejauh 7 km menuju Air Terjun Sri Gethuk dari arah kecamatan Playen sangatlah burut. Jalan menuju tempat wisata yang curam yang sebagian belum beraspal dan sebagian lagi jalanan aspalan yang rusak – rusak. Itulah kenapa untuk foto foto ini harus saya bayarkan diri saya sebagai korban kecelakaan sepulang dari Air terjun seperti yang saya ceritakan pada posting terdahulu. :D

Mudah – mudahan dalam waktu tidak lama, Pemda Gunungkidul sudah membangun akses yang lebih baik menuju desa – desa wisata yang sedang katanya gencar – gencarnya dipromosikan. Terutama Air Terjun Sri Gethuk dan Gua Rancang yang berlokasi di dusun Menggoran, desa Bleberan, kecamatan Playen, kabupaten Gunungkidul.

Foto – foto lebih banyak bisa dilihat di [Picasaweb Album di sini]

UPDATE:

Air Terjun Sri Gethuk dapat ditempuh dari kota Wonosari ke barat melalui Playen (sekitar 5 km), atau yang dari Yogya bisa belok kiri di pertigaan Gading menuju Playen, dari kota Playen ambil jalur menuju Paliyan kira – kira 1 km sampai menemukan papan penunjuk arah ke Air Terjun Sri Gethuk. Ikuti penunjuk arah itu ke barat kira-kira 7km. Papan penunjuk arah sampai Air Terjun yang berjumlah banyak sangat mudah diikuti bahkan oleh pengunjung yang belum hafal daerah

Lecet – Lecet Jatuh Dari Motor

Telapak tangan kanan saya masih berbalut perban saat mengetik posting ini. Ujung jari telunjuk masih terasa ngilu. Sakit bukan alasan untuk tidak nge-blog. Nah, biarlah posting ini membuktikannya. hehe

Ceritanya begini. Sore tadi, dengan sepeda motor, saya  dari main – main ke air terjun Sri Gethuk yang terletak di dusun Menggoran, desa Bleberan, kecamatan Playen. Kebetulan saya tadi yang mengendarai sepeda motor. Beda dari biasanya yang mana saya lebih suka di belakang pengendara sambil foto sana foto sini dengan kamera ponsel.

Apes bagi saya yang jarang mengendarai motor, rupanya keterampilan bermotor saya yang pas – pasan harus dihadapkan dengan sepanjang jalan aspal yang rusak. Lebih separo jalanan yang kami lalui rusak. Kubangan hampir ditemukan tiap 10 meter. Doh! Padahal ini jalan utama menuju tempat wisata air terjun Sri Gethuk yang sedang gencar-gencarnya dipromosikan. :(

Nah, ketika tadi mau menghindari gundukan dan lobang pada jalan, saya menginjak pedal rem dan menarik rem depan pada saat yang kurang tepat. Saya mengerem motor ketika motor sedang berada di aspal yang berpasir.

Motor menjadi oleng tak terkendali. Saya jatuh. Tubuh saya jatuh ke tengah jalan. Untungnya mobil yang berjalan dari arah berlawanan bisa menghentikan lajunya sehingga tidak menginjak tubuh saya yang terjatuh. Alhamdulillah. Alhamdulillah lagi teman boncengan saya bisa bangun lebih cepat dari saya. Artinya dia tidak luka parah akibat terjatuh.

Untungnya lagi, di tempat saya kecelakaan motor itu, tinggal orang-orang yang berbaik hati untuk segera menolong saya. Motor segera mereka bawa ke pinggir jalan. Dan saya pun pelan – pelan bisa bangun.

Setelah bangun saya memastikan kalau saya tidak terluka parah. Saya tidak pusing. Saya tidak mual. Yang terlihat hanya lecet – lecet pada telapak tangan kanan, punggung tangan kiri, dengkul, dan lecet – lecet pada kulit pinggang. Alhamdulillah. Teman boncengan saya juga hanya lecet – lecet pada punggung tangan dan jari – jari. Alhamdulillah.

Kemudian motor. Spion motor terlepas dan patah. Penutup lampu sein kanan pecah. Stang agak miring. Sepertinya itu saja. Sementara motor dinomor duakan dulu. Urusan tubuh orangnya lebih penting.

Oleh warga sekitar tadi, kami diberikan pertolongan awal. Mereka memberikan betadine pada luka – luka kami. Dan seorang cewek cantik yang menolong kami memastikan apakah mau bila luka – luka saya diobati dengan Albotyl. Karena reaksi Albotyl akan sangat pedih pada mulanya. Saya setuju.

Sambil mengobati luka – luka, warga yang menolong kami bercerita kalau di tempat dimana saya terjatuh sudah berulang kali terjadi kecelakaan. Menurut mereka telah lebih dari 10 kejadian yang mana salah satu diantaranya terdapat korban meninggal dunia. Seren sekali. Untung lagi saya bukan termasuk korban meninggal itu.

Orang Indonesia walau sedang tertimpa musibah masih pandai bilang “untung” ya. :)

Penyebab utama kecelakaan di tempat itu menurut mereka adalah karena pengendara sering kali harus mengemudi zig zag untuk menghindari jalanan yang rusak berlubang – lubang. Cewek cantik yang menolong saya itu juga bilang kalau telah berulang kali kecelakaan motor sambil menunjukan bekas luka yang lebar pada sekujur kaki.

Saya pulang terlebih dahulu sebelum memeriksakan luka – luka ke Puskesmas. Tentu saja saya meminta bantuan teman untuk dijemput. Tangan kanan saya yang lecet tidak cukup meyakinkan untuk mengendarai motor sendiri sampai rumah. Kenapa saya tidak langsung ke Puskesmas saja?

Saya ingin agar keluarga di rumah tahu kalau saya tidak menderita luka parah karena jatuh dari motor. Biasa orang tua suka panik bila mendengar ada kecelakaan. Apalagi menimpa si anak sulung tersayang ini. :D

Setelah beberapa saat cerita – cerita dengan orang rumah dan cukup meyakinkan mereka kalau saya hanya luka lecet, dengan diantar kawan, saya segera ke Puskesmas kecamatan Playen.

Di Puskesmas kecamatan Playen ini sedang jaga dua perawat cantik yang melayani kami. Luka – luka pada tangan kami cukup dibersihkan dari aspal dan pasir. Kemudian bagian terparah pada telapak tangan kanan cukup dibalut untuk sementara. Menurut perawat, luka pada tangan saya cukup diberikan Betadin saja. Sayangnya di Puskesmas sedang kehabisan stok Betadin. Tidak apa – apa. Saya bisa membeli Betadin di Minimarket terdekat.

Oh, iya. Tidak perlu saya berikan foto kecelakaan saya sore tadi. Orang tertimpa kecelakaan mana sempat foto – foto. Untuk foto air terjun Sri Gethuk akan saya upload dan jadikan posting terpisah. hehe

Mata Roda Ada Dimana Mana

Bakso

Bakso

Bakmi Jawa

Bakmi Jawa

Lalapan Pecel Lele

Lalapan Pecel Lele

Nasi Padang

Nasi Padang

Entah di Warung Bakso, Pecel Lele, Nasi Padang, Bakmi Jawa dan dimana saja, Mata Roda selalu hadir. Tapi merek penyedap rasa lain juga nampang ya? Kali ini yang saya posting yang Mata Roda dulu, karena dari koleksi foto saya di picasaweb, Mata Roda adalah bintangnya, hehe

 

Baterai Headset Bluetooth Tidak Bisa Diganti

Bluethooth Headset Sony Ericsson HBH DS 200

Bluethooth Headset Sony Ericsson HBH DS 200

Headset Bluetooth Sony Ericsson HBH DS 200 milik saya ini sudah tidak bisa digunakan lagi. Sebenarnya kerusakannya sepele. Yaitu baterai sudah soak. Sekali di-charge hanya bisa bertahan beberapa menit saja. Sedangkan fungsi – fungsi lain masih bagus. Untuk mendengarkan musik, suaranya bahkan masih lebih bagus daripada suara headset yang harganya di bawah 300 ribu.

Beberapa hari yang lalu, saya membawa headset bluetooth ini ke tempat service asesoris ponsel di Ramai Mall Yogyakarta. Sayangnya di sana semua tempat service mengatakan kalau baterai pada head set bluetooth tidak bisa diganti. Meskipun headset bluetoot ini sudah berusia lebih dari satu tahun melayani saya, bluetooth ini merupakan souvenir dari sponsor pada acara diskusi di Magister Teknologi Informasi Universitas Gajah Mada pada sekitar bulan Juli 2010, sayang kalau sudah harus dianggurkan.

Ada yang tahu trik untuk mengganti baterai pada bluetoot headset pabrikan Sony Ericsson ini?